MAKTAB NANGQ 1857 Dewan Pimpinan Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Syarif Ja''far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung SEJARAH LENGKAP SULTAN SYARIF HAMID II BIN SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALKADRI
SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALKADRI
Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri Sultan Pontianak ke VI 1895 M - 1944 M Korban Pembunuhan Jepang 28 Juni 1944 M
Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri.orang pertama yang mendirikan Tugu Khatulistiwa Siantan bersama di bantu Orang Belanda dalam menentukan Garis titik Nol Tugu Khatulistiwa pada 23 Maret 1923 M di Siantan sekitar 300 M dari Makam Kesultanan Kadriah Pontianak Batu Layang
Sultan Syarif Muhammad Alkadri membawa serta Putranya Syarif Yusuf Alkadri dalam kunjungan ke Batavia 22 Pebruari 1932 M juga ikut Maha Ratu Seberang dan Putra Mahkota Syarif
Yusuf dan istrinya 7 Maret 1932 M wafat di Makamkan di TPU Karet Batavia
Kunjungan Sultan Muhammad tangga 22 Pebruari 1932 M di Batavia Jakarta dan Raja Lingga
Sultan Syarif Muhammad bersama Sultan Deli, Sultan Langkat dan Sultan Bulungan Berdiri duduk dua Putri Sultan Langkat kanan Permaisuri Sultan Langkat dan Maharatu Seberang Den Haq 2 September 1938 M
Tanggal 14 September 1933 M Sultan Muhammad mendapat kunjungan dari Kerajaan Erofa dan Yogyakarta dan Jawa lainya
Sultan Syarif Muhammad liburan ke Batavia dengan Dokter Kuhsus pesawat Kuhsus IYU KEBAL (Herkules) di Bandara Shoelthan Abdoel Hamied Alkadrie bersama Maharatu Besar, Maha Ratu Suri, Pangeran Muda, Pangeran Agung dan Pangeran Adipati 26 Juli 1938 M
Sultan Syarif Muhammad Alkadri menjemput putranya Syarif Hamid II Alkadri dari Batavia 26 September 1936 M, setelah selesai mengikuti akademi Meliter di Berada dengan lulusan terbaik Akademi Militer Berada dengan Pangkat Letnan Dua bersama Maharatu Suri Syecah Jamilah binti Syech Mahmud Syarwani Almaky Adagistani Alghoust Asyadjely Alhasani, Pangeran Agung Syarif Mahmud Alkadri dan Ratuh Sepuh Syarifah Ambah Alkadri juga ikut menjemput abangnya Syarif Hamid II Alkadri
Pada tanggal 20 Oktober 1947 M Sultan Syarif Hamid II Alkadri bersama Ratu Mas Mahkota memulai penerbangan dari Bandara Shoelthan Abdoel Hamied Alkadrie di Sungai Durian.(kemudian berubah menjadi Bandara Sungai Durian) menuju Jazirah Arabia untuk menunaikan ibadah haji dan kunjungan dengan Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan Bantuan perjuangan Palestina melawan Israel
Sinyal Sultan Hamid II Alkadri mirip Pangeran Diponegoro 22 Pebruari 1949 M Ir. Soekarno di Yogyakarta menjelaskan sejarah Pangeran Diponegoro yang di tuduh sebagai perjuangan Pemberontak
Poto editan yang di Poto kelakuan Anwar Gonggong untuk menghina dan pencemaran nama baik Sultan Hamid I Alkadri Sultan Hamid II mendampingi Ratu Belanda, Seolah olah Sultan Hamid I Alkadri mendampingi Ratu Helena Belanda
Poto yang sebenarnya, .Audensi ketika pendiri Bangsa menghadapi Ratu Wilhelmina sebelum Ratu meletakan jabatan dan di gantikan Ratu Juliana, Dalam upaya merundingkan kembali untuk pengakuan kedaulan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia 20 September 1947 M
Kemudian gambar tersebut di Crouf / Potong hingga menyisahkan Sultan Syarif Hamid I Alkadri dan Ratu Welhimina
Kemudian Anwar Gonggong membuatkan Narasi pencemaran nama baik yang di Deskripsikan si Gonggong, seolah - olah Ratu Welhimina berdua dengan Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Seolah - olah si Gonggong lebih mengerti Sejarah Sultan Syarif Hamid II Alkadri
Poto asli yang di atas di edit ulang agar kelihatan jelas yang di lakukan penebar fitnah Gonggong kemudian di potong menyisakan dua orang Ratu Welhimina dengan Sultan Syarif Hamid II Alkadri
Konfirasi kejahatan terstruktur untuk menggulingkan Sultan Syarif Hamid II Alkadri setelah Paskah Jepang', jebakan dengan memilih Sultan Syarif Hamid II sebagai Ketua Delegasi UNCR menuju Konferensi Meja Bundar ke II, Sehingga tugas besar untuk memulihkan tugas besar paska Jepang menjadi terbengkalai dan Sultan Syarif Hamid II Alkadri, Setelah penyerahan Kedaulatan di Peroleh dengan tipu muslihat Sultan Hamid II Alkadri di jebloskan di dalam ptenjara malah bukanya berterimah kasih, di dalam kepemimpinan ada penghianat berkedok pemimpin dan tumbalnya Adalah Sultan Syarif Hamid II Alkadri , Seorang Negarawan yang Jujur apa adanya hingga terpisah dari sanak saudara selama 10 tahun sementara penghianat yang bermuka manis duduk menjadi Negarawan sejati jerih payah Sultan Hamid II Alkadri Menuju NKRI harus selesai di tahanan penghianat berwajah Negarawan, sehingga orang lain merdeka Sultan Hamid II Alkadri hak kemerdekaannya di rampas kawan seperjuangan, buah pahit yang di terima penghianat Negara ternyata di balas dengan karma berupa Supersemar perintah11 Maret 1965 dan Pembubaran G 30 SPKI 1965 M, oleh Lenan Jendral Soeharto
Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri ketika tiba di Matseillah Belanda 24 Juli 1939 M bersama Maharatu Seberang, Pangeran Adipati dan Pangeran Amar
Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri bersama istrinya Syarifah Maharani binti Syarif Alwi Assegaf Maharatu Seberang
Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri bersama tamu undangan pada tahun 1930 M menerima tamu undangan dari negeri Belanda dan Eropa
Sultan Syarif Muhammad Alkadri bersama anak dan istrinya 1923 M
Syarif Abdullah bin Said bin Muhammad bin Sultan Syarif Usman Alkadri salah satu Korban Pembunuhan Jepang 28 Juni 1942 M
Salah satu lukisan Sultan Syarif Usman Alkadri seni Kaligrafi Kerajaan Belanda Thomas Stamford Raffles Batavia Jakarta Belanda tahun 1825 M di anggap oleh Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri sebagai poto pelecehan terhadap Kakeknya Sultan Syarif Usman Alkadri sebagai Raja yang pikun Tua mudah di kendalikan Belanda pada hal saat itu poto beliau yang sebenarnya adalah
Dokumen Peninggalan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Poto tahun 1825 ketika berusia kurang lebih 45 tahun berepatan datangnya Thomas Stamford Rafles dari Batavia Belanda (keluar besar Alkadri berhasil di kibuli oleh Belanda saat ini dengan lukisan tersebut)
Hasil Restorasi perbaikan poto Sultan Syarif Usman Alkadri Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri, atas arahan dan petunjuk langsung dari leluhur Sultan Syarif Usman Alkadri, agar wajah tersebut SHOHE dan benar
Tengku Bahrun pendiri dan Ketua BFO Bijenkomst Federal Overleg didirikan atas inisiatif Raja - raja Sumatra, Bali dan Sulawesi
Pangeran Hamid Muara Angke Kedoya bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie