MAKTAB NANGQ 1857 DEWAN PIMPINAN PUSAT Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri SEJARAH LENGKAP MBA IMAM PANGKIROMAN SYARIF ABDULLAH BIN ALWI BIN ABU BAKAR BIN SULTAN SYARIF USMAN ALKADRI ALKADRI GARUT JAWA BARAT INDONESIA ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Syarif  Abdullah Ghoniyun Bin Afandi Alkadri Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.

Salah satu Keturunan dari Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah Bin Alwi bin Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar Bin Sulan  Syarif  Usman Alkadri Sultan Pontianak Ke III 1819 M - 1855 M Menjabat Sebagai Sultan Selama  36 Tahun

DEKLARASI Maktab NanGq  1857 Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  17 Januari 2023 M / 24 Jumadil Akhir 1444 H

                 
MAKTAB NANGQ  1857  Dewan Pimpinan Pusat Kantor pemeliharaan Dan Statistik Sejarah  Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung

Saat Registrasi Poto Yang di gunakan adalah :

Nomor Register :  045. 1142
Pontianak  21 Agustus 2022 
13 : 39 WIB 
Syarif Abdullah Ghoniyun Bin Afandi Alkadri Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Kabupaten Garut adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Barat 

Sedangkan Ibu Kota Kabupaten Garut terletak di Kecamatan  Taronggong Kidul  Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat di Negara Republik Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Kabupaten Garut yang terletak di dalam wilayah Provinsi Jawa Barat terdiri dari  42 Kecamatan  21 Kelurahan dan 421 Desa selain itu Kabupaten Garut juga terkenal dengan nama-nama sebagai 

1. Kota Intan 
2. Kota Bakso Aci
3. Kota Domba
4. Kota Dodol dan
5. Swis Van Java
6. Cagar Budaya

Syarifah Siti Ayu Seinendan Binti Afandi Alkadri Kota Bekasi Kabupaten Bekasi Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ adik kandung Syarif Abdullah Ghoniyun Bin Afandi Alkadri Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Gelar - gelar tersebut mrncerminksn sebagai aspek Kota Garut mulai dari keindahan alamnya, kekayaan kuliner,  hinga tradisi adat dan kebudayaan dan cagar budaya

Salah satunya adalah berupa warisan - warisan sejarah peninggalan masalah lalu berupa artepak - artepak hingga makam - makam baik yang sudah di jadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat maupun yang belum hingga jejak - jejak makam atau kuburan tua yang tidak terawat yang masih berserakan akibat banyak masyarakat atau pemerintah yang tidak mengetahui sejarahnya sehingga menjadi terbengkalai

Dalam Dokumen Maktab NanGq 1857 untuk wilayah Kabupaten Garut saja  hasil Perivikasi Pangeran Bendahara  VI Syarif Ibrahim Bin Ahmad Bin Usman Bin Thaha Kholil Bin Usman Bin Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri terdapat lebih dari 193 Makam Keluarga Besar Alkadri yang terdapat di Kabupaten Garut hasil Verifikasi terakhir tahun 1984 yang saat itu beliau di dampingi oleh almarhum Pangeran Istanah Syarif Use Yusuf Bin Thaha Bin Usman Bin Pangeran Perdana Syarif Mahmud Bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri makam di Bogor

Hingga saat ini tahun 2025 M / 1446 H tidak pernah lagi di lakukan Verifikasi terhadap makam - makam Keluarga Besar Alkadri tersebut

Ini menunjukkan bahwa Pengurus Maktab NanGq 1857 saat itu benar-benar ulet untuk mengurus dan mendata Leluhur Keluarga Besar Alkadri yang telah meninggal Dunia dari Jaman Sayid Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail

Sehingga Pengurus Maktab NanGq 1857 dapat melakukan Verifikasi ulang berdasarkan data tersebut

Salah satu Pintu Gerbang menuju jalan Desa  Nanjung Jaya Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

193 Makam - makam Keluarga Besar Alkadri  yang terdapat di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  yang sudah terkonfirmasi keturunan sekarang adalah sebagai berikut : 

1. Makam Syarif Muhammad Zein Bin Muhamad Alkadri (wafat 1812 M -  1233 H) keturunan dari Syarif Muhammad Bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah, Desa  Banjarwangi Bojong Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  Kturunan ini sudah terkonfirmasi sejak tahun 1997 M /  1418 H terdapat di 
1. Desa Banjarwangi Bojong Kecamatan Banjarwangi Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kelurahan Sengiring Kecamatan Mempawah Timur Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Desa Kalimas Kecamatan Kakap Kubu Raya Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Wan Syarif Azizah Alkadri sekarang menetap di Kucing Serawak Negara Malaysia ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ  salah satu dari Keturunan Syarif Muhammad Bin Asyayid Syarif Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail

Syarif Wan  Azizah Alkadri, Syarif Wan Dahlan Alkadri keturunan dari Syarif Muhammad Bin Asyayid Syarif Husein Alkadri bersama Panglima Singgapati Syarif Hadan Bin Umar Alkadri ketika berada di Kucing Serawak Negara Malaysia ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ makam - makam leluhur dari saudara mereka terdapat di Garut Desa Banjarwangi Bojong Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut  Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Syarif Wan Dahlan  Bin Hamid Alkadri keluarga dari Syarif Wan Azizah Alkadri Kota Samarahan Serawak Negara Malaysia๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ merupakan keturunan dari Syarif Muhammad Bin Asyayid Syarif Husein Alkadri Mufthi Mempawah 

2. Makam Syarif Alwi Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (Wafat 1880  M -  1301 H) Desa Banjarwangi Bojong Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Keturunan ini  sudah terkonfirmasi sejak tahun 1997 M / 1418 H terdapat di :
1. Kuala Mandor Kecamatan Ambawang  Kabupaten Kubu Raya Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Martapura Kabupaten Banjar Kalsel Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
4. Kelurahan Menteng Jakarta Pusat Kota Jakarta DKI Jakarta Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

3. Makam Syarif Adi Bin Alwi Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat 1890 M - 1310 H) Desa Banjarwangi Bojong Kecamatan banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ keturunan ini sudah terkonfirmasi sejak 1997 M / 1448 terdapat di :
1. Desa Banjarwangi Bojong Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kelurahan Sleman Kota Krapyak Jateng Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

4. Makam Syarif  Usman Bin Abu Bakar Bin  Hamid Bin  Pangeran Hadikusumajaya  Syarif Ali Bin Sultan Syarif Abdurrahman Aljadri (Wafat  1944 M -  1365 H) Desa Tanjungjaya  Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉKeturunan  terkonformasi  tahun 2000 M /  1421 H terdapat di :
1. Kota Sate Badung Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Batulayang Siantan Hilir Pontianak Timur Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Ngabang Kabupaten Landak Kalbar Indonesia  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

5. Makam   Syarif Ismail Bin Abu Bakar Bin Hamid Bin Pangeran Hadiwijayakesuma Syarif Ali Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri (Wafat 1940 M - 1361 H) Desa Tanjungjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ keturunan terkonfirmasi tahun 2000 M / 1421 H terdapat di :
1. Desa Tanjungjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kota Bandung Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Sanggau Kapuas Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

6.  Syarifah Khumairah Binti Abu Bakar Bin Hamid Bin Pangeran Hadiwijayakesuma Syarif Ali Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Desa Tanjungjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ keturunan pindah Marga Assegaf  

7. Makam Syarif Ahmad Bin Hamid Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafst 1897 M -  1318 H) Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ keturunan terkonfirmasi pada tahun 1997 M - 1438 H terdapat di :
1. Kota Palu Sulawesi Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Dan beberapa provinsi lainya belum terkonfirmasi

8. Makam Syarif Abdullah bin Hamid Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat 1900 M -  1321 H) Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ keturunan terkonfirmasi tshun 1997 M - 1438 Hterdapat di :
1. Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kota Semarang Provinsi Jateng Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Kantor Desa Wangunjaya Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

9. Makam Syarif Ja'far Bin Umar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri  (wafst 1898 M -1319 H) Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  konfirmasi keturunan tahun 1997 M - 1438 H terdapat di :
1. Tayan Kabupaten Sanggau Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Desa Suka merang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
3. Jalan Transkalimantan Kabupaten Lamandau Kalteng Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

10. Makam Syarif  Abdullah Bin Alwi Bin Sultan Syarif Usman Alkadri ( wafat 1896 M - 1327 H) Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ terkonfirmasi keturunanya  tahun 1997 M + 1438 H terdapat di :
1. Ciamis Bandung Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Blitar  Jalan Kampus Islam Blitar Jatim Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

11. Makam Syarif  Bakri bin Ali bin Muhamad bin Salim bin Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat 1950 M - 1371 H) Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ terkonfirmasi tahun 1997 M - 1438 H terdapat di :
1. Kota Kediri Jatim Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kota Semarang Jatim Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

12.  Makam Syarif Hamid bin Abdul Hamid  bin Muhamad bin Asyayid Syarif Husein Alkadri Multi Mempawah, wafat  1875 M -  1296 H, Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ terkonfirmasi tahun 997 M - 1438 H terdapat di :
1. Tawau  Sabah Malaysia ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ

13. Makam Syarif Al-Muhajir bin Sulaiman bin Hamid  Bin Pangeran Cakra Buana Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat 1953 M  - 1374 H) Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Konfirmasi tahun 1997 M - 1348 H terdapat di :
1. Tambelan Kepulauan Riau Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kepulauan Midai Riau Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

14. Makam Syarif Usman bin Alwi bin Pangeran  Cakra Buana Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat 1942 M - 1363 H) Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ terkonfirmasi keturunan 1997 M - 1348 H terdapat di :
1. Desa Sukamerang Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kota Bekasi Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

15. Makam  Syarif Abdullah (versi keluarga di kenal Mba Imam Pangkiroman) bin Alwi bin Pangeran Cakra Buana Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri (wafat  1931 M -  1352 H)  Cilelas Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  keturunan terkonfirmasi 2019 M - 1440  H) terdapat di :1. Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
2. Kota Bekasi Jabar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

16. 




Salah satu Tugu Selamat Datang Di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Register : 1791. 1840
Tahun  1840 M -  1261 H
Pangeran Bendahara Syarif Ahmad Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri

Sejarah Lengkap Mba Imam Pangkiroman / Panglima Cakra Garut Syarif Abdullah  Bin Alwi Bin Pangeran Cskra  Buana Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri

Lahir : Donggala Sumenep  29 Desember 1834 M - 1255 H
Wafat : Cilelas  13 Julhizah  1352 H -  1931 M
Dalam Usia :  97 Tahun
Makam : Garut Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Titik Koordinat Makam : 
Istri : Faizah  Binti Raden Anem Al-Bantani


Manuskrip Keluarga Besar Alkadri Garut Provinsi Jawa Barat  Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ .Manuskrip Tahun 2840 M - 1261 H

Panglima Laksamana Cakra Buana Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah Bin Alwi Bin Abu Bakar Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Bin Sultan Syarif Usman Alkadri

Selain sebagai Ulama Belisu juga Panglima Perang sekaligus sebagai ahli pengobatan Batiniah yang di kenal sehingga pernah di Panggil oleh Kakek Buyutnya Sultan Syarif Usman Alkadri untuk. Mengobati salah satu Putri Istanah yang sakit menahun dan di tangani dalam waktu 1 bulan baru di nyatakan sembuh sehingga beliau terkenal di Pontianak saat itu

Sebelumnya Mba Imam Pangkiroman / Panglima Laksamana Cakra Syarif Abdullah Bin Alwi tinggal bersama kakek dan ayahnya di Sumenep Jawa Timur dalam membantu kakeknya Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri dalam mengurus Distrik Perdagangan Wilayah Jawa Timur karena luasnya wilayah yang menjadi tanggung jawab Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri

Selain di bantu anak - anak Beliau juga di bantu beberapa cucunya termasuk Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah bin Alwi Alkadri Panglima Laksamana Cakra, tujuan utama selsi untuk meringankan beban Penangan Distrik sekaligus untuk mendidik anak dan cucunya cara berdagang sekaligus agar anak dan cucunya memeliki pekerjaan dan penghasilan yang layak dengan demikian anak dan cucu Pangeran Acara Buana / Pangeran Junjung Putih berpengalaman dalam berbisnis

43.1. Syarifah Ely Alkadri Binti  Muhammad Afandi  bin Muhamad bin Hasan bin  Abdullah bin Salim bin Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri merupakan salah satu cicit dari Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri yang tinggal di Jalan Kebon Kosong Kelurahan Kebun Kosong  Kota Jakarta Provinsi DKI Jakarta Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dalam mengendalikan barang masuk dan keluar serta mengontrol harga pasaran agar barang yang di bongkar dari kapal layar dapat bersaing dan menghasilkan ke untungan yang maksimal

Serta harus mengetahui jenis barang yang sangat di butuhkan masyarakat di pasaran sehingga barang - barang begitu di bongkar dari kapal sudah ada pembelinya termasuk barang pesanan para pedagang eceran maupun agen di masing - masing wilayah Jawa Barat

Sebab itu banyak keluarga Aljadri yang di rekrut di pekerjakan oleh Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih baik wilayah Jawa Timur  maupun Jawa Barat yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Ketua Distrik Pulau Jawa bagian Timur Dan Barat sat itu sehingga beliau berhasil merangkul Keluarga besar Alkadri yang menyebaksn keluar Aljadri terbanyak untuk Distri Jawa Timur dan Jawa Barat termasuk Garut terkenal sebagai kota  Swis Van Java pusat perdagangan dan wisata

Menurut catatan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, sebab Distrik yang di tangan Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri inilah Keluarga Alkadri hampir setiap kecamatan di Garut menempati posisi sebagai Distributor barang Dagangan sehingga menyebabkan mereka beranak pinak dengan menikahi penduduk asli Garut   umumnya Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (saat itu Indonesia belum merdeka) 

43.2  Syarif Andi Hasan Bin Muhammad Afandi bin Muhammad bin Hasan bin  Abdullah bin Salim bin Pangeran Cakra Buana / Pangeran  Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri Alkadri salah satu adik Kandung Syarifah Ely Alkadri cicit dari Pangeran Cakra Buana/ Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Kota Jakarta Pusat Provinsi DKI Jakarta Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Menurut Pangeran Bendahara Tua VI Syarif Ibrahim Bin Ahmad Alkadri pada saat Verifikasi tahun 1984 M /  1405 H, salah satu penyebab menyebarnya keluarga besar Alkadri adalah sistim Pengaturan Distrik Perdagangan yang hampir 100 ℅ melibatkan Keluarga besar Alkadri dari berbagai keturunan sehingga hampir setiap Kecamatan ada Keluarga Besar Alkadri yang di libatkan baik sebagai wakil Distrik, Distributor maupun sebagai Seles yang menawarkan barang - barang dagangan yang di bongkar dari berbagai Pelabuhan Rakyat saat itu

Selsi itu juga peranan Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah bin Alwi Alkadri juga sebagai Distributor sekaligus mendistribusikan barang dagangan bahkan terkadang kalah beliau juga sebagai Seles

Kesempatan tersebut tidak di sia - siakan untuk berda'wsh dan tidak pernah menolak jika beliau Sholat di Masjid / Mushola di minta menjadi Imam atau Khotib

Akibat banyanya beliau mengirim dan mendistribusikan barang menyebabkan beliau terkenal sebagai Imam Musafir berkeliling dari Masjid ke Masji dan Mushola

Sehingga terkenal sebagai Mba Imam dan masyarakat Umum menurut Salah satu keturunanya beliau Syarif Abdullah Ghoniyun bin Afandi Alkadri, juga di juluki sebagai Mba Imam Pangkiroman yang di ambil dari Bahasa Sunda dari Istrinya orang Sunda Banten yang brarti "" Yang Termulia "" Sedangkan Pang mengandung makna Makam dan Kiriman Termulia "" Pangkiroman bestti "akan Yang Termulia""

Panggilan tersebut dapat di maklumi sebab Beliau selama hidupnya telah banyak belajar Ilmu Agama, Pengobatan, Perdagangan hingga ilmu Perang sehingga terkenal dalam Dokumen Maktab NanGq 1857 sebaga Panglima Laksamana Cakra Syarif Abdullah bin Alwi bin Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri dalam menghadapi pertempuran dengan Belanda


44.1. Syarif Muhammad Fauzan bin Anthar Maulana  bin Muhamad Ali Afandi  bin Muhamad bin Hasan bin  Abdullah bin Salim bin Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri merupakan keponakan Syarifah Ely Alkadri dan Syarif Andi Hasan Alkadri juga merupakan cicit dari Pangeran Cakra Buana/ Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri tinggal di Kelurahan Uwung Jaya Kecamatan Cibodas  Kota Tangerang Provinsi Banten Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Sebagai seorang Ulama Mba Imam Pangkiroman Panglima Laksamana Cakra Syarif Abdullah bin Alwi Alkadri mulai Pertengahan Abad 18 hingga  abad 19 (2931 Wafat) beliau juga pernah menulis Al - Qur'an dengan tanganya sendiri yang masih tersimpan hingga saat ini, kepiawaian dalam berda'wsh di Wilayah Garut hingga fi luar Garut sehingga Mba Imam Pangkiroman di angkat sebagai Anggota Dewan Fatwa pada tahun 1891 M -  1312 H d Jaman Pemerintahan Belanda VOC Batavia di Jakarta

Ketika terjadi perang Garut melawan penjajah Belanda sempat mengalami kemunduran, kemudian pihak Belanda meminta bantuan Pasukan Residen yang ada di Pontianak dan Sulawesi akan tetapi kuatnya perlawanan Rakyat Garut membuat mereka menyingkir di Batavia untuk selanjuta Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah Bin Alwi di angkat senagai Panglima Laksamana Cakra oleh Pasukan yang belisu pimpin sebagian pihak Belanda ada juga yang mengundurkan diri dan bertahan di Bandung sehingga Garut terkenal sebagai Kota  Benteng yang sekarang fi rubah menjadi Kota Dodol setelah Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Merdeka tahun 1945 M, karena merupakan daerah Produksi Pabrik Rumahan Dodo Garut yang terkenal

Tugu Kota Dodol terletak di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Salah satu keturunan Panglima Laksamana Cakra  Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah  Alkadri adalah :

44. Syarif Abdullah Ghoniyun 
43. Bin Afandi 
42. Bin  Syarif Abdussamad 
41. Bin  Syarif Emjoh Hamzah 40. Bin  
       Abdul Ghani 
39. Bin  Panglima Laksamana Cakra  Mba 
      Imam Pangkiroman Syarif Abdullah 
38. Bin  Alwi 
37. Bin Pangeran Cakra Buana / Pangeran 
       Junjung Putih Syarif Abu Bakar 
36. Bin Sultan Syarif Usman 
35. Bin Sultan Syarif Abdurrahman 
34. Bin Asyayid Syarif Husein 
33. Bin Ahmad Alkadri Jamalullail

Yang bermukim di  Kecamatan Kersamana Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

44.1. Syarif Abdullah Ghoniyun  Bin Afandi Alkadri memiliki saudara kandung di antaranya adalah :

44.2. Syarif Dudung Bin Afandi Alkadri
44.3. Syarif Datang Bin Afandi Alkadri
44.4. Syarif Mulya Bin Afandi Alkadri
44.5. Syarif  Olih Bahtiar Bin Afandi Alkadri
44.6. Syarifah Imas Wasilah Binti Afandi
          Alkadri
44.7. Syarifah Evi Hikmawati Binti Afandi
         Alkadri
44.8. Syarifah Ayu Seinendan Binti Afandi
          Alkadri
44.9. Syarif  Muhazir Bin Afandi Alkadri

Manuskrip Salinan Tabun 1840 M - 1261 H
Keturunan Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif  Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri dan  Keturunan yang

Anak-anak Syarif Abdullah Ghoniyun Bin Afandi Alkadri dengan istri...........(Nama istri belum dikirim) adalah :

45.1. Syarif Alfi Sudah Bin Abdullah
          Ghoniyun Alkadri Kersamana Garut
45.2. Syarif Fiqh Bin Abdullah Ghoniyun
          Alkadri Kersamana Garut
45.3. Syarif Wahdan Dzakirin Bin Abdullah
         Ghoniyun Alkadri Kersamana Garut
45.4. Syarif Abdullah Bin Abdullah
         Ghoniyun Alkadri Kersamana Garut
45.5. Syarifah Sayidah Jahra Binti Abdullah
         Ghoniyun Alkadri Kersamana Garut
45.6. Syarif Alwi Saddat Bin Abdullah
         Ghoniyun Alkadri Kersamana Garut

Sebagai seorang ahli pengobatan Mba Imam Pangkiroman/ Panglima Laksamana Cakra Syarif Abdullah bin Alwi terkenal dengan ilmu Akufuntur yang mengunakan Media jarum berlubang untuk mengeluarkan darah kotor akan tetapi bukan berbentuk Fasdhu yang mengeluarkan darah begitu banyak, yang mengakibatkan pasien bisa menyebabkan timbul penyakit baru Anemia karena terkadang darah bersih juga ikut keluar bersama-sama darah kotor

Akufuntur tusuk jarum dengan menelusuri aliran darah membeku yang tersebut dengan cara meminta terlebih dahulu urat yang teridentifikasi adanya darah kotor yang mengental sehingga menyebakan penyakit setruk, dia beres, anis dan jantung karena darah mengalir secara tidak normal di seluruh tubuh

Belisu sendiri belajar dengan kakeknya Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri ketika tinggal bersama kakeknya fi Sumenep tepatnya di sebuah dusun yang bernama Donggala (Bukan Donggala yang terdapat di Sulawesi) akan tetapi banyak di diami Keluarga Besar Alkadri yang berasal dari Donggala

Ada kemungkinan Dusun tersebut di sebut Donggala karena pemberian dari Keluarga Aljadri yang berasal dari Sulawesi daerah ini terdapat Ratusan makam - makam Keluarga Alkadri yang berdiam di Sumenep

Di Sumenep ini juga terdapat sebuah Dusun yang bernama Dusun Layo yang juga di beri oleh marga Alkadri karena di dusun ini tubuh keluarga Alkadri berbadan tinggi besar sebagian mereka merupakan Keturunan dari Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dari anaknya yang berapa Pangeran Bendahara Tua II Syarif Abu Bakar Aljadri ang sebelumnya menetap di Sulawesi kemudian Hijrah di dusun tersebut., akan tetapi sangat di sayangkan sekali rata-rata keturunan ini menisbatkan dirinya kepada Abu Bakar Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Lombok  yang sebenarnya adalah Abu Bakar bin Abdullah keturunan dari Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Asyayid Syarif Husein Alkadri Mufthi Mempawah, sehingga oleh Maktab NanGq 1857 jalur keturunan ini di coret / di tulis tinta merah dengan keterangan salah nisbah dan PUTUS ๐Ÿ‘ซ

Sebab Keturunan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrakamnya di Tibet Tiongkok ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ  dan seluruh keturunan nya hingga saat ini tetap berada di Tibet tidak satupun yang tinggal di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ atas Klaim tersebut Maktab NanGq 1857 dengan tegas jalur ini PUTUS sesuai pernyataan langsung dari hadirnya leluhur Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Yang makamnya terdapst di Tibet Negara Tiongkok  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ

Sesuai dengan Semboyan Maktab NanGq 1857 "" Melintang Patah Membujur Lalu""  berdasarkan Deklarasi yang telah di ucapkan pada hari Selasa  17 Januari 2023 M / 24 Jumadil Akhir 1443 H yang lalu dan wajib di pegangan teguh dengan berbagai Resiko, tantangan dan pengorbanan demi Lurusnya Nasab - Nasab Keluarga Besar Alkadri di Seluruh dunia Bilkuhsus Seluruh Keturunan Asyayid Syarif Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail sesuai amanah leluhur terdahulu dari Sultan Syarif Hamid I Bin Sultan Syarif Usman Alkadri termasuk meluruskan dari jalur ibu dari istri - istri para leluhur Keluarga besar Alkadri

Systif Abdullah Ghoniyun Bin Afandi  Alkadri Keturunan dari Mba Imam Pangkiroman Panglima Cakra Syarif Abdullah bin Alwi bin Abu Bakar Pangeran Cakra Buana / Pangeran Junjung Putih Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman Alkadri Kersamana Garut Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Sebagaimana dengan keturunan Sultan Syarif Hamid II Bin Sultan Syarif Muhammad Alkadri juga tidak satupun yang tinggal di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ melainkan mereka semua menetap di  Negara Belanda, Belanda Island ๐Ÿ sehingga tidak memiliki keturunan di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ demikian juga yang terjadi dengan anak-anak Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bersama istrinya ratu Istanah Fatimah

Maka siapa saja yang menyandarkan kepada kedua Nasab tersebut dengan sendirinya akan ketahuan bahwa mereka tidak mengerti Sejarah leluhur yang di sandarkan / Nisbahkan hingga ngotot memaksakan diri ahirnya di akui oleh Maktab Gadungan yang juga tidak mengerti dengan keturunan tersebut

Hal yang semacam ini wajib bagi Maktab NanGq 1857 menolaknya dengan tegas tanpa memandang kedudukan maupun jabatan seseorang karena tugas utama yang menjadi ke wajiban Maktab NanGq 1857 dari generasi - ke generasi dengan Semboyan "" Melintang Patah Membujur Lalu"" 

Prinsip tersebut wajib di Junjung tinggi berdasarkan wasiat - wasiat leluhur terdahulu

Sebagaimana wasiat dari Sultan Syarif Hamid I Bin Sultan Syarif Usman Alkadri dengan Tegas menyatakan "" Jika tidak bisa menjaga Rahasia terhadap Dokumen yang belum terbuka keturunannya lebih baik di Bakar, Biar pecah di perut asal jangan pecah di Mulud"" Sekalipun itu yang meminta adalah anak cucunya yang menjabat sebagai Sultan, sebab Nasab - Nasab keturunan yang menjadi Sultan sangat terjaga dan Sultan, termasuk Saya (Sultan Syarif Hamid I Alkadri sendiri) juga tidak punya hak untuk meluruskan apa lagi untuk mengakui seseorang senagsi keluarganya, sebab tanggungjawab yang wajib bagi Sultan adalah mengurus Rakyat dalam Negeri agar tidak kelaparan dan mengangkat derajat mereka sebagai bagian dari Rakyat Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak, sebab itu biarlah masalah Nasab Keluarga Besar Alkadri dan Keluarga Ahlulbait yang menikah dengan keluarga Alkadri di urus anaknya Pangeran Bendahara Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid Alkadri karena dia di dampingi leluhurnya, maka keturunan inilah yang wajib menjaga seluruh Nasab Alkadri di dunia dari Asyayid Syarif Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail hingga anak cicit keturunan Pangeran Bendahara Syarif Ja'far Alkadri karena keturunan inilah yang mampu bersikap tegas sebagaimana jiwa leluhurnya nya nanti (Pangeran Bendahara Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri) 

Sehingga dari Sultan Syarif .Abdurrahman Alkadri hingga ke Sultan Syarif Abu Bakar Alkadri termasuk Sultan Syarif Melvin Alkadri., SH tidak satupun yang mau terlibat dalam masalah Nasab., karena memang bukan tanggungjawab Sultan, akan tetapi banyaknya desakan - desakan bagi pihak - pihak yang tidak mengerti tentang hal ini, maka dengan berat hati ada di antara Sultan yang terpaksa buka suara. , akan tetapi salah satu kewajiban para Sultan  Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak tetap menyatukan Keluarga Besar Alkadri di Seluruh Dunia dengan berbagai resikonya sebab tidak semua Keluarga Alkadri yang sejalan dengan para Sultan, tetapi para Sultan tetap merangkul mereka., hal  ini dapat di lihat di dunia Maya postingan Keluarga Alkadri ada yang memojokan dan Mencela Sultan hanya karena kasus dalam rumah tangga sendiri yang seharusnya wajib di redam malah di besar-besarankan di dunia Maya, hal ini menunjukkan pribadi yang tidak bertanggungjawab dan jelas tampak kebodohan mereka sendiri karena ada unsur dengki dan pemecah belah

Seharusnya mereka ini di tindak lanjuti hingga kerana hukum akan tetapi demi menjaga ke utuhan Keluarga Besar Alkadri menyebabkan Para Sultan terdahulu hingga sekarang mengaibaikanya

Menurut Maktab NanGq 1857 suatu tindakan yang bijaksana yang di lakukan para  Sultan, makanya Sultan Syarif Hamid I Alkadri meresmikan Maktab NanGq agar di urus secara khusus oleh anaknya yang memiliki kelebihan bisa merasakan seseorang Ahlulbait atau bukan dan bisa di hadiri oleh leluhurnya secara sempurna dan berkesinambungan secara turun - temurun yang pada saat itu dari ketiga anaknya terdapat yang memiliki ciri - ciri tersebut adalah Pangeran Bendahara Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, sementara Pangeran Mas Perdana Agung / Pangeran Ratu Syarif Yusuf Alkadri tidak masuk dalam ksteria tetsebut dengan alasan bahwa Beliau di persiapkan sebagai Sultan penganti dirinya (Sultan Syarif Hamid I bin Sultan Syarif Usman Alkadri) 

Keluarga Besar Alkadri Garut Bersama Panglima Singgapati Syarif Hasan Bin Umar Alkadri di lokasi Makam Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah bin Alwi Garut Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Mba Imam Pangkiroman yang pernah satu kali berada di Istanah Kadriah Kesultanan Pontianak dalam memenuhi buyutnya Sultan Syarif Usman Alkadri ketika salah satu putri Istanah sakit setelah fi tangani dstu bulan baru sembuh total akan tetapi Mba Imam Pangkiroman bertahan hingga 3 bulan karena masih di perlukan keluarga Istanah yang lain maupun Rakyat sekitar Istanah saat itu yang akan menjalani pengobatan dengan Mba Imam Pangkiroman yang masih berusia sangat mudah tetapi telah memiliki ilmu pengobatan yang sangat luar biasa yang bisa di pelajari dari Kakeknya Pangeran Cakra Buana Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Usman Alkadri

Panglima Singgapati Syarif Hasan Bin Umar Alkadri Jiarah di Makam Mba Imam Pangkiroman Syarif Abdullah bin Alwi Garut Jawa Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Titik Koordinat Makam :

Pangeran Cakra Buana Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Usman  Alkadri dengan istri Samnah binti  Saidi Al-idrus memiliki beberapa anak di antaranya yang sudah terkonfirmasi keturunannya adalah :

37.1. Syarif Alwi Alkadri terkonfirmasi  di Garut 2019 M - 1440 H

37.2. Syarif Hamid Alkadri terkonfirmasi di Tambelan Riau tahun  2019 M - 1440 H











MAKTAB NANGQ 1857
Dewan Pimpinan Pusat 
Kantor pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung

Sering Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857

Di Lindungi Undang-Undang

Pontianak, Jumat 14 Maret 2025 M / 14 Ramadhan  1446 H

22 : 15 WIB



Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI