MAKTAB NANGQ 1857 Dewan pimpinan Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung SEJARAH LENGKAP SAYID SYECH JAVAR BIN MUSA ALKHADZIM SYARWANI ALMAKY ADAGHISTANI ALGHOUST ASYADJELY AL-HASANI DAN KETURUNANNYA
Pangeran Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak Sayid Sharif Syech Ahmad Bin Mahmud Bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Istri Syecah Salmah Bin Syech Adnan Bajuban., Bajuban adalah Marga Ahlulbait yang berasal dari Pakistan terkenal sebagai Arab Pakistan dari keluarga Ahlulbait bukan sebagai Arab Pakistan biasa., pecahan Dari Bajeber di mana jalur atasnya dari pecahan Syech Saman Al-Madani Al-Hasani., makam Kampung Meliau Jalan Tanjungpura berdampingan dengan makam suaminya Dayid Syech Sharif Ahmad bin Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Asyadjely Al-Hasani
Maka jalu keturunan ini menjadi Alkhotib Bajuban Syarwani atau "" Al-Hasani Al-Hasani Al-Hasani""
Maka jalur ini merupakan ulama ulama-ulama besar yang terkenal yang merupakan jalur Istimewa yaitu dari pihak Laki Ulama dari :
Asultanu Aulia Alimamu Alimu Sayid Syech Abul Hasan Ali Alghoust Al-Hasani
Sedangkan jalur perempuan adalah :
1. Asultanu Aulia Sultan Jalaluddin Haqun Waliyul Haqun Waliyul Ahad Waliyul Ahad Alkhotib Alhasani asal Maroko yang menetap di Sulu Brunei darussalam istri dari Sayid Syech Mahmud Syarwani yaitu Sharifah Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib dan
2. Aslultanul Aulia Alimamu Alimu Sayid Syech Saman Al-Madani istri dari Ssyid Sharif Syech Ahmad bin Mahmud Syarwani yaitu sharifah Syecah Salmah binti Syech Adnan Bajuban
Sayid Musa Alkhadzhim Bin Ali Abu Juryah Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Generasi Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang Ke 20
Lahir : Makah 1336 M
Wafat : Makah 1412 M
Sast Wafat Usia : 86 Tahun
Istri : Ummu Syaibah dari Kota Jedah Makah Almukaramah
Keduanya merupakan Marga Daghistan yang selanjutnya menurunkan Keluarga Syarwani yang berkembang di bergagsi Negara termasuk Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Sayid Syech Musa Adaghistani merupakan keturunan terbesar di Arab Saudi hingga di Indonesia dari jalur di bawahnya adalah :
Sayid Syech Husein bin Ahmad Syarwani
Sementara Dayid Syech Husein bin Ahmad Syarwani memiliki beberapa anak salah satunya adalah Sayid Syech Abdul Hamid Syarwani dan beliau juga memiliki beberapa anak dalah satunya anak tersebut adalah Sayid Syech Mahmud Syarwani yang kemudian hijrah ke Borneo Barat pada tahun 1879 M bersama dengan Sultan Syarif Yusuf Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Ketika membawa Rombongan pelajar dari Pontianak untuk belajar di Kota Mekah
Sehingga keturunan Sayid Syech Musa Syarwani ini terbanyak di Arab Saudi dan menduduki strategi penting di Pemerintahan Arab Saudi hingga saat ini
Sementara adiknya Sayid Abdullah Daghistan
Menetap di Mesir dan menjabst Amir Mesir 1030 H - 1609 M
Akan tetapi tidak ada catatan berapa lama beliau kefusnya menjabat sebagai Amir Mekah dan Mesir
Sehingga keturunan Sayid Syech Abdullah Daghistani terbesar di Mesir
Sayid Sharif Syech Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani
Akan tetapi yang menjadi dilema ketika mereka mereka menjabst sebagai bagian dari orang - orang Pemerintahan dari beberapa Negara mereka kebanyakan mengunakan nama Samaran dan Marga sehingga keberadaan mereka sulit untuk di deteksi oleh Penelusuran Sejarah karena kebanyakan memakai gelar awal yang paling terkenal seperti Syech dan marga mereka hanya mengunakan salah satu marga saja
Seperti :
1. Daghistani
2. Almaky
3. Syarwani
4. Alghoust
5. Al-Jailani
6. Asyadjely pihak perempuan
Pada hal gelar marga tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang sebenarnya adalah :
"" Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al - Jeilani Asyadjely Al-Hasani ""
Artinya setiap Regenerasi jalur ini memakai marga tersendiri padahal mereka merupakan satu jalur keturunan
Dan jika di telusuri Marga yang tertua adalah sebagai berikut :
1. Marga Alghoust Alhasani muncul di generasi ke 17 pada tahun 554 H - 1133 M dari Rasulullah SAW, yang bernama Alghousysyi merupakan marga tertua dari jalur Syarwani, yang juga pernah menjabat sebagai Amir Mekah dengan menggunakan nama samaran (Nama di sesuai dengan tradisi penduduk Kota Mekah)
2. Asyadjely muncul pada generasi ke 23 yaitu pada tahun 593 H - 1197 M., Beliau adalah Sayid Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Alghoust Alhasani yang pertama kali mengunakan yang berkembang di Maroko di Provinsi Saftah Kota Afrika Utara tepatnya di Al-Maghribi Al - Aqso beliau adalah pendiri Tariqot Syadziliyah di Maroko kemudian berkembang di seluruh dunia beliau juga pernah menjadi Amir penasehat Mufti Maroko 633 H - 1173 M., Kemudian beliau di tarik Raja Arab untuk menjadi Imam Mekah dan Amir Mekah meminta beliau menjadi Mufti Makah (Penasehat Amir Mekah) 637 H - 1177 M
Hubungan kekerabatan dengan Al - Jailani Al-Hasani Baghdad Iraq melalui Jalur Pernikahan
Setelah Amir Mekah wafat di gantikan oleh Sayid Syech Hasan Ali Bin Sayid Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Alghoust Alhasani. , sedangkan Amir Mekah yang wafat merupakan dari kakeknya sendiri yaitu ayah dari Sayid Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Alghoust Alhasani bernama Sayid Syech Sharif Abdullah Alghoussyi dari hubungan pernikahan tersebut untuk selanjutnya fi pimpinan keturunan Syech Abdul Qadir Al-Jailani yang menikahi cicit Perempuan Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Al-Hasani
Logo Kesultanan Kadriah Pontianak
3. Al - Maky / Al - Makah muncul di generasi ke 24 tahun 645 H - 1185 M di Kota Makah
Marga Al - Maky berkembang pesat di Arab Saudi generasi ini juga merupakan generasi yang terbanyak menduduki jabatan pemerintahan di Kota Mekah khusus nya di Kerajaan Arab Saudi yang kemudian menjadi Konglomerat di bidang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi
Salah satu dari anak Sayid Syech Hasan Ali Almaky Alhasani ada yang hijrah ke Daghistan yaitu Ssyid Syech Abdullah Almaky. Maka dari beliau lah sehingga Marga ini menjadi Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani
4. Daghistani muncul di generasi ke 25 pada tahun 570 H- 1210 M di Daghistani kemudian menjadi Marga Adh - Daghistani sehingga Sayid Abdullah di kenal sebagai Abdullah Almaky Adaghistani akan tetapi ketika memiliki anak, anak-anak beliau banyak yang menetap di Mekah Arab Saudi
Sejak saat itu keturunan ini banyak yang mengunakan gelar awalnya Syekh dan Marga Almaky Adaghistani. Yang maksudnya mereka yang berasal dari Mekah kemudian Hijrah ke Daghistan , Sehingga berkembang di 2 Negara Daghistan dan Arab Saudi kemudian menyebar di berbagai negara di tanah Arab
Sementara salah satu anak beliau bernama Musa Alkadzim yang berada di tanah Arab pertama kalinya mengunakan gelar Syarwani
5. Syarwani / Asyarwani muncul sekitar tahun 573 H - 1213 M yang pertama kali di gunakan oleh Sayid Syech Musa Alkadzim Syarwani Alhasani kemudia menyatu menjadi Sayid Syech Musa Alkadzim bin Ali Yusrah Adaghistani Alghoust Al-Hasani
Kemudian beliau hijrah kembali ke Mekah dan menyematkan gelar tersebut dari dirinya generasi ke 26 hingga ke Kakeknya sampai pada generasi ke 20 Sayid Syech Musa Al-Hasani menjadi Sayid Syech Hasan Ali Asyarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani yang merupakan keturunan dari Syech Abdul Qadir Al-Jailani
Setelah menetap di Mekah beliau di angkat menjadi Amir Mekah terkenal sebagai Syech Hasan Asyarwani/ Musa Alkhadhim
Beliau merupakan Amir Mekah generasi ke 26 sebagai Cicit Rasulullah SAW
Selanjutnya anak cucu - cicit beliau lebih senang mengunakan Panggilan Syech dan Syarwani
Selanjutnya anak cicit beliau lebih senang mengunakan nama Tersebut seperti Syech Musa Syarwani hingga menurun ke generasi ke bawahnya seperti Syech Abdul Hamid Bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani
Termasuk keturunan yang ada di Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Sayid Sharif Syech Mahmud Bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami bersama menantunya Sultan Syarif Muhammad Bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Sultan Ke VI Istanah Kadriah Pontianak
Akibatnya banyak generasi ke bawahnya dari keturunan ini tidak mengetahui kalau mereka adalah keturunan dari Sayidina Hasan Wa Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah SAW, serta mengira bahwa Syarwani sebagai Marga Arab biasa
Maka pentingnya mengunakan Marga yang lengkap menjadi wajib di gunakan agar tidak terjadi salah persepsi baik dari keturunan Syarwani sendiri agar di kenal masyarakat sebagai Marga Ahlulbait Rasulullah SAW
Pangeran Negara Sayid Sharif Syech Muhammad Bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani
Istri Salmah Binti Muhammad Arsyad Al-Banjari dari Riau. Makam juga di Gg Meliau Jalan Tanjungpura Pontianak juga berdampingan dengan suaminya Syech Muhammad Usman Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani
Maka jalur keturunan ini menjadi Alkhotib Al-Banjari Syarwani atau "" Alhasani Al-Husaini Alhasani"'
Keturunan Syarwani jika di telisik dari berbagai sumber Sejarah di manapun mereka berada kebanyakan menjadi orang orang yang menjabat sebagai pegawai Kerajaan maupun Mufti Penasehat Kerajaan merupakan kedudukan yang istimewa di berikan oleh Kerajaan termasuk menjadi Ulama dan Pengarang Kitab yang terkenal di dunia Kontemporer di berbagai belahan dunia Islam
Dari Abdullah Almaky Adaghistani inilah yang pertama kali memunculkan Marga Syarwani "" Sebuah Gelar Yang Menghiasi Wanginya Syariat Islam di berbagai Dunia Islam""
Sharifah Syecah Jamilah Binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani "" Maharatu Suri Mahkota Agung ""
Suami Sultan Syarif Muhammad Bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I bin Sultan Syarif Usman bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Sultan Ke VI Istanah Kadriah Pontianak
Sultan Syarif Muhammad Bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Sultan Istanah Kadriah Pontianak yang Ke VI 1895 M - 1944 M
Istri Sharifah Syecah Jamilah binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami,, Maharatu Suri Mahkota Agung Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak
Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH bin Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri bin Pangeran Perdana Agung Syarif Mahmud bin Sultan Syarif Muhammad Alkadri juga merupakan bagian keturunan Syarwani dari Jalur Perempuan dari Jalur Perempuan istri Sultan Syarif Muhammad Alkadri yaitu Maharatu Suri Mahkota Agung Sharifah Syecah Jamilah binti Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami sedangkan anak - anak Sultan Syarif Melvin Alkadri yaitu :
Pangeran Bendahara Sri Negara Syarif Muhammad Hisyam FS Alkadri bin Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH dan
Pangeran Ratu Anom Sri Negara Syarif Abu Bakar Crisye Alkadri bin Sultan Syarif Melvin Alkadri
Memiliki Genetik Biologis Alkhotib Alhasani + Syarwani Alhasani + Alkhalid Alhasani + Alkadri Alhuseini sebagai Genetik Biologis Induknya adalah Alkadri., Alkhalid dari Ibunya Syecah Tanaya Ahmad Alkhalid, karena Marga Alhasani lebih mendominasi secara hukum Fiqih Genetik Biologis Alhasani lebih mendominasi kepada anak-anak nya
Syecah Tanaya Ahmad Alkhalid Maharatu Suri Mahkota Agung. Istri Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH
Merupakan Pernikahan Sekufu yang di anjurkan Rasulullah SAW untuk keturunannya dan termasuk Pernikahan yang Istimewa dan Sempurna Karena Alhasani Wal Huseini., (Manaqib / Sejarah Marga Alkhalid Alhasani tersendiri)
Sedangkan anak dari istri pertama menjadi gugur Genetik Biologis Gen Perempuanya karena dari kalangan Wanita biasa dan hanya menyandang satu marga saja yaitu Alkadri dari jalur ayahnya Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH dalam hukum ilmu nasab di anggap tidak sempurna dan tidak istimewa demikian jugah dalam hukum fiqh Siasyah tentang Mahkrijul Nasab ((Makraj Susunan Nasab)) juga tidak istimewa dan tidak sempurna
Dari Abdullah Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani inilah yang menyebabkan Marga Syarwani tersebar di berbagai dunia Islam
Sehingga sampai hari ini banyak dari keturunan ini hanya mengunakan Marga Syarwani saja karena sudah mewakili secara keseluruhan gelar - gelar yang berhubungan dengan Marga Syarwani kemudian berkembang pesat di Arab Saudi dan belahan dunia di luar tanah Arab termasuk di Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Akan tetapi seiringan waktu karena dari generasi ke generasi mereka hanya memakai nama Syarwani saja menyebabkan keturunan berikutnya banya di antara mereka yang tidak mengetahui sehingga Marga Syarwani mereka anggap sebagai Marga Arab biasa
Maka pada abad ke 19 banyak orang-orang mengira bahwa Marga Syarwani di anggap sebagai Marga Arab biasa termasuk yang berada di Indonesia ๐ฎ๐ฉ kuhusu d-nya di Kalimantan Barat
Hal inilah yang mendorong Maktab NanGq 1857 pada awal tahun 2015 M - 1436.H mulai memosting di dunia Maya memeperkenalkan Marga Syarwani sebagai Marga Syarwani Alhasani lengkap dengan silsilah sehingga terbaca hingga di negara Arab Saudi dan manca Negara tanpa sedikitpun terjadi hambatan maupun fitnah bahkan banyak keluarga Syarwani dari belahan dunia Islam yang merasa dirinya sebagai keturunan Syarwani berterima kasih
Sebab setelah di telusuri di berbagai Maktab ternyata benar Syarwani merupakan Marga dari jalur Sayidina Hasan yang terdapat di "Naqobatul Asrhaf Mesir"
Dalam Dokumen Maktab Nangq 1857..
Dari nomor 645 sd nomor 652 merupakan garis keturunan yang menggunakan Marga Syarwani Alhasani yang terpecah menjadi 3 Jalur yaitu Syarwani Jalur Maroko, Syarwani Jalur Mesir dan Syarwani Jalur Daghistan dan Mekah yang Jalur bawahnya berbeda - beda akan tetapi Jalur atas sama sebagai keturunan Sayid Hasan Almutsana bin Sayidina Husein. Sehingga di perlukan beberapa Rujukan Naqobah Mesir, Bagdat termasuk Naqobah Elhasimiah Saudi Arabia untuk Singkron isasi data untuk Jalur Syech Abdul Qadir Al-Jailani tetap memakai Naqobah Asraf Bagdad Iraq karena Syech Abdul Qadir Al-Jailani kelahiran dan Wafat serta di besarkan di Baghdad Iraq sebagai data yang tingkat ke-sholehanya 99 % Shohe sedangkan 1 % adalah Allah Subhanahu Wata Ala sehingga menjadi Shohe 100 %
Sebab di luar Naqobah Asraf Bagdad Iraq sering kali Nasab menjadi panjang karena kurangnya tingkat ketelitian dalam penulisan sehingga nama asli dan inisial menjadi urutan Nasab atau nama 1 orang di tulis hingga lebih dari satu kali sehingga secara tidak di sadari Nasab menjadi panjang dan terputus
Catatan leluhur Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail leluhur Alkadri dan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri benar - benar dapat di percaya dan Syarwani merupakan Marga Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang SHOHE di Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Dari Pernikahan Sayid Muhamad Jamalullail bin Hasan Mualim dengan Syecah Munawarah binti Zakaria Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani ini menunjukkan hubungan kekerabatan Keluarga Syarwani dengan Jamalullail Kerajaan Segerm maupun Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak sudah terjalin dari leluhurnya terlebih dahulu hingga generasi ke 38 dari Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri hubungan kekerabatan dan kekeluargaan terjalin kembali dengan menikahnya Sultan Syarif Muhamad Alkadri dengan Syecah Jamilah binti Mahmud Syarwani dan Pangeran Bendahara Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid II Alkadri hubungan kekeluargaan tersebut terus terjalin yang sempat terputus dari generasi ke 27 hingga ke generasi ke 37 atau 10 generasi hubungan kekeluargaan kembali terjalin dengan istimewa atau sempat terputus 682 tahun baru terjalin kembali dengan keturunan antara Syarwani dengan Jamalullail melalui jalur Alkadri jamalullail
Sharifah Syecah Fatimah Binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani "" Ratu Alif ""
Suami Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I bin Sultan Syarif Usman bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
Pangeran Bendahara Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri saat akad nikah dengan Sharifah Syecah Fatimah binti Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami ketika berusia 51 tahun 1907 M., Setelah menikah beliau mendapat tbahan gelar "" TUA" yang maksudnya menikah dalam usia yang sudah lanjut sehingga di gelar ""Pangeran Bendahara Tua ""
Poto terakhir Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri ketika usia 73 tahun
Sebagian kecil anak cicit Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri bersama YGM Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH
Adanya catatan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri di dalam dokumen beliau pada Maktab NanGq 1857
Di sebabkan salah satu cucu Syech Abdullah Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani menikah dengan Dayid Muhammad Jamalullail yang bernama Syecsh Munawaroh binti Zakaria bin Syech Abdullah Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Asyadjely Al-Hasani, yang artinya hubungan keluarga Syarwani dengan Leluhur Alkadri Jamalullail sudah terjadi sejak tahun 750 H - 1329 M atau di generasi 26 uang lalu di mana saat itu Marga Alkadri belum muncul
Sebab Marga Alkadri baru di munculkan sekitar tahun 1070 H - 1650 M ., ini bearti Marga Syarwani jauh lebih tua dari Marga Alkadri atau selisih sekitar 300 tahun atau 3 abad sebelumnya Marga Syarwani sudah ada di Jazirah Arabia
Makam Sayid Sharif Syech Mahmud Bin Abdul Hamid Bin Husein Bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Jalan Tanjungpura Gang Meliau Pontianak Kecamatan Pontianak Kota Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Wafat : Pontianak 21 Jumadilakhir 1314 H / 27 November 1896 H
Makam Sharifah Syecah Saedah binti Abdullah bin Muhammad bin Sultan Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Haqun Waliyul Ahad Waliyul Haq Alkhotib, berada di bawah makam kaki Suaminya Sayid Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani
Ini menunjukkan Keluarga Besar Syarwani dari jalur Istri Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani yaitu Sharifah Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib banyak terdapat di Sambas dan Singkawang saat ini
Anak Sayid Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani dengan istri Sharifah Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib memiliki 4 orang anak dari hasil pernikahanya dengan Sharifah Syecah Saedah Binti Abdullah Bin Muhammad Bin Sultanul Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Haqun Waliyul Haq Waliyul Ahad Alkhotib Sultan Sulu Brunai Darussalam yang berbatasan langsung dengan Sabah Malasia sementara Sultanul Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Haqun Waliyul Haq Waliyul Ahad Alkhotib merupakan keturunan dari Kerajaan Maroko
Sementara Keluarga Mereka yang ada di Maroko juga sudah mulai merapat melalui Media Instagram, dan Via WA dan berminat mendaftar di Maktab NanGq 1857 dan mereka juga meminta di luruskan secara Ghaib untuk mengetahui Kebenaran Keturunan mereka
Ini menunjukkan Maktab NanGq 1857 mulai di menjadi salah satu Maktab yang menjadi Perhatian Keluarga Sultanul Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Haqun Waliyul Haq Waliyul Ahad Alkhotib di Maroko, sekalipun mereka juga sudah tergabung dalam Maktab Naqobatul Asrhaf Maroko
Semoga Maktab NanGq 1857 suatu saat bisa menyatukan keturunan Sultanul Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Ahad Waliyul Haq Waliyul Ahad Alkhotib yang ada di Indonesia dan Maroko Bilkhuhsus yang ada di Sambas, Singkawang umum Indonesia dan kuhususnya di Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Termasuk Kerajaan Sambas dan Kesultanan Kadriah Pontianak, yang selama ini pelan tapi pasti bahwa Maktab NanGq 1857 telah berhasil menyatukan Keluarga Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semoga Allah terus memberikan petunjuk yang lurus sehingga akan mampu mempertemukan keluarga Ahlulbait Rasulullah
Adapun ke 4 anak Sayid Sharif Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami dengan Sharifah Syecah Saedah Binti Abdullah Waliyul Haqun Waliyul Haq Waliyul Ahad Alkhotib adalah :
37. 1. Sayid Sharif Syech Ahmad Bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak
37.2. Sayid Sharif Syech Muhammad Usman Bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
37.3. Sharifah Syecah Jamilah Binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami, istri Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I bin Sultan Syarif Usman bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri,, Maharatu Suri Mahkota Agung Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak
37. 4. Sharifah Syecah Fatimah Binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani, istri Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I bin Sultan Syarif Usman bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri adik kandung ke 3 seibu Sultan Syarif Yusuf Bin Sultan Hamid I Alkadri, Ratu Alif
Dengan adanya pernikahan tersebut telah mengikat dengan erat dan menjadi satu keluarga yang utuh dengan Keturunan Syarwani Alhasani, Alkadri Al-Husaini, Alkhotib Al-Husani yang saling mengikat satu sama lain sehingga tidak terpisahkan
Harapan dari segenap Pengurus Maktab NanGq 1857 semoga Idulfitri 1446 H / 2025 M
Keluarga Syarwani Alhasani Pontianak dan Kelurga Alkhotib Sambas, Singkawang segera melakukan silaturahmi agar peristiwa yang pernah terjadi kembali menjadi merah terhubung kembali
Karena Sa'ad ini hanya dengan Keluarga Alkadri Syarwani saja yang saling berhubungan dan silaturahmi
Sehingga dengan Keluarga Alkhotib dengan Syarwani menjadi terabaikan
Sebab di dalam darah Syarwani Alhasani juga sudah mengalir gen Alkhotib demikian juga di dalam Syarwani juga mengalir darah Alkadri
Sehingga menjadi
Alhasani Wal Huseini dan
Alhasani Wa Alhasani
Yang tidak bisa di pungkiri
Sedarah Pakta dan Sejarah dalam kehidupan leluhur Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Maka bagi keturunan Sayid Sharif Syech Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad secara biologis atas ke 4 saudara tersebut adalah menjadi Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani + Asultanu Aulia Jalaluddin Haqun Waliyul Ahad Waliyul Haq Waliyul Haq Alkhotib "" Syarwani + Alkhotib ""
Baru kemudian dari ke 4 anak tersebut
Tergantung dengan mstga mana mereka menikah
Sedangkan jalur laki - laki tetap
Sedangkan jalur perempuan menjadi
Alkadri Al-Husaini + Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Untuk Sharifah Syecah Jamilah Binti Mahmud demikian juga Sharifah Syecah Fatimah binti Mahmud
Karena keduanya menikah marga Alkadri sehingga menjadi
Al- Huseini + Alhasani
Dalam satu garis lurus yang sama yaitu sama - sama Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Sharifah Syecah Saedah Binti Abdullah Alkhotib adalah anak Bungsu dari 9 bersaudara beliau memiliki abang tertua bernama Sayid Sharif Syech Abdul Ghaffar Bin Abdullah Alkhotib, salah satu anak abang tertuanya adalah Sayid Sharif Syech Ahmad Alkhotib Sambas yang terkenal sebagai Ahmad Alkhotib Sambasi yang merupakan keponakan Sharifah Syecah Saedah Binti Abdullah Alkhotib
Dengan demikian ke empat anak Sayid Sharif Syech Mahmud Syarwani memiliki Gen Syarwani Alhasani dan Gen Alkhotib Alhasani
Kemudian anak perempuan Sayid Sharif Syech Mahmud Syarwani yaitu Sharifah Syecah Jamilah dan Sharifah Syecah Fatimah Syarwani menikah dengan keturunan Sultan Syarif Hamid I Alkadri yaitu :
1. Sultan Syarif Muhamad Bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri menikahi Sharifah Syecah Jamilah binti Mahmud Syarwani sehingga menurunkan keturunan Syarwani Alhasani, Alkhotib Alhasani sebagai Gen induknya Adalah Alkadri yaitu Sultan Syarif Hamid II bin Sultan Syarif Muhamad Alkadri dan Pangeran Mas Perdana Agung Syarif Mahmud bin Sultan Syarif Muhamad Alkadri "" Gen Syarwani Alkhotib Alkadri ((Alhasani - Alhasani Al-Husaini)) demikian juga dengan keturunan dari
2. Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri yang menikahi Sharifah Syecah Fatimah binti Mahmud Syarwani adik dari Sharifah Syecah Jamilah binti Mahmud Syarwani juga memiliki Gen yang sama yaitu "Syarwani Alkhotib Alkadri atau ((Alhasani - Alhasani Al-Husaini))
Tiga bersaudara yaitu :
1. Pangeran Istanah Sayid Syech Ahmad bin Mahmud Syarwani
2. Maharatu Suri Mahkota Agung Syecah Jamilah binti Mahmud Syarwani, istri Sultan Syarif Muhamad Alkadri dan kiri baju Putih dan
3. Ratu Alif Syecah Fatimah binti Mahmud Syarwani. Istri Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri kanan baju putih kehitaman
Artinya secara Nasab antara Keluarga Besar Syarwani dengan Keluarga Besar Alkadri sudah terjalin sejak generasi ke 23 dari Marga Jamalullail dan generasi ke 26 dari keluarga Syarwani kemudian berlanjut kembali pada jaman Sultan Syarif Muhamad Alkadri dengan Syecah Jamilah binti Mahmud Syarwani fan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri hingga sekarang
Maka dengan sendirinya baik keturunan Sultan Syarif Muhamad bin Sultan Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri maupun keturunan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri "" MEWARISI " 9 Gennetik Biologis Syarwani dan Genetik Alkhotib dari istri Sayid Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani yaitu Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib yang merupakan keturunan dari Raja Maroko dan Raja Sulu Brunei darussalam sebuah fakta Sejarah yang tidak bisa di ingkari atau di munafikan / di palsukan
Dan untuk generasi selanjutnya jalur Laki laki yang ada di Kalimantan Barat juga sudah mewarisi Marga Bajuban dan Marga Arsyad Al-Banjari Riau yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan termasuk banyak juga saat ini keluarga Syarwani yang menikah dengan keluarga besar Alkadri
Pangeran Negara Sayid Sharif Syech Muhammad bin Mahmud Syarwani kopiah hitam bersama Pangeran Perdana Agung Syarif Mahmud bin Sultan Syarif Muhammad Alkadri baju putih fasi hitam Datonya Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH
Sementara jalu ke atasnya dari Sayid Muhammad Jamalullail bin Hasan Mualim bin Muhamad Asyadallah bin Hasan Atturabi bin Ali bin Muhamad Tagihan Mugadam
Sayid Muhamad Fagih Mugadam memiliki seorang istri bernama Syacah Maimunah yang terkenal sebagai Ummu Banun binti Muhamad bin Abdullah bin Syech Hasan bin Ali - Alimu Al - Imam Sultanul Aulia Syech Abdul Qodir Al - Meilani Dangkhis Abu Musa Alghoussyi Al-Hasani
Maka dengan sendirinya Marga Alkadri selain memiliki Genetik Biologis Perempuan
1. Marga Syarwani dari pernikahan Sayid Muhamad Jamalullail dengan Syecah Munawarah binti Zakaria bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sayid Syech Abul Hasan Ali Al-Hasani juga memiliki
2. Marga Al - Jeilani dari pernikahan Sayid Muhamad Fagih Mugadam dengan Syecah Maimunah binti binti Muhamad bin Abdullah bin Syech Hasan bin Syech Abdul Qodir Al-Jailani, maka kedua jalur ini mengalir kepada
3. Sayid Husein bin Ahmad Alkadri jamalullail sebagai Genetik Biologis perempuan dari kalangan keturunan Sulnul Aulia dan Waliyullah keduanya yaitu :
1. Sayid Syech Abdul Qodir Al-Jailani dan
2. Sayid Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Al-Hasani
Ini menunjukan dari Sayid Husein bin Ahmad Alkadri jamalullail sudah mengalir Genetik Biologis Perempuan Syarwani sebuah pakta sejarah yang tidak bisa terbantahkan
Sementara Sayid Syech Abul Hasan Ali Asyadjely Alghoust Alhasani, beliau sendiri juga menikahi cicitnya Sayid Syech Abdul qodir Al-Jailani dari anak Sayid Syech Hasan Al - Qodiri yaitu Ummi Banun Syecah Fatimah binti Sayid Zulkarnaen bin Syech Hasan Alqodiri bin Syech Abdul qodir Al-Jailani
Sehingga baik Syarwani, Jamalullail dan Alkadri mengalir Biologis Genetik Perempuan keturunan Syech Abdul qodir Al-Jailani selain itu juga sebagai keturunan langsung Syech Abdul Qadir Al-Jailani
Ini menunjukkan Kawin Sekufu antara Ahlulbait Rasulullah dari jalur Sayidina Hasan dan Sayidina Husein
Sayid Syech Usman Bin Isa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara Perdana
Sayid Syech Abdul Hamid Syarwani adalah seorang Ulama Pengarang Kitab yang membuatnya sebagai pakar Fiqih Mazhab Syafi'i di Jamanya karena kitabnya Tufhstul Ala Muftaj
Sehingga dalam waktu yang singkat namanya terkenal di seluruh dunia Islam dalam Fiqh Majhab Syafe'i
Kitab tersebut selesai di tulis Syech Abdul Hamid bin Husein Syarwani bulan Rabiul Stani 1289 H - 1868 M
Kyai Ahmad Barizi Lan Bulan menyebutkan Sanad keilmuan Syech Abdul Hamid bin Husein Syarwani sebagai berikut :
1. Syech Abdul Hamid Syarwani
2. Syech Ahmad Bajuri
3. Syech Abdullah Syarqawi
4. Syech Muhamad Amir Al-Kabir
5. Syech Muhamad Salim Hipni
6. Syech Ahmad Khalifi
7. Syekh Ahmad Basbisyi
8. Syech Ali Isa Halabi
9. Syech Ali Zayadi
10. Syech Ibnu Hajar Khaitami
11. Syech Islam Zakaria Anshari
12. Syech Ahmad Abdurrahman Iraqi
13. Syech Abdurrahman Husein Iraqi
14. Syech Suraji Bulqini
15. Syech Ala" Athar
16. Syech Maharizul Imam Nawawi
17. Syech Kamaluddin Sallar Ibrili
18. Syech Abu Alat Usman Shala
19. Syech Abdurrahman
20. Syech Abu Said Abdullah Asrun
21. Syech Abu Ali Fariqi
22. Syech Abu Ishaq Siaraizi
23. Syech Qadhi Abu Thoyib Qodir
24. Syech Abu Hasan Muhammad Ali Misraji
25. Syech Abu Ishaq Ibrahim Muhammad Mawarzi
26. Syech Abul Abas Muhammad Siraizi
27. Syech Usman Basyar Anmathi
28. Syech Tabi' Sulaiman Murah
30. Syech Imam Nafi'
31. Syech Abdullah bin Umar bin Khatab
32. Rasulullah SAW
Sayid Syech Hamid Bin Isa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara
Syech Abdul Hamid Syarwani selain sebagai Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah beliau juga Mursyid Tarekat Syadziliyah di pasukan menjadi satu karena memiliki Zikir dan amalan yang sama. , Beliau juga memiliki beberapa murid di antaranya adalah :
1. Syech Nawawi Tanara Al-Bantani, merupakan bapak mertua dari istri kedua Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Hamid I Alkadri dari anak Syech Nawawi Tanara Al-Bantani yang di lahirkan di kota Mekah bernama Syecah Fatimah Tanara Al-Bantani dari isri yang kedua Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri., saat menikah Syech Nawawi Tanara Al-Bantani sudah lama wafat sehingga sebagai walinya abang kandungnya yang berdiam di Arab Saudi., memiliki 2 anak yaitu Syarif Thohir Alkadri dan Syarif Thahir Alkadri lahir dalam keadaan kembar, keturunan ini sekarang bermukim di Hejaz Kota Madinah Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ
Syekh Nawawi Tanara Al-Bantani adalah salah satu Murid dari Sayid Syekh Abdul Hamid bin Syekh Husein Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Al-Hasani yang belajar di Mekah
2. Syech Ahmad Khotib Minangkabau wi
3. Syech Ahmad Khotib Sambasi
4. Syech Mahfud Tremas
5. Syech Kholil Bangkalan
6. Syech Ahmad Khotib Alpalembangi
7. Syech Muhamad Alfatani Thailand bahkan belisu menjadikan Kitab Hasiah Tufha Miuhtaj sebagai Tujukan Utama serta bermursyid langsung kepada Sayid Syech Abdul Hamid i Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami termasuk dalam mendidik muridnya dan beberapa murid lainya
Salah satu dari anak Sayid Syech Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami yang bermukim di Pontianak adalah Sayid Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Ustadz H Abdul Rani yang pernah menjabat Kepala Majelis Ulama Provinsi Kalimantan Barat juga pernah mempelajari Kitab Hasiah Tufha Minhaj karangan Syech Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Dari sini beliau mendapat Ilham untuk menyusun Jadwal Sholat Sepanjang Masa karangan beliau sendiri (Abdul Rani)
Selain itu Abdul Rani juga pernah membahas Kitab Tufha Al Muhtaj di mana saat itu adanya gerakan Wahabi Mekah masuk di Kalimantan Barat setelah Indonesia ๐ฎ๐ฉ merdeka
Ketika Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid Alkadri mengiri 10 orang pelajar ke Mekah untuk menjadi Ulama setelah pulang pada tahun 1777 M - 1878 M M. , Belisu bertemu dengan Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghouts Alhasami di Mekah
Beliau sempat berdialog dengan Sultan Syarif Yusuf Alkadri ingin Hijrah ke Kalimantan Barat untuk berdawah menyebarkan agama Islam khususnya di Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ (Saat itu Negara Republik Indonesia ๐ฎ๐ฉ belum terbentuk) ke inginkan untuk hijrah ke Kalimantan Barat di sambut baik oleh Sultan Syarif Yusuf Alkadri pada hal saat itu beliau aktif mengajar di Kota Mekah khususnya di Masjidil Haram sekaligus sebagai Imam Masjid Masjidil Haram Mekah ((saat itu tahun 1878 M kondisi di Tanah Arab masih dalam ke adaan gersang dan tidak semaju seperti sekarang)) hal lain yang membuat ingin hijrah ke Kalimantan Barat karena adanya gerakan Wahabi yang sangat memprihatinkan di Kota Mekah bahkan di Masjidil Haram , sehingga membuat belisu lebih memilih di tempat yang baru yang tidak ada pengaruh Wahabiyah seperti di Kesultanan Kadriah Pontianak saat itu 1877 M - 1878 M
Pangeran Istanah Putra Sayid Sharif Syech Fasal Bin Abdul Qadir Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Dengan adanya tawaran Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, maka Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami memutuskan untuk hijrah ke Indonesia ๐ฎ๐ฉ tepatnya di Kalimantan Barat Pontianak di Kesultanan Kadriah Pontianak pada bulan September 1878 M setelah Sultan Syarif Yusuf Alkadri berada di Kota Mekah selama 3 bulan, dalam riwayat / dokemen Maktab NanGa 1857 belisu berangkat ke Kalimantan Barat bersama Sultan Syarif Yusuf Alkadri agar ketika berada di Pontianak langsung saja menuju Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak
Setelah merasa betah dan nyaman berada di Pontianak maka belisu di angkat menjadi Mufthi Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak mengantikan posisi Syech Abdurrahman Alkhalid yang sudah lama mengundurkan diri karena sakit, belisu juga di angkat menjadi Imam masjid Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak selain itu juga membentuk grof Gambus / sejenis Pengajian yang di iringi musik Sholawat
Sebagai Mufthi belisu sering di urus oleh Sultan Syarif Yusuf Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri mengadakan kunjungan Silaturahmi di beberapa Kesultanan dan Kerajaan yang ada di Kalimantan Barat bahkan di luar Kalimantan Barat, ketika berada di Kesultanan Sambas belisu bertemu dengan seorang Gadis bernama Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib
Sa'ad itu sebenarnya belisu telah memiliki daftar catatan tentang keluarga Alkhotib dari hasil penulusitan Ketua Maktab NanGa NanGq 1857 kepada salah satu keturunan yang bernama Umi Khodijah daftar catatan tersebut di pinjam seseorang akan tetapi sampai saat ini tidak fi kembalikan sehingga jejak lembaran catatan tersebut menghilang
Akan tetapi di sidi lain Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri juga miliki catatan tersendiri tentang perjalanan hidup Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Asyadjely Alhasani tentang siapa belisu sebenarnya yang selama ini Syarwani hanya di anggap sebagai Marga Arab Biasa bukan berasal dari Ahlulbait Rasulullah SAW
Dari Dokumen peninggalan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, setelah menikah dengan Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib Syech Mahmud Syarwani sering di urus Sultan Syarif Yusuf Alkadri di Kesultanan Sambas
Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib merupakan anak bungsu dari 9 bersaudara beliau memiliki abang kandung tertua bernama Syech Abdul Ghagar bin Abdullah Alkhotib, Syech Abdul Ghaffar memiliki seorang anak bernama Syech Ahmad Alkhotib yang kemudian terkenal sebagai Syech Ahmad khotib Sambasi yang juga pernah belajar kepada ayahnya Syeh Mahmud Syarwani yaitu Syech Abdul Hamid Syarwani ketika berada di Mekkah sehingga belisu juga di angkat menjadi guru dan Imam Masjidil Haram Mekah, sehingga Syech Ahmad Alkhotib Sambasi dalam waktu yang singkat menjadi terkenal di seluruh Indonesia hingga Manca Negara sebagai Imam dan Guru Mursyid di Masjidil Haram Mekah Almukaromah
Karena Syech Mahmud Syarwani ayahnya Syech Abdul Hamid Syarwani merupakan Ulama Besar yang terkenal di Dunia, ahirnya ketika berada di Borneo Barat / Kalimantan Barat selain mendapat perhatian Sultan Pontianak belisu juga mendapat perhatian Sultan Sambas , karena adanya perhatian dari Kesultanan Sambas inilah awal dari pertempuran belisu dengan Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib sehingga menuju jenjang pernikahan
Dari hasil pernikahan dengan Syecah Saedah binti Abdullah Alkhotib beliau memiliki 4 orang anak kandung di antaranya adalah :
1. Pangeran Istanah Putra Sayid Syech Ahmad Bin Syech Mahmud Syarwani memiliki istri bernama Syecah Salma binti Syech Adnan Bajuban memiliki 9 anak kandung
2. Pangeran Negara Sayid Syech Muhamad Usman bin Syech Mahmud Syarwani memiliki istri bernama Salmah binti Muhamad Arsyad Al - Banjari yang menetap di Riau orang tua beliau berasal dari Banjar Borneo Selatan / Kalimantan Selatan memiliki 5 orang anak kandung
3. Maharatu Suri Mahkota Agung Sharifah Syecah Jamilah binti Syech Mahmud Syarwani, suami Sultan Syarif Muhamad bin Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri memiliki 2 orang anak kandung dari keturunan inilah menurut Pangeran Nandahara VI Syarif Ibrahim bin Ahmad (Ahmad Kampak) salah satu keturunan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri yang wajib menjadi Sultan berdasarkan kesepakatan bersama antara sesepuh Kesultanan Ratu Prabu Khodijah binti Sultan Syarif Muhamad Alkadri yang di sepakati pada tahun 1984 M, sehingga di terbitkan Surat Pengadilan tahun 1987 sebagai Sultan adalah anak dari Pangeran Perdana Agung Syarif Abu Bakar Alkadri dengan catatan bahwa Anak-anak Sultan Hamid II Alkadri dari abang kandung seibu bahwa anak Sultan Hamid II Alkadri tidak ingin menetap di Pontianak dan tetap tinggal di Belanda hingga akhir hayatnya dan menyerahkan sepenuhnya agar mengambil Sultan penganti dari anak Tertua Pangeran Perdana Mshkota Agung Syarif Mahmud Aljadri yaitu Pangeran Syarif Abu Bakar Alkadri. Akan tetapi terpaksa di tunda karena adanya tindakan perebutan kekuasaan dari Pangeran Negara Syarif Toto Thaha Bin Thaha (Sultan Sehari 1944 M - 1945 M) yang juga berambisi untuk menjadi Sultan sehingga pada tahun 2004 M setelah di Nobatkannya Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri bin Pangeran Mas Mahkota Perdana Agung Syarif Mahmud Alkadri dari mereka juga menobatkan diri sebagai Sultan yang di katika oleh Wali kota Pontianak sehingga menjadi Dobel Sultan, untuk mengatasi masalah tersebut di urus kembali hingga di Pengadilan Negeri Pontianak Pontianak, maka secara diam - diam Pangeran Nandahara Tua VI Syarif Ibrahim Aljadri menyerahkan kopian Kesepakatan tahun 1984 M yang terbitan Pengadilan tahun 1987 bahwa yang Syah menurun Hukum Adat Kesultanan dan Keputusan secara turun temurun yang berhak menjadi Sultan adalah Syarif Abu Bakar Alkadri bin Pangeran Mas Perdana Agung Syarif Muhmud Alkadri
Sehingga atas pertimbangan tersebut dengan sendirinya yang wajib menjadi Sultan adalah Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri Syah secara hukum adat Kesultanan, Syah secara hukum syariat agama islam dan Syah berdasarkan hukum Negara. Salah satu tugas utama Maktab Nangq 1857 saat itu dan seterusnya sekalipun harus dengan cara politik yang tersembunyi dan saat ini Maktab Nangq 1857 tidak perlu bersembunyi lagi melainkan wajib tetang - terangan apabila ada yang ingin mengesrr Kurdi Kesultanan yang Syah menurut 4 poin tersebut, sebab itu Maktab Nangq 1857 sejak di Deklarasikan 17 Januari 2023 M / 24 Jumadilakhir 1444 H memiliki Semboyan Melintang Patah Membujur Lalu, untuk melindungi Keluarga Besar Kesultanan dan secara Umum Keluarga Besar Aljadri di Seluruh Dunia, sesuai "AMANAH"" Sultan Syarif Hamid I Alkadri kepada Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dan kepada seluruh keturunan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri secara umum dan bilkuhsus yang menjadi Pengurus Maktab Nangq 1857
3 Poin Hasil Deklarasi Maktab Nangq 1857 adalah :
1.Melindungi Keluarga Besar Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak berdasarkan Adat leluhur, Keputusan Sesepuh Tertua, Menurut Syariat Islam, ingerpensi dari Pengadilan Curang akan di tolak dan keputusan Pengadilan yang sesuai aturan Kesultanan akan di terima
2. Melindungi Keluarga Besar Alkadri di Seluruh Dunia bilkuhsus Keturunan Dari Sayid Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail
3. Keputusan Deklarasi ini Pinal dan tidak dapat di ganggu gugat
Pontianak 17 Januari 2023 M / 24 Jumadil ahir 1444 H
4. Ratu Alif Syecah Fatimah binti Syech Mahmud Syarwani suami Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri memiliki 8 anak kandung
Salah satuCicit keturunan Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani yaitu Syech Isa Syarwani menemukan Dokumen asli yang tersimpan yang juga pernah di pegang Pamgeran Bendahsra Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dalam bentuk Kopy Paste adil cetak manual model kuno, wafat tahun (2005 M) mengenai peninggalan Syech Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami yang fi tulis oleh Syech Mahmud bin Syech Abdul Hamid Syarwani
Diantara isi Poin - poin Dokumen Surat yang penting tersebut yang isinya adalah :
Dokumen Tarihk 23 Jumadil Akhir 1310 H
1. Surat daripada Syech Mahmud bin Syech Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani kehadirat As - Sharif Qasim Ibnu Almarhum As - Sayidi As - Sharif Hasan Ibni As - Syarif Muhamad Alkadri (Sultan Syarif Muhamad Alkadri sebelum menjadi Sultan) Tarihk 23 Jumadil Akhir 1310 H - 1889 M . , Bahwa belisu (Syech Mahmud Syarwani) adalah Sayid dari jalur Sayidina Hasan Ashibith bin Ali Abi Thalib dengan Fatimah Az - Zahra binti Rasulullahi SAW namun tidak di hiraukan pihak Keluarga (Syarwani)
Dokumen Tarihk Julhizah 1324 H
2. Laporan suatu upacara Perkahwinan di Istanaj Kadriah Pontianak Tarihk Julhizah 1324 H
3. Surat kuasa pengakuan keturunan Syech Abdul Hamid Syarwani Ad -Daghistani di Pontianak dan lain-lain. Maklum daripada Surat-surat di atas secara ringkasnya dapat di simpulkan bahwa semua adalah penting sekurang-kurangnya ia memberikan pelbagai informasi tentang Sejarah, Adat istiadat dan lain-lain
Adspun Surat Tertarhik 23 Jumadil Akhir 1310 H / 12 Desember 1892 M
Adalah merupakan laporan Pelbagai peristiwa di Pontianak dan Sambas
Di mulai laporan pelbagai peristiwa di Masyarakat pada persekitaran persempitan dan kesusahan termasuk yang di alami Syech Mahmud Syarwani. Walau bagaimanapun Beliau mendapat pertolongan terutama dari Sultan Sambas (ketika berada di Sambas)
Kandungan Surat tersebut amat menarik, selain seorang Ulama, Syech Mahmud Syarwani juga ialah seorang Kesenian Gambus dan lagu - lagu Arab yang bercorak puji-pujian yang biasa digunakan Ahli - ahli Sufi dan Ahlulbait Rasulullah yang terkenal di Negara Mesir ๐ช๐ฌ. Dalam Surat di ceritakan juga peristiwa Sambas, bahwa dari Makah datang seorang Arab ahli Seni Gambus yang terkenal bernama Syech Muhamad Amudi, oleh sebab salah pengertian. Pada mulanya Syech Muhamad Amudi tidak di benarkan persembahan seni dan tidak di benarkan tinggal di Sambas,
Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian Syech Mahmud Syarwani, . Dia sendiri menghadap Pangeran Sambas, sehingga Syech Muhamad Amudi di benarkan tinggal di Sambas dan di benarkan. mempersembahkan sirih pertunjukan (istilah kerajaan Sambas) seni Gambus ini kepada masyarakat Sambas
Berdasarkan yang termaktub dalam isi Surat itu dapat di pelajari pemikiran Syech Mahmud Syarwani., menurutnya Seni ada dua macam, yang pertama di celah oleh syarak dan kedua di perbolehkan.
Lagu - lagu dalam kesenian Gambus itu iaitu ialah yang bercorak puji-pujian kepada Allah Selawat dan lain-lain. sejenisnya di perbolehkan dalam islam demikian juga di perhatikan khalayak yang hadir di tempat yang memperhatikan melaksanakanya juga perlu di perhatikan
Ertinya bukanlah bebas seperti pertunjukan - pertunjukan yang di lakukan oleh golongan - golongan yang melanggar norma - norma yang di gariskan oleh Islam
Pangeran Istanah Putra VIII Sayid Syech Muhammad Fahrulhuda Bin Pangeran Istanah Putra Sayid Syech Faisal Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Asyadjely Alhasani
Dalam lampiran Surat yang sama Syech Mahmud Syarwani menyatakan berhasrat menyebarkan pelbagai kepandaian di PontianPusatkandi Pusatkan di Kampung Melayu. Iaitu sebuah Kampung yang terdekat dengan Istanah Kadriah Pontianak (Istanah Kesultanan Pontianak)
Dalam Surat di nyatakan bahwa beliau sangat mengasihi Zuriat Nabi Muhamad SAW. termasuk Keluarga Sultan Pontianak yaitu Keturunan Sayid Marga " AL - KADRI".
Tulisan Syech Mahmud Syarwani menyebutkan, "" Seboleh - bolehnya tetap di Pontianak Sahaja, biarlah mati di Pontianak Sahaja antara cucu Rasulullah SAW, sehingga berkumpul dengan Beliau (Cucunya dan Rasulullah). Ternyata ini adalah bahasa kiasan yang tidak di pahami saat itu, oleh keturunan Syarwani fi Pontianak bahwa mereka bagian cucunya Rasulullah SAW. bersama Marga Alkadri di Pontianak
Dalam Surat Syech Mahmud Syarwani juga perkembangan dan pembangunan semasa berada dalam Kerajaan Sambas, Beliau meriwayatkan bahwa Sultan Sambas akan menemui Residen Rembang Belanda yang akan memindahkan pusat Kerajaan Sambas
Saat itu hubungan Kesultanan Abad dengan Kesultanan Pontianak benar - benar sangat erat dan Persaudaraan sangat kuat di tangan (Mufti) Syech Mahmud Syarwani. Hubungan Kesultanan Sambas dengan Kesultanan Pontianak ibarat kakak adik yang selalu memberi informasi dalam segala pembangunan dan lain-lain
Hal ini juga di sebabkan kedua Kesultanan merupakan cicit - cicitnya Rasulullah SAW. dan Syech Mahmud Syarwani terus bertekad agar kedua Kesultanan mejalin hubungan persaudaraan sepanjang hayat dan melupakan masa - masa yang sudah berlalu
Dengan langkah itu (memindahkan) Sultan Sambas bermaksud Negeri Sambas menjadi ramai dan dua orang putra Sultan Sambas telah membawa dari Eropah Tugu (belum jelas apa yang di maksud dengan Pen) yaitu pabrik kisaran padi dan lain-lain
Daripada bahagian ini dapat di simpulkan bahwa Syech Mahmud Syarwani juga seperti Ulama - Ulama lain juga menerima kebijakan pemerintah Kesultanan Pembangunan dan Kebijakan
Walau bagaimanapun sekiranya dalam pelaksanaan hal - hal negatif dari merusak agama Islam dan masyarakat penganutnya (sebagai Mufthi Pontianak) adalah wajib (Mufthi) menasehati . Hal ini sama ada nasehat baik bentuk lisan msupun tulisan
Surat Kedua merupakan Dokumen Kerajaan Pontianak yang bertuliskan
Pada Malam Isnin pukul 8 Tarihk Julhizah 1324 H / 12 Pebruari 1907 M
Kandungan ringkasnya adalah laporan salah satu perkahwinan Istanah Sultan Pontianak di balai cermin (Cermin Pecah Seribu) yang di hadiri beberapa pembesar yang terdiri beberapa Sayidi Mucthi sekalian
1. Pangeran Bendahara Ismail Alkadri.(Adik kandung Pangeran Bendahara Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri) dan adik kandung bungsu Sultan Syarif Yusuf Alkadri seibu Maharatu Suri Mahkota Agung Sharifah Fatimah Binti Sultan Syarif Kasim Alkadri
2. Pangeran Tumenggung anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
3. Pangeran Jaya anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
4. Pangeran Suma anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
5. Pangeran Perdana Agung Anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri. ayah Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri datonya Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH
6. Pangeran Aria anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
7. Pangeran Istanah Putra anaknya Syech Mahmud Syarwani
8. Pangeran Seri anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
9. Pangeran Cakra anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
10. Pangeran Jaya anak Sultan Syarif Yusuf Alkadri
Anak-anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri menjadi korban Pembunuhan Jepang peristiwa Mandor berdarah termasuk Pangeran Perdana Agung Syarif Mahmud bin Sultan Syarif Muhamad Alkadri datonya Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH, kecuali Sultan Syarif Hamid II Alkadri bin Sultan Syarif Muhamad Alkadri sast itu beliau berada di Jakarta dan Para tamu undangan undangan terutama dari Kesultanan Sambas para Sultan dan Pangeran lain serta jemputan dari kalangan Rakyat jelata (istilah saat itu)
Disini dapat di ketahui gelar dan pangkat anak-anak dan pegawai Kesultanan Kadriah Pontianak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
Selain itu hadir juga anak-anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri yang tidak tinggal di Istanah Kadriah Pontianak
11. Pangeran Syarif Hasan anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
12. Pangeran Syarif Ali anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
13. Sharifah Salmah Ratu jauh anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri
14. Sharifah Aminah anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri Ratu Bungsu
15. Syarifsj Juriah anak Sultan Syarif Muhamad Alkadri Ratu Bungsu
Perkahwinan yang di lakukan seorang kerabat adalah seorang kerabat Diraja Kerajaan Pontianak dengan Fatimah anak seorang ulama besar bernama Syech Mahmud bin Syech Abdul Hamid Syarwani Adaghistani
Perkahwinan umara Ahlulbait (Kesultanan Pontianak) Iaitu : Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dan keturunan Ulama (Ahlulbait) anak perempuan Syech Mahmud Syarwani Iaitu : Syecah Fatimah Syarwani, yang tersebut brarti menambah keselarasan dan keserasian urusan penta'biran pemerintahan dan urusan Islam
Dalam surat di ceritakan adst - istiadat baik sebelum maupun sesudah Perkahwinan secara terperinci
Sharifah Syecah Alifiah Salsabiah Binti Pangeran Istanah putra Sayid Syech Faisal Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Surat yang ketiga adalah Surat Kuasa juga penting
Iaitu : Surat Kuasa dan Pengakuan Keturunan Syech Abdul Hamid Syarwani Ad - Daghistani yang tidak bertarihk. Kandungan ringkasnya Pembicaraan Kepengurusan "Harta Pusaka Peninggalan Syech Abdul Hamid Syarwani Adh - Daghistani " di Meksh
Mereka yang bertanda tangan ialah "Cucu - cucu beliau di Pontianak ialah :
1. Muhamad Syarwani
2. Ahmad Syarwani
3. Jamilah Syarwani
4. Fatimah Syarwani
Yang tidak bertanda tangan saat itu Isa Syarwani karena saat itu masih kecil
Ayah mereka yang termaktub di dalam surat adalah Syech Mahmud Bin Syech Abdul Hamid Syarwani Adh - Daghistani
Mereka telah memberi kuasa Kepengurusan kepada Ssyid Ali bin Abdullah Az - Zawawi. (sast itu)
Agar surat tersebut dapat kita ketahui betapa eratnya hubungan kekeluargaan dengan Az - Zawawi dengan Syarwani. Kedua - dua keluarga tersebut telah berperanan dalam pendidikan Islam sejak di Makau hingga Hijrah ke Pontianak
Catatan Pinggir :
Istri ke 9 dan ke 10 Inche Jubaidah dan Inche Rahmah keduanya tidak memiliki anak., dari Istri ke 6 SD ke 10 tidak tinggal di Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak hanya Istri ke 1 sd ke 5 saja yang tinggal dan berkumpul bersama-sama di Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak sedang Ratu Syarifah Fatimah Alkadri itri yang terakhir di nikahi merupakan pangkat Cucu Sultan Syarif Muhamad Alkadri tinggal di Perkampungan Arab saat itu beliau merupakan salah satu korban pembunuhan Jepang di Mandor
Adapun yang di maksud Sayidi Ali bin Abdullah Az - Zawawi
Ia adalah ayah Sayid Yusuf Az - Zawawi (Alhasani) pula Ulama besar yang pernah menjadi Mufthi Kesultanan Trengganu Malaysia ๐ฒ๐พ berkhidmat pada tanggal 7 April 1953 M sd 31 Desember 1975 M di Trengganu Malaysia ๐ฒ๐พ
Sayid Abdullah Az - Zawawi pula ia pernah menjadi Mufthi Mekah kemudian juga pernah menjadi Mufthi terakhir Kesultanan Pontianak di Jaman Sultan Hamid I Alkadri setelah Sultan Syarif Hamid I Alkadri Wafatnya dan Sultan Yusuf Naik Tahta 1872 M makas saat itu Sultan Syarif Yusuf bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri mengangkat Mufthi Syech Abdurrahman Alkhalid kemudian setelah beliau sakit - sakitan lalu mengundurkan diri, maka sebagai gantinya di nobatkanlah Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami yang hanya di terkenal sast itu sebagai Syech Mahmud Syarwani
Demikian ketiga Poin isi Surat ini di kirim kepada keluarganya di Makah, juga tersmpan pada dokumen Kesultanan Pontianak.
Pada saat peristiwa Pembunuhan Jepang dokumen yang di simpen di Kesultanan Pontianak habis di musnahkan Jepang sehingga tersisa dokumen yang di Simpan Keluarga Syarwani dan yang di pegang Istri Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri sebagai Arsif Dokumen Maktab NanGq 1857 oleh Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Termasuk silsilah Nasab keluarga Syarwani di Jaman Sayid Syech Javar bin Musa Alkhadzim Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami yang tidak di miliki oleh Keturunan Syarwani di yang bermukim di Indonesia๐ฎ๐ฉ Kalimantan Barat khusus nya yang menetap di Pontianak. Dokumen tersebut peninggalan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri menjadi Dokumen Maktab NanGq 1857 hingga saat sekarang dalam kondisi yang sudah rapuh akan tetapi sudah di kpu paste sehingga yang di gunakan untuk keperluan penyusunan Silsilah Nasab di gunakan Kopy paste tersebut
Dalam catatan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, sebenarnya ke empat anak Syech Mahmud Syarwani telah memegang salinan tersebut sebagai pegangan keturunan Syarwani sehingga jika hilang salah satunya maka yang lain masih memiliki dan dapat di Kopy paste
Syech Mahmud Syarwani adalah seorang ulama besar yang lahir di Kota Maksh Almukaramah sekaligus sebagai Guru besar di Masjidil Haram Makah negara Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ
Sehingga dari leluhurnya fi juluki Al - Makkah sedangkan dari leluhur sebelumnya Al - Maky yang memiliki makna yang sama bahwa Syech Mahmud Syarwani dan leluhurnya sama-sama lahir di Kota Makah hingga sekarang lebih dikenal dengan sebutan AL - MAKY
Karya ayahnya yaitu Syech Abdul Hamid Syarwani juga terdapat dalam Kitab
1. Kitab Nuzhah Al - Azhan fi Tarizim
2. Kitab Nuzham Al - Syuyuhk
3. Kitab Al - Asiyah Asy - Syarwani
Keturunan Syech Mahmud Syarwani sampai sekarang berdasarkan Informasi Pangeran Istanah Putra Sayid Sharif Syech Faisal bin Abdul Qadir Syarwani adalah :
36.1. Anak - anak Syech Ahmad Syarwani ada 9 orang di antaranya adalah :
37.1. Syech Abdul Hamid Syarwani
37.2. Syecah Maznah Syarwani
37.3. Syech Abdul Qadir Syarwani
37.4. Syecah Nora Syarwani
37.5. Syecah Maryam Syarwani
37.6. Syech Mahmud Syarwani
37.7. Syecah Maimunah Syarwani
37.8. Syecah Saedah Syarwani
37.9. Syecah Ramlah Syarwani
36.2. Anak - anak Syech Muhamad Usman Syarwani ada 5 orang di antaranya adalah :
37.1. Syech Isa Syarwani
37.2. Syech Mahmud Syarwani
37.3. Syech Abdul Azis Syarwani
37.4. Syecah Siti Hawa Syarwani
37.5. Syecah Zainab Syarwani
36.3. Anak - anak Syecah Jamilah Syarwani dengan Suami Sultan Syarif Muhamad Alkadri Maharatu Suri Mahkota Agung di antaranya adalah :
37.1 Sultan Syarif Hamid II bin Sultan Syarif Muhamad Alkadri pindah ke Marga Alkadri
37.2. Pangeran Mas Perdana Agung Syarif Mahmud bin Sultan Syarif Muhamad pindah ke marga Alkadri
Sharifah Syecah Aqila Humairah binti Pangeran Istanah putra Tujuh Sayid Sharif Syech Faisal Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Jalan KH. Hasyim Gg Belibis Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐ฎ๐ฉ
36.4. Anak-anak Syecah Fatimah Syarwani dengan Suami Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Ratu Alif di antaranya adalah :
37.1. Syarif Abu Bakar bin Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke Marga Alkadri peniti Dalam Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.2. Syarifah Maimunah binti Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Ratu Alif pindah ke marga Alkadri Negara Singgapure ๐ธ๐ฌ
37.3. Pangeran Bendahara Tua II Syarif Usman bin Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke marga Alkadri Ogol Anjungan Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.4. Syarifah Aisyah bin Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Ratu Alid pindah ke marga Alkadri Kampung Arab Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.5. Syarif Ahmad bin Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke marga Alkadri Telango Sumenep Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.6. Syarifah Fatimah binti Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke marga Alkadri Al-Quds Negsrs Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ.
37.7. Syarifah Aminah binti Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke marga Alkadri Al-Quds Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ
37.8. Syarifah Siti Aisyah binti Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri pindah ke marga Alkadri Al-Quds Negara Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ
Sharifah Syecah Fadilah binti Abdul Qadir Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Pontianak Jalan H
Haris Kelurahan Parit Mayor Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.1. Anak-anak Syech Hamid bin Ahmad Syarwani Pangeran Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak adalah :
38.1. Syech Ahmad Syarwani
38.2. Syecah Hafsah Syarwani
38.3. Syecah Jamilah Syarwani
38.4. Syecah Halimah Syarwani
38.5. Syecah Yeni Syarwani
38.6. Syecah Hanafi Syarwani
38.7. Syecah Fitriani Syarwani
38.8. Syech Juliansyah Syarwani
38.9. Syecah Fsuziah Syarwani
37.2. Anak - anak Syecah Maznah binti Ahmad Syarwani Pangeran Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak, Tidak melahirkan anak / tidak memiliki keturunan
37.3. Anak - anak Syech Abdul Qadir bin Ahmad Syarwani Pangeran Istanah Putra
38.1. Syech Faisal Syarwani "" Al - Alamah Alimu Sayid Sharif Syech Faisal bin Abdul Qadir bin Ahmad bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Alkadzhim Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani
(Yang memberi informasi data keturunan Sayid Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani generasi sekarang)
38.2. Syecah Fadilah Syarwani
38.3. Syech Muhamad Jimmy Syarwani
38.4. Syecah Lisa Syarwani
37.4. Anak-anak Syecah Nora binti Ahmad Syarwani Pangeran Istanah putra Kesultanan Kadriah Pontianak
38.1. Nurainih Putri Norah
38.2. Rosdiana Putri Norah
38.3. Darma Putra Panglima Darma Putri Norah
38.4. Gely Putri Norah
38.5. Yuli Putri Norah
38.6. Yofie Putri Norah
37.5. Anak-anak Syecah Maryam binti Ahmad Syarwani Pangeran Istanah putra Kadriah Kesultanan Pontianak suami Marga Al - Ba'allbed Alhasani
38.1. Sharifsh Jubaidah Syarwani Al - Ba'albed pindah Marga dari Syarwani menjadi Al - Ba'albed imut marga Ayah Kandung demikian juga adik - adiknya
38.2. Ssyid Harun Al - Ba'albed
38.3. Sayid Nasir Al - Ba'albed
38.4. Sayid Faisal Al - Ba'albed
38.5. Sayid Muhamad Furqan Al - Ba'albed
37.6. Anak-anak Syech Mahmud bin Ahmad Syarwani Pangeran Istanah Putra Kesultanan Kadriah Pontianak
38.1. Syech Agus Ridwan Syarwani
38.2. Syech Fawelah Syarwani
38.3. Syech Juliansyah Syarwani
38.4. Syech Fery Syarwani
38.5. Syecah Marlina Syarwani
37.7. Anak-anak Syecah Mamunah Syarwani Pangeran Istanah Putra Kesultanan Kadriah Pontianak menikah dengan Marga Al - Mahdali, anak-anak pindah marga
38.1. Fajar Paningsih Almahdali
38.2. Surya Paningsih Almahdali
38.3. Boy Anhar Almahdali
38.4. Fitriansyah Almahdali
38.5. Sharifah Suryani Almahdali
37.8. Syecah Saedah binti Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Asyadjely Alhasami Pangeran Istanah Putra menikah dengan marga Alkadri dan pindah ke marga Alkadri
38.1. Syarif Fitriani Alkadri
38.2. Syarif Fahisyah Alkadri
38.3. Syarif Firmansyah Alkadri
38.4. Syarifah Marlina Alkadri
38.5. Syarif Wahyudi Alkadri
37.9. Syecah Ramlah binti Ahmad Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani, menikah dengan orang biasa Nadab anak terputus
38.1. Kamilah Putri Ramlah
38.2. Abdurrahman Putri Ramlah
38.3. Indrawati Putri Ramlah
38.4. Melvin Putra Ramlah
38.5. Feni Putri Ramlsh
Ssyid Sharif Syech Muhamad Jimmy bin Abdul Qadir Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Jalan Tritura Kampung Arab No 1 Kelurahan Dalam Bugis Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.1. Anak-anak Pangeran Negara Syekh Isa bin Muhammad Usman Syar Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara Kadriah Kesultanan Pontianak
38.1. Pangeran Negara Syech Usman Syarwani
38.2. Pangeran Negara Syech Hamid Syarwani
37.2. Anak-anak Syech Mahmud bin Muhammad Usman Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara
38.1. Syech Abu Bakar Syarwani (BAM)
38.2. Syech Faruk Syarwani
38.3. Syech Muhammad Nasir Syarwani
38.4. Syech Syecah Khodijah Syarwani
38.5. Syecah Saedah Syarwani
38.6. Syecah Sofia Syarwani
38.7. Syech Muhammad Saleh Syarwani
38.8. Syecah Rabithah Syarwani lain ibu
37.3. Syech Abdul Azis bin Muhammad Usman Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara
Belum memiliki anak karena belum menikah
37.4. Syecah Siti Hawa binti Muhammad Usman Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara
Belum memiliki anak dan belum menikah
37.5. Syecah Siti Zainab binti Muhammad Usman Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami Pangeran Negara
Wafat mudah sehingga belum sempat menikah
Sharifah Syecah Lisa binti Abdul Qadir Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Jalan Tritura Kampung Arab Kesultanan Dalam Bugis Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Susunan Nasab Keluarga Besar Syarwani di Indonesia ๐ฎ๐ฉ Provinsi Kalimantan Barat Koran Pontianak dan sekitarnya adalah sebagai berikut :
Registrasi Nomor : 005. 1337
Pontianak 12 April 1857
Jalur atas
Perubahan : 12 April 1958
Registrasi Ulang : 002. 1542
Pontianak, Rabu 02 Juni 2018
Waktu : 13 : 12 WIB
Dengan Susunan Sebagai Berikut :
Al - Alamah Al - Alimu Al - Mufthi Pontianak Dayid Sharif Syech Mahmud bin Abdul Hamid Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami anak-anak :
37.1. Sayid Sharif Syech Ahmad 36. 1. Bin Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami 9 anak Kandung bermarga tetap Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani dengan gelar Pangeran Istanah di Nobatkan oleh Sultan Syarif Muhammad Alkadri, istri Syecah Salmah Binti Syech Adnan Bajuban
Salah satu Keturunan Sayid Sharif Syech Ahmad bin Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani yaitu :
Pangeran Istanah Putra Sayid Sharif Syech Faisal bin Abdul Qadir Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Jalan Kh. Hasil / Jalan Merdeka Gg. Belibis Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.2. Ssyid Sharif Syech Muhammad Usman 36.1. Bin Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani 5 anak kandung bermarga tetap Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani dengan gelar Pangeran Negara di nobatkan oleh Sultan Syarif Muhammad Alkadri, istri Salmah Binti Muhammad Arsyad Al - Banjari
Salah satu keturunan dari Sayid Sharif Syech Muhammad Usman bin Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani yaitu :
Pangeran Negara Sayid Sharif Syech Usman bin Isa Syazwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani Jalan Tanjung Raya II Kelurahan Saigon Pontianak Timur Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
37.3. Syecah Jamilah Maharatu Suri Mahkota Agung 36.1.Binti Syech Mahmud Syarwani Adaghistani Alghoust Alhasani, 2 anak kandung bermarga pindah marga menjadi ALKADRI Suami Sultan Syarif Muhammad Alkadri dengan gelar Maharatu Suri Mahkota Agung di Nobatkan oleh Sultan Syarif Muhammad Alkadri
Salah satu keturunan dari Sharifah Syecah Jamilah Maharatu Suri Mahkota Agung Binti Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani, yaitu :
YML Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH bin Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri pindah ke jalur Suaminya Sultan Syarif Muhammad Alkadri Jalan Tanjung Raya I Istanah Kadriah Pontianak Kelurahan Dalam Bugis Pontianak Timur Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
((Manaqib / Sejarah Tersendiri))
37.4. Syecah Fatimah 36.1. Binti Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani, 8 anak kandung pindah Marga menjadi ALKADRI, Suami Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, merupakan Penjaga Adat Istiadat dan Penjaga Nasab Dzuriat Alkadri di seluruh dunia terutama keturunan dari Sayid Hussein bin Ahmad Alkadri Jamalullail dan berlanjut kepada keturunannya, istrinya dengan Gelar Ratu Alif di nobatkan Sultan Syarif Muhammad Alkadri
Salah keturunan dari Sharifah Syecah Fatimah Ratu Alif Binti Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani yaitu :
Pangeran Bendahara Tua VII Syarif Abdullah Almugadam Alkadri bin Arif Candra Alkadri. LC., S. Pd. I., MSi pindah ke jalur suaminya Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
((Manaqib / Sejarah Tersendiri))
Panglima Darma Putra Norah Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani jalur ayahnya terputus orang biasa
Segala bentuk yang di buat Maktab lain menjadi tanggungjawab sendiri. dan Maktab NanGq 18t7 terlepas dari konsekuensi tersebut karena merupakan tanggungjawab leluhur Syekh Abdul Qadir Aljeilani. RA, Maktab NanGq 1857 hanya memindahkan data dari beliau atas Titah Beliau sendiri
Penjelasan Rangkaian Nasab Syech Abdul Qadir Al-Jailani tersebut dengan adanya keterhubungan dengan Keluarga Syech Abdul Hasan Ali Asyadjely dan Keluarga Kesultanan Pontianak ini lebih dapat di sebut dengan Silsilah Nasab Ahlulbait Rasulullah yang menikah secara Sekufu antara Keturunan Sayidina Hasan dan Sayyidina Husein sehingga menjadi Al-Hasani Wal Husein dan Al-Hasani wal Hasani yang menjadi Rumpun Induk Silsilah Nasabnya adalah Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam secara utuh yang kemudian di sebut Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Pangeran Bendahara Tua II Syarif Usman bin Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Ibunda Sharifah Syecah Fatimah binti Mahmud bin Abdul Hamid bin Husein bin Ahmad bin Musa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasani
Merupakan Keturunan Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri masih memiliki bagian dari wajah Alkadri dan Syarwani karena baru Generasi pertama anak dari hasil Pernikahan antara Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dengan Syecah Fatimah Binti Sayid Syech Mahmud Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami
Makam Pangeran Bendahara Tua II Syarif Usman Bin Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kampung Ogol Peladis Desa Kepayang Kecamatan Anjungan Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
Makam Nyai Darmani binti Raden Sirajuddin Al-Bantani merupakan istri pertama Pangeran Bendahara Tua II Syarif Usman bin Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Alkadri makam berdampingan di atas kepala samping kanan dari makam istrinya di Dusun Ogol Peladis Desa Kepayang Kecamatan Anjungan Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐ฎ๐ฉ
29. Sayid Syech Javar 28 Bin Musa Alkhadzim adalah Ulama besar sekaligus pernah menjabat sebagai Mufthi Negara Mesir ๐ช๐ฌ dan Mufthi Negara Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ yang juga sekaligus sebagai Amir Kota Madinah Almunawarajh
Jabatan penting tersebut belisu peroleh karena kecerdasan dan kepiawaian beliau dalam menegakkan Da'wah Islam Moderat di tanah Arab yang ternyata Da'wah tersebut merupakan penyesuaian diri dengan kehidupan Wahabiah yang sangat kental di Negara Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ yang memang harus di pahami secara bijak sana di mana penyesuaian yersebut menjadi salah satu Adobsi yang di gunakan oraganisasi Muhamadiah di Indonesia dalam menarapkan sistim kurtul antara agama dan pendidikan maka orang-orang Mujammadiah lebih cenderung mengambil sisi ini agar bisa di sesuai kan jika di tetapkan fi Indonesia sejak tahun 1938 yang mengawali munculnya organisasi Muhamadiah yang berpahsmksn Islam moderat yang mereka Adobsi di tanah Arab
Hal tersebut tidaklah sama dengan pemahaman Wahabiyah yang justru lebih panatik hingga membongkar kuburan - kuburan bersejarah bahkan sampai - sampai mereka ingin mbongksr makam Rasullullah yang membuat reaksi kerasa islam di dunia maka ketika muncul Nahdlatul Ulama tahun 1929 Nahdlatul Ulama salah organisasi Islam yang berperan penting dalam di alih fi tanah Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ sehingga rencana kaum Wahabiah berhasil di batalkan untuk mbongksr makam para Sahabat dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Saat itu Syech Mahmud Syarwani metada risih dengan ke lakuan pemerintah Arab yang mendorong ke imginan kuat beliau untuk hijrah ke Indonesia ๐ฎ๐ฉ ketika bertemu Sultan Syarif Yusuf Alkadri 1879 M - 1300 H yang merasakan tindakan sewenang-wenang kaum Wahabiah di tanah Arab
Paham Islam moderat lah yang membuat Keluarga besar Syarwani dari jaman Asyayid Jabar Bin Musa hingga generasi ke bawahnya mampu menduduki Jabatan penting di Pemerintahan Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ mampu bertahan dari generasi ke generasi di mana paham ini menyesuaikan dengan paham Wahabiah tetapi dari segi Struktur agama berbeda-beda
Bagi yang menetapkan Islam Syuni murni mereka akan tersingkir
Maka para ulama yang berasal dari Indonesia yang mampu bertahan di tanah Arab satu - satu jalan yang terbaik adalah memposisikan diri sebagai Islam Moderat
Ternyata Islam moderat telah di munculkan sejak Jaman Walisongo yang mampu menyerap tradisi di ambil dari akar rumpun dari ajaran Ulama keturunan dari Asyayid Musa Alkadzhim di mana leluhur - leluhur beliau dari generasi Al - Imsmu Asyayid Syech Abdul Qadir Al-Jailani Alghoust Al-Hasani ketika memasuki Negara Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ beliau sedikit merubah Islam Syuni yang di kembangkan sejak beliau fi Maroko dan Mesir agar bisa bertahan sebagai Mufthi dan Ulama beliau merubah Strategi Islam Syuni menuju Islam moderat karena sebagai seorang Syufi yang mendalami Tareqat Qadriah yang suka berpakaian serba mewah mengandung ma'na penyesuaian diri yang tidak terbaca oleh kaum Wahabiah Mekah
Maka generasi cicit- cicit beliau termasuklah Asyayid Syech Mahmud Syarwani yang merasa risih dengan perkembangan Wahabiah di Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ lebih memilih Indonesia ๐ฎ๐ฉ untuk berda'wsh agar paham Syuni yang bermazhsbkan Imsmu Syafi'i yah bisa tetap beliau tanamkan dan Negeri Pontianak yang menjadi pilihan beliau 1879 M - 1300 H
Pangeran Negara Sayid Syech Usman Bin Isa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami bersama keturunan Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Maks apa yang di tetapkan leluhurnya tidak mampu di tetapkan oleh Asyayid Syech Mahmud Syarwani sehingga keputusan bulat ingin berangkat bersama Sultan Syarif Yusuf Alkadri belisu wujudkan pada tahun 1879 M - 1300 H
Maka perjuangan selanjutnya di teruskan oleh saudara - saudara Asyayid Syech Mahmud Syarwani yang hingga saat ini tetap bertahan di tanah Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ
Setelah Raja Salman yang berkuasa saat ini paham Wahabiah sedikit - demi sedikt belisu hapus akan tetapi kebablasan sehingga tahun 2025 M - 1446 H tanah Arab kuhusus Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ telah masuk turis - turis barat yang berpakaian bebas
Akibat kebijakan yang di rubah secara drastis tersebut
Pangeran Negara Sayid Syech Hamid Bin Isa Syarwani Almaky Adaghistani Alghoust Alhasami bersama Keturunan Pangeran Bendahara Tua I Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Setelah Asyayid Syech Musa Alkadzhim bin Ali Yusrah wafat pada tahun 1512 M, maka keturunan beliau tetap menjadi pejabat penting di tanah Saudi Arabia ๐ธ๐ฆ baik sebagai Mufthi maupun sebagai Amir Mekah hingga menangani Proyek - proyek besar di pertambangan minyak dan migas hingga saat ini
Marga Syarwani yang ada di Indonesia dalam penelusuran Maktab Nangq 1857 berbeda beda di antaranya adalah :
1. Marga Syarwani Istanah Kadriah Pontianak berbeda dengan :
2. Marga Syarwani Sambas, selain mereka tidak saling mengenal juga terdapat perbedaan Jalur Nasab demikian juga :
3. Marga Syarwani Kota Kediri Lirboyo mereka juga tidak saling mengenal juga terdapat perbedaan Nasab termasuk juga :
4. Marga Syarwani Banjarmasin mereka juga tidak saling mengenal dan juga terdapat dalam perbedaan Nadab ini menunjukan Rumpun di bawahnya berbeda akan tetapi Jalur atas tetap sama kalu bukan Syarwani Jalur Syeik Abdul Qadir Al-Jailani Bagdad Iraq, Daghistan dan Mekah bearti i Syarwani Jalur Hasan Asyadjely Maroko, Mesir yang Jalur perempuannya saling terhubung, akan tetapi untuk generasi sekarang besar kemungkinan sudah banyak yang menikah perempuan lokal di tempat mereka tinggal sehingga baik Postur tubuh dan wajah sudah menjadi Ras Lokal
Semoga informasi dan Sejarah ini mampu menambah wawasan kita di mana bumi di pijak di situlah langit di junjung di mana tradisi berlaku di bumi yang di pijak maka junjunglsh tradisi tersebut agar tidak tersingkir dari bumi yang di tijjak
Dengan tetap menegakan Syariat dengan penyesuaian Majhab dari ke empat mazhab di sisi Allah sama saja
Selama ruku dan sujudnya sama, i'tidal dan gerakan Sholat nya sama dan tidak keluar dari koridor ajaran Islam maka di sinilah letak ke Indahan dan keharmonisan ajaran Islam
Demikian pesan tersirat dari Asyayid Syech Javar Bin Musa Alkadzhim Syarwani Al-Makki Afghanistani Alghoust Al-Hasani
Kalender 2024 M / 1445 M
Catatan : Blog ini dapat bertambah jika ada informasi terbaru dari Keluarga Syarwani Al-Makki Adaghistani Alghoust Al-Hasani termasuk Poto
Dewan Pimpinan Pusat
Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah
Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif
Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri
Pontianak Jalan Seliung
Seting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857
Di Lindungi Undang-Undang
Jumat 7 Maret 2025 M / 7 Ramadhan 1446 H
11 : 42 WIB