MAKTAB NANGQ 1857 Dewan Pimpinan Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung SEJARAH LENGKAP KERAJAAN BERMARGA JAMALULLAIL
A. KERAJAAN SULU BRUNEIDARUSSALLAM NEGARA BRUNEI DARUSSALAM 🇧🇳
Pendiri Syarif Abu Bakar Bin Muhamad Jamalullail 1405 M - 826 H dengan Gelar Paduka Mahasari Maulana Asultanul Sharif Ul - Hashim I Jamalullail Pendiri dan Sultan Sulu yang pertama 1405 M sd 1457 M / 826 H - 878 H berkuasa 52 tahun
Kesultanan ini beri nama "" Kesultanan Sulu Darul Islam" didirikan pada tanggal 24 Jumadil Awal 808 H / 17 November 1405 M oleh Syarif Abu Bakar Bin Muhamad Jamalullail yang hijrah dari Ariadha Yaman Selatan
Karena tidak punya anak laki-laki ahirnya Kesultanan menobatkan menantunya bermarga Al-Barakat seorang Ulama muda Kelahiran Johor asal Brunei darussalam dengan gelar
"" Paduka Mahasari Maulana II Sharif Ul - Hashim II Al - Barakat Sultan Sulu Ke II
Untuk selanjutnya Kesultanan ini di Pimpinan Marga Al - Barakat Al-Hasani dan Marga Alkhotib Al-Hasani
Adapun Nasab Beliau sebagai berikut :
29. Paduka Mahasari Maulana Asultanul
Sharif Ul - Hashim I Syarif Abu Bakar
Bin Muhammad Jamalullail
28. Bin Muhamad Jamalullail
27. Bin Salim
26. Bin Ahmad
25. Bin Abdurrahman Almagrum
24. Bin Ali
23. Bin Muhammad Aljamalullail
22. Bin Hasan Al - Mualim
Lambang Kesultanan Sulu Brunei darussalam di kirim oleh Keturunan Sultan Asultanul Aulia Haqun Jalaluddin Waliyul Haq Waliyul Ahad Waliyul Haq Alkhotib secara urutan termasuk Sultan yang ke 17
Yaitu Pangeran Haqun Sayid Bahiansysah Waliyul Haqun Waliyul Ahad Waliyul Haq Alkhotib tinggal di Singkawang sekarang (2025 M - 1446 H)
B. PENEMBAHAN KERAJAAN SEGERAM NEGARA INDONESIA 🇮🇩
Pendiri Wan Hamid Jamalullail Bin Wan Abdul Kahar (Sayid Ahmad Jamalullail)
Pendiri dan Penembahan Pertama 1449 M - 1519 M / 870 H - 940 H menjabat sebagai Raja selama 70 tahun
Penembahan Kerajaan Segeram berdiri pada hari Isnin 27 Rabiul Awwal 870 H - 1449 M
Didirikan oleh Wan Hamid jamalullail bin Wan Abdul Kahar (Sayid Ahmad Jamalullail
Wan Hamid jamalullail asli Kelahiran Segeram, karena yang hijrah pertama kali di Segeram adalah ayahnya Ssyid Ahmad Jamalullail yang berasal dari Ariadha Yaman Selatan pada tahun 1418 M - 838 H bersama sahabatnya yang bernama Sayid Tunaja Alkhotib dari Maroko, kemudian dari Beliau la muncul istilah Bungguran / Bunguran sebuah Pulau yang berbentuk Bungur Bawang atau buah yang mirip seperti Bawang yang berada di pinggiran - pinggiran laut Nstuna
Setelah menikah dengan Dayang Komalasari binti Opu Daeng Tondreng (Sayid Syech Alwi Adeni Qaulan Jazirah yang kemudian menjadi Maharatu Suri Mahkota Segeram
Adapun Nasab
30. Wan Hamid Jamalullail Raja Pertama
dan Pendiri Kerajaan Penembahan
Segeram 1449 M - 2529 M (Selama 70)
29. Bin Wan Abdul Kahar (Sayid Ahmad
jamalullail
28. Bin Muhamad
27. Bin Salim
26. Bin Ahmad
25. Bin Abdurrahman Almagrum
24. Bin Ali
23. Bin Muhamad Jamalullail
24. Bin Hasan Almualim
Dari kedua jalur nasab ini jelas menunjukkan bahwa antara :
29.1. Paduka Mahasari Tuanku Maulana Asultanul Sharif Ul - Hashim I Abu Bakar 28. Bin Muhamad jamalullail merupakan saudara Kandung, artinya Wan Hamid jamalullail Pendiri dan Raja Penembahan Kerajaan Segeram adalah Keponakan dari Pendiri Kesultanan Sulu Brunei darussalam 1405 M - 826 H / 1457 M - 878 H hanya berlangsung selama 57 tahun satu generasi saja, kemudian pindah ke marga Al-Barakat dan Alkhotib secara bergantian
Perbedaan Kesultanan Sulu pindah generasi dari Marga Jamalullail selanjutnya ke Marga Al-Barakat dan Alkhotib karena Raja pertama tidak memiliki keturunan anak laki-laki, sehingga di gantikan dengan menantunya dari Marga Al-Barakat, akan tetapi Kesultanan Sulu bangunan yang tetap bertahan hingga sekarang walaupun hanya sebagai Mosium Sejarah di Sulu berbatasan dengan Sabah Malaysia 🇲🇾
Sedangkan Kerajaan Segeram berlangsung hingga 6 generasi dari tahun 1449 M - 1769 M / 870 H - 1190 H selama 320 tahun, Bangunanya di musnahkan Penjajah Portugis sehingga jejak keberadaan menjadi misteri yang sulit terungkap hanya menyisakan beberapa bukti Sejarah seperti coin logam Segaramb, Manuskrif yang sudah tidak bisa terbaca dan makam - makam yang juga sudah di hancurkan sehingga hanya menyisakan gundukan tanah bahkan lebih banyak yang di ratakan dengan tanah yang lokasinya berada di dataran tinggi (Gunung) berjarak dari Laut Segeram atau pelabuhan rakyat berjarak lebih kurang 2 KM dari Laut Segeram
Salah satu bagian Koin peninggalan Kerajaan Penembahan Segeram tahun 1449 M bagian depan Koin
Bagian belakang Koin peninggalan Kerajaan Penembahan Segeram Wan Hamid Jamalullail
Manuskrip Peninggalan Kerajaan Penembahan Segeram tshun 1840 M salinan dari Pangeran Bendahara Syarif Ahmad Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
Manuskrip peninggalan Penembahan Kerajaan Segeram 1840 M merupakan lampiran ke 2 Manuskrip salinan Pangeran Bendahara Syarif Ahmad Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
C. KERAJAAN MATAN KETAPANG INDONESIA 🇮🇩
Pendiri Kerajaan Matan Ketapang Raja Baparung 1400 - 501 M hanya bertahan sampai generasi ke VII
Disebabkan Raja Giri Kesuma VII tidak memiliki anak laki-laki sehingga fi nobatkanlah menantu beliau Sjharif Muhamad Syarifuddin Bin Husein Jamalullail
Setelah Sharif Muhamad Saefuddin bin Husein Jamalullail menjabat Raja untuk selanjutnya Ketajaan Mstan statusnya menjadi Kesultanan Mstan
Dan menjadi Sultan Muhamad Saefuddin ke VIII mengantikan mertuanya Raja Giri Kesuma VII, untuk selanjutnya keturunan Sultan Muhamad Saefuddin bin Husein Jamalullail yang menjadi Sultan hingga sekarang
Salah satu keturunan dari Sultan Muhamad Saefuddin bin Husein Jamalullail adalah :
42. Syarifah Nurani Jamalullail
41. Binti Sah Yunan
40. Bin Yunus
39. Bin Penembahan Gusti Muhamad Saunan Sultan Ke 16 (1845 M - 1924 M)
38. Bin Pangeran Ratu Gusti Muhamad Busra / Basri / Bakri
37. Bin Penembahan Pangeran Perdana Mentri Muhamad Sabran Sultan Ke 14 ((1833 M - 1845 M)
36. Bin Penembahan Anom (1847 M - 1856 M) di lanjutkan lagi 1908 M - 1909 M) silih berganti dengan civitnya karena belum cukup dewasa selanjutnya dari tahun 1909 M - 1924 M) baru secara resmi di teruskan cicitnya karena ayahnya Busro meninggal muda demikian juga kakeknya
35. Bin Pangeran Surya Amangkurat ibunda Maharstu Putri Kesumba binti Raja Sengkauk dengan gelar Sultan Muhamad Yunus Penembahan Mempawah Sebukit Rama
34. Bin Sultan Muhamad Zainuddin Matan
Bapak Mertua Opu Daeng Manambon dan Bapak Mertua Sayid Syarif Husein Alkadri sekaligus Mufthi Matan dan Mufthi Mempawah
33. Bin Pangeran Muda
32. Bin Pangeran Muhamad Saefuddin (1679 M - 1725 M) Sultan ke VIII
31. Bin Syarif Husein Besan Raja Giri Kesuma Raja Matan 1630 M - 1659 M., agar Kesultanan tidak jatuh di tangan orang lain maka pada tahun 1659 M, Rsja Giri Kesuma menobatkan menantunya Muhamad Saefuddin bin Syarif Husein menjadi Raja Matan., untuk selanjutnya Rsja Mstan Muhamad Saefuddin bin Sharif Husein bergelar Sultan Muhamad Saefuddin bin Sharif Husein Matan ( 1679 M - 1725 M) berstatus menjadi Kesultanan
30. Bin Salim
29. Bin Abdullah
28. Bin Muhamad
37. Bin Salim
26. Bin Ahmad
25. Bin Abdurrahman Almagrum
34. Bin Ali
23. Bin Muhamad Jamalullail
22. Bin Hasan Mualim
21. Bin Hasan Atturabi
20. Bin Ali Almastur
19. Bin Muhamad Fagih Almugadam
18. Bin
MAKTAB NANGQ 1857
Dewan Pimpinan Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Segeram Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung
Sering Louyat Dan Hak Cipta Ada Pads :
MAKTAB NANGQ 1857
Di Lindungi Undang-Undang
Pontianak 18 Maret 2025 M / 18 Ramadhan 1446 H
20 : 30 WIB