PANGLIMA SUSUN BANGKAI BERDARAH DINGIN SYARIF ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ALKADRI SENGKUBANG,. MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT PONTIANAK JALAN SELIUNG


Keluarga Besar Sungai Jawi Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak bersama Syarif Arani Arifiani Alkadri  (Muazarfani Alkadri) Salah satu Keturunan Panglima Berdarah Dingin Syarif Abu Bakar Bin Muhammad Alkadri






   MAKTAB NANGQ 1857 Dewan Pimpinan     Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik       Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara 
  Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I 
          Alkadri Pontianak Jalan Seliung 
          Kalimantan Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
REGISTER : 785. 38. 13. Tahun 1869 M / 1290 H

SEJARAH PANGLIMA BERDARAH DINGIN SUSUN BANGKAI SYARIF ABU BAKAR ALKADRI
Bin Muhammad Bin Sultan Syarif Kasim. Bin Sultan Syarif Abdurahman Alkadri Bin Asyayyid Syarif Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail

Lahir : Pontianak 13 Maret 1791 M / 1212 H Dan
Wafat : Sengkubang 27 Juli 1884 M / 1305 H
Dalam Usia : 93 Tahun
Makam : Sengkubang Dalam
Ayahnda : Syarif Muhammad Bin Sultan Syarif Kasem Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
Ibunda : Aminah Binti Abdul Qodir  Alkadri
Istri : Fatimah Binti Abdullah Alkadri, Fatimah merupakan salah satu Keturunan dari Panglima Merah Mangku Terbang Syarif Abdullah bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dari Jalur Ahmad bin Panglima Merah Mangku Terbang Syarif Abdullah Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri, kekerabatan tersebut berlangsung hingga sekarang

Syarif Yahya Bin Kasim Ibnu Alkadri bin Hasan bin Abu Bakar Alkadri Panglima Susun Bangkai bin Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Kasim Alkadri. istri Fatimah binti Karim, Keturunan Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah. Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dari Pernikahan Panglima Berdarsh Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Bin Muhammad Alkadri dengan Fatimah Binti Abdullah bin Ahmad bin Panglima Merah Mangku Terbang Syarif Abdullah Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Belisu memiliki beberapa anak yang sudah yerkonfirmasih Keturunannya, yang belum terkonfirmasi Dalam Rahasia Maktab NanGq 1857

Adapun  Anak tersebut adalah :
39.1. Panglima Syarif Hasan Bin Abu Bakar Alkadri, Makam Karangan 
39.2. Syarif Dalem Bin Abu Bakar Alkadri, Makam Karangan
39.3. Syarif Ahmad Alkadri Bin Abu Bakar Alkadri, Makam Karangan
39.4. Syarifah Rabi'ah Binti Abu Bakar Alkadri, makam SENGKUBANG
39.5. Syarifah Rojanah Binti Abu Bakar Alkadri, makam Sengkubang
39.6. Syarifah Syafish Binti Abu Bakar Alkadri, makam Sengkubang
39.7. Syarifah Rsminah binti Abu Bakar Alkadri, makam Anjungan samping Kodam 64q Beruang Hitam Anjungan
39.8. Panglima Syarif Suratman Bin Abu Bakar Alkadri, Makam Sengkubang
39.9. Panglima Syarif Efendi Bin A u Bakar Alkadri, makam  Sanggau komplek Pemakaman Raja - Raja Sanggau
49.10. Panglima Syarif Ihsan Bin Abu Bakar Alkadri, makam Sanggau Komplek Pemakaman Raja-raja Sanggau

Baik Panglima Syarif Efendi Bin Abu Bakar Alkadri Dan Panglima Syarif Ihsan Bin Abu Bakar Alkadri keduanya merupakan Pejabat di Kerajaan Sanggau di masa hidupnya

GELAR : PANGLIMA BERDARAH DINGIN SUSUN BANGKAI yang melekat kepada Syarif Abu Bakar Bin Systif Muhammad Bin Sultan Syarif Kasim Alkadri, merupakan gelar dari Masyarakat Sengkunang yang sebenarnya Syarif Abu Bakar Bin Muhammad Alkadri di utus oleh Kakeknya Sultan Syarif Kasem Aljadri sebagai Ulama setempat ketika menjabat sebagai  Raja Mempawah Penembahan Syarif Kasem Mempawah dengan menghadiahkan sebuah tombak dari Kerajaan Mempawsh 

Keturunan Panglima Berdarah Dingin Syarif Abu Bakar bin Muhammad Alkadri bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan

Setelah Sultan Syarif Kasem Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri wafat 1819 M / 1240 H, maka Sultan Syarif Usman Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri menjadi Sultan Pontianak Ke III, Masyakat Etnis Cina saat itu yang sudah mengiadsi Perdagangan di Wilayah Kalbar sudah mulai membangkang dan meremehkan penduduk Asli termasuk di Sengkubang saat itu di sebut Kampung Pesisir Pantai (Nama Sengkubang Belum ada) 

Nama SENGKUBANG sendiri berasal dari Bahasa Cina ada yang mengatakan berasal dari Bahasa Cina Kek, Bahasa Cina Ho'lo, dan ada juga Bahasa Cina Hongkong akan tetapi rujukan yang paling kuat adalah Cina Ho, lo yang banyak mendiami daerah Pesisir pantai saat itu sehingga makna Dari SENGKUBANG adalah "" SUSUN BANGKAI DINGIN "" atau Bangkai, pseridtiwa Sudun Bangkai merupakan puncak dari Kemarahan Masyarakat Kalimantan Barat sebagai tindakan Sewenang-wenang dari Etnis Cina yang merasakan sudah menguasai hampir semua Perdagangan di Kalimantan Barat dan ada indikasi ingin mengambil alih Kalimantan Barat sebagai Hongkong Ke II yang di mulai dan di Pusatkan di Mandor (Sekarang Kecamatan Mandor Kabupaten Landak) yang di Pelopori oleh Loe Tepak "" atau  PEMBERONTAKAN LOE TEPA"" Tahun 1855 M sd 1865 M di Mandor yang kemudian meluas di Kalimantan Barat

Syarif Rani Arafiani bin Abdul Rani Alkadri (Muazarfani Alkadri) keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri, Jalan Kom Yos sudarso Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Di Kampung Pesisir Pantai Pantai masyarakat memberi kepercayaan untuk memimpin penumpasan Gerombolan pemberontak lotep maka Syarif Abu Bakar bersedia maka terjadilah peristiwa berdarah tersebut untuk melawan gerombolan pemberontak Lotepa yang berada pesisir Pantai Mempawsh yang dahulu di sebut Kampung Pesisir Pantai Mpawah, gerombolan Pemrontsk Pesisir Pantai Mpawah berhasil di tumpas akan tetapi anehnya Syarif Abu Bakar lahan menumpuk mayat - mayat tersebut hingga mencapai ratusan dan di biarkan begitu saja, yang aneh bagi masyarakat yang membantu ikut menumpuk mayat - mayat tersebut tidak membusuk melainkan dingin sehingga hancur tanpa menimbulkan bau atas peristiwa tersebutlah orang - orang cina yang masih selamat karena menyerah dan tidak melawan menyebutnya mayat yang dingin tanpa bau tetapi hancur menyebutnya dengan sebutan SENGKUBANG yang di artikan Mayat Dingin Sudun Bangkai, seiringan waktu nama tersebut terus di sebut - sebut sehinga masyarakat menamakan Kampung SENGKUBANG, saat itu Sengkunang merupakan Kampung yang sangat angker dan sering terjadi gangguan mahkluk halus

Sehingga orang - orang memanggil Syarif Abu Bakar dengan Gelar Panglima Berdarah Dingin Sudun Bangkai

Ketika di tanya  ilmu apa yang bisu gunakan maka Syarif Abu Bakar diam saja, karena sering di dedak oleh orang - orang yang penasaran maka beliau hanya menunjukan tongkat pemberian Kakeknya Sultan Syarif Kasim Alkadri yang merupakan salah satu peninggalan Istanah Ksdriah di mana di Jaman Sultan Syarif Abdurahman Alkadri tongkat tersebut di gunakan untuk menaiki mimbar Jum at sebagai Khotib, saat ini tidak di ketahui siapa pemegang terakhir tongkat peninggalan tersebut

Awalnya Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri memberi tongkat tersebut karena cucu beliau di tugaskan sebagai Ulama sekaligus imam untuk Rakyat Pesisir Pantai Mpawah, maka dengan kejadian tersebut di anggaplah tongkat tersebut memiliki kesaktian atau tongkat sakti yang bisa di pakai sesuai niat dan keinginan sehingga tongkat tersebut menjadi rebutan, tidak ingin Rakyat berbuat Syirik ahirnya Tongkat tersebut secara tersembunyi di serahkan kepada salah satu anaknya yang berdomisili dikarangan yaitu Syarif Hasan Bin Abu Bakar  (Panglima Berdarah Dingin Susun Bsngkai ) bin  Muhammad  bin Sultan Syarif Kasim Alkadri

Dysrif Muhammad Kholili bin Abdurani Arafiani Alkadri keturunan dari Panglima Berdarsh Dingin Syarif Abu Bakar Alkadri Jalan Kihajar Dewantara Desa Kelamin Hulu Kecamatan  Putu Sibsu Selatan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Konon menurut fitur-fitur salah satu keturunan ini, tongkat tersebut pernah di gunakan oleh Syarifah Salbiah (Yang kemudian terkenal sebagai Panglima Ali Jainal Abiddin dalam menumpas Pasukan Jepang yang melampaui Batas setelah peristiwa Mandor Berdarah 1944 M bersama dengan pasukan daya yang datang dari Darit Manyuke, sejak peristiwa tersebut tongkat yang sempat keluar menjadi incaran sehingga di sembunyikan lagi, setelah Belanda kali berkuasa maka pihak Belanda memburu Syarifah Salbiah binti Ahmad bin Panglima  terbang Mangku Merah Syarif Abdullah bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri

Sehingga ketika wafat pun Mayat Syarifah Salbiah di incar, akhirnya pihak keluarga membuat 2 buah makam yang pertama di buat makam palsu di Anjungan  simpang kodim Anjungan di mana jalan tersebut tembus Kemempawsh (Sekarang Jalan Pangsuma) dan ke 2 makam asli beliau fi Ogoll (sekarang Ogol  Peladis Desa Kepayang Kecamatan Anjungan kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ) yang berdekatan dengan makam Pamgeran Bendahara Tua II Syarof Usman  bin Pangeran Bendahara Tua Syarif JA'FAR bin Sultan Syarif Hamid I Alksdri.

Syarifah Salbiah memiliki Suami bernama Syarif Kasim Ibnu  Bin Had an Bin Abu Bakar Psnglima  erdarah Dingin Sudun Bangkai Syarif Abu Bakar Bin Muhammad bin Sultan Syarif Kasim Alkadri saat itu zTongkst tersebut di sembunyikan oleh Suaminya Syarif Kasim Ibnu bin Hasan yang setelah peristiwa tersebut beliau  kembali di karangan


Poto Bersama Pegawai BRIN dalam acara  buka puasa bersama,. Bersama Keluarga Besar Syarif Suparman Bin Yahya Alkadri keturunan Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri, Kompleks Lapan BRIN Jalan 28 Oktober Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Untuk mengenang keperkasaan seorang wanita maka pihak keluarga membuat batu nisan ukiran berlian berbentuk tongkat seperti pedang saat ini Nisan Berlian seorang Susrifsh Salbiah masih berdiri kokoh di makam Ogol tersebut, akan tetapi sangat di sayangkan sedikitpun dari keturunan ini tidak perduli sama sekali untuk memperbaiki makam Istri Syarif Kasim Ibnu bin Hasan tersebut sebab jika di lihat latar belakang dari keturunan ini termasuk keluarga mampu, maka mustahil tidak mampu membeli 4 keping seng kayu dan cat agar makam tersebut terawat dengan baik, termasuk makam suaminya di karangan dan. Makam. Leluhur lmereka lainya, sebab di antara keluarga ini ada yang menetap di Anjungan sebagai Keluarga Besar Alkadri Anjungan dari keturunan Panglima Ali Jainal Abidin Syarifah Salbiah binti Ahmad bin Panglima Terbang Mangku Merah Syarif Abdullah bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri

Hubungan kekerabatan dengan Panglima Mangku hingga saat ini masih terjalin erat terutama Keluarga yang menetap di Sengkubang termasuk Sungai Duri dan Pontianak dan Sanggau

Sebab makam - makam yang tidak terawatt dan di biarkan terlantar sangat riskan sekali untuk fi klsim orang lain sebagai makam leluhur mereka yang mengakibatkan keturunan asli kehilangan haknya, karena kepentingan oknum - oknum dengan makam - makam tersebut, apalagi jika mereka mengatahui sejarah nya maka jelas bisa di manfaatkan untuk kepentingan tetryentu

Maka hal semacam ini sudah sering g terjadi sehingga justru yang di repotkan adalah Pengurus Maktab NanGq 1857 baik yang berada di Pusat maupun yang berada  di DPW tiap - tiap Provinsi

Syarif Suparman  bin  Yahya Alkadri Keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar bin Muhammad Alkadri, Jalan 28 Oktober Komplek Lapan Brin Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Nurjanah Binti Ahmad Said Istri dari Syarif Suparman Bin Yahya Alkadri,. Keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Bin Muhammad Alkadri,. Jalan 28 Oktober  Lapan Brin Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Syarif Arif Hermawan Bin Suparman Alkadri. Keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri Ibunda Nurjanah binti Ahmad Said. Komplek Lapan BRIN Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Syarif Hery Kurniawan Bin Suparman Alkadri Keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadr Ibunda Nurjanah binti Ahmad Said, Komplek Lapan BRIN Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Syarifah Shinta Puspita Binti Suparman Alkadri keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri Ibunda Nurjanah binti Ahmad Said, Komplek Lapan BRIN Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Syarif Ridho Kurniawan Putra Bin Suparman Alkadri,. Keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri Ibunda Nurjanah binti Ahmad Said, Koplek Lapan BRIN Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  Kasi Porensik Polda Kalbar

Syarifah Husnul khotimah Binti Dyarif Suparman Alkadri, keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri, Ibunda Nurjanah binti Ahmad Said, Jalan 28 Oktober Kompleks Lapan Brin Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

42. Syarif Ilyas Bin Yahya bin Kasim Ibnu bin Hasan Alkadri salah satu keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Syarif Abu Bakar Alkadri Sengkubang bin Muhammad Zein bin Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bin Sayid Husein Mufthi Mempawah. Jalan Galang Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyiuh Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Sosilawati binti Syandi ibunda Sri Astina. Galang Sungai Pinyuh Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Anak kandung Syarif Ilyas bin Yahya Alkadri dengan Sosilawati bin Syandi

43.1. Syarifah Siti Jumraitul Aisyah Alkadri binti Syarif Ilyas Alkadri, ibunda Sosilawati binti Syandi, Galang Pinyuh Mempawah Kalbar

43.2. Syarif Ibni  Hasyim Alkadri bin Syarif Ilyas Alkadri, ibunda Sosilawati binti Syand, Galang Pinyuh Mempawah Kalbar

43.3. Syarifah Nurul Mariatul Asma Alkadri bin Syarif Ilyas Alkadri, ibunda Sosilawati binti Syandi, Galang Sungai Pinyuh Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

43.4. Syarif Ilhamsyah Alkadri bin Syarif Ilyas Alkadri, ibunda Sosilawati binti Syandi, Galang Sungai Pinyuh Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

43.5. Syarifah Madinah Zakiah Alkadri binti Syarif Ilyas Alkadri, ibunda Sosilawati binti Syandi Galang Sungai Pinyuh Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Syarif Ilyas bin Yahya  Alkadri hampir setiap hari rumah belisu di Jalan Galang . Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyiuh Kabupaten Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ  Silih berganti tamu yang datang untuk konsultasi Pengobatan dari berbagai macam Penyakit di antaranya adalah :

1. Pengobatan Pasdhu bersih Darah kotor untuk menghilangkan semua penyakit

2. Bekam juga untuk mengeluarkan kotoran darah penyakit

3. Totok juga untuk mengeluarkan darah Penyakit

4. Berbagai ramuan obat herbal yang juga untuk menghilangkan penyakit

5. Penyakit Rohani Santet, tenung, Sihir, dari berbagai media baik memakai jin, siluman dan mahluk lainya yang membuat orang kesurupan yang dapat merusak harga diri seseorang, rusaknya hubungan suami istri, gurunya omset penjualan, pelaris dan sebagainya

6. Mengobati pasien kesurupan karena perbuatan santet

Brlosu orang yang bijak sana sebab tidak satupun pasirnya pernah di posting baik di grouf WA, apalagi media Sosial bahkan belisu melarang orang membuat vidio atau mempotoh orang yang kesurupan, karena termasuk dalam kode etik Pengobatan , sebab itu larangan kelas memposting atau membuat vidio merupakan tindakan mbuka Ain pasien yang wajib di Rahasiakan, dan juga di kuwstirlan ketika di posting fi grouf ada orang yang tidak bertanggung jawab lalu memposting di dunia Maya, kenyataanya rumah belisu tidak pernah sepi dari orang-orang yang ingin berobat, 

Sebab itu kerahasian seorang pasien dalam berobat harus di lindungi, cukup beliau dan pasien serta keluarga Pasien yang tau penyakitnya, 

Kebanyakan. Manusia sekarang justru Ain pasien di  Pamerkan di grouf dengan berbagai tingkah laku kesurupan karena perbuatan sihir, santet, tenung, tujuh dan sejenisnya yang mengunakan media gaib lalu fi podting yang menjadi bahan lolucun dan candaan sementara padien kesakitan membuka Ain Pasien termasuk dosa besar yang tidak terampuni jika tidak meminta maaf, kelakuan buruk ahklak para ilmu pengobatan ini sering di edarkan di dunia Maya bahkan di sengaja demi mencari popularitas sesaat

Dan itu tidak pernah fi lakukan oleh Sustif Ilyas Bin Yahya Alkadri dalam menangani Pasien yang, karena padien bertujuan untuk menyembuhkan penyakit bulan untuk menunjukan aibnya oleh ahli pengobatan yang tidak beretika dan tidak bershklak termasuk menrahasiakan penyakit Pasien yang

Kenystasmyaalah rumah praktek belisu yidsk pernah sepi dari orang-orang yang ingin mencari solusi untuk kesembuhan

Apa yang di lakukan Systif Ilyas bin zyshya mrupakan warisan dari leluhurnya

Sebab 

Panglima Berdarsh Dingin Sudun Bangkai selai sebagai Ulama, Panglima Perang belisu juga seorang Tabib yang mampu menyembuhkan hampir semua penyakit atas ijin dan kehendak Allah

Semua penyakit dapat beliau tangani, sehingga nama beliau cepat terkenal sebagai Ahli pengobatan yang memiliki etika yang sangat luhur

Maka tidak satupun pengobatan yang beliau tangani di koar-koar kan di Grouf WA apalagi di Media Sosial, di sadari maupun tidak di sadari Systif Ilyas bin Yahya Aljadri telah memeberikan contoh tauladan kepada semua ahli Pengobatan yang miliki profesi yang sama bahwa untuk terkenal yang harus di tanamkan adalah merahasiakan penyskit pasien. Maka mendegar inflasi dari mulut kemulud jelas padien lebih cenderung mencari Ahli Pengobstan yang beretika terhadap pasien yang dan bukan menebar penyakit dan aib pasiennya dalam berpromosi yang mengakibatkan pasien bisa jera untuk berobat atau untuk berkonsultasi terutama bagi pasien yang kebanyakan dalam berobat lebih banyak minta di rahasiakan penyakit dan aib penyakitnya

Akad Nikah Syarif Safri Bin Ilyas Alkadri Keturunan dari Panglima Susun Bangkai Berdarah Dingin Syarif Abu Bakar Alkadri, Anjungan Melancar Desa Anjungan Kecamatan Anjungan kabupaten Mempawah Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Banyak ke ilmuan yang di miliki Panglima Berdarsh Dingin Sudun Bangkai Syarif Abu Bakar yang menurun kepada cucu dan cicitnya tanpa harus belajar bersusah payah dalam ilmu pengobatan demikian juga baik sebagai Panglima Perang maupun sebagai ulama serta umarah untuk Kampung Sengkubang yang beliau pimpin dalam menyebarkan ajaran Islam yang murni saat itu

Contoh - contoh tauladan dari Panglima Sudun Bangkai Berdarsh Dingin Syarif Abu Bakar Alkadri, merupakan contoh tauladan bagi anak cucunya yang telah mewarisi ke ilmuan pengobstan tanpa  harus belajar tetapi mampu memberikan kesembuhan bagi padien yang betonst

Dan sebagai seorang cicit warisan leluhur perlu terus di kembangkan untuk membantu dalam penyembuhan di jaman abad  moderen ini sebagian masyarakat sudah banyak yang lebih cenderung milih Dokter dalam hal penyakit medis

Akan tetapi  terbukti tidak semua penyakit medis mampu di angani Dokter, sehingga orang -  orang masih ada yang mencari kesembuban dengan alternatif lain yang juga biayanya cukup seihklas pasien sehingga lebih terjangkau

Bahkan ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan oleh Dokter karena penyakit tersebut pengaruh dari ilmu ghaib yang fi kirim seseorang kstena ingin mencelakakan pasien seperti santet, tenung, sihir, guna - guna, tujuh dan sejenisnya dengan media mengirim jin atau siluman di dalam jiwa seseorang

Penyakit seperti ini yang berdipst non medis jelas tidak bisa di tangani Dokter bahkan ada Dokter yang tidak percaya dengan penyakit dari pengaruh yang berdipst ghaib karena minimnya pengetahuan tersebut, sehingga padien justru bertambah para ketika fi tsngani dokter yang tidak mengerti pengaruh ilmu ghaib

Syarif Hasbi Arani bin Abdul Rani Alkadri keturunan dari Panglima Berdarah Di gin Sudun Bangkai Syarif Abu Bakar Bin Mujammad Alkadri, Jalan Tanjung Raya II Kelurahan  Saigon  Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Sekipun Gelar yang di Semadtkan Masyarakat kepada Syarif Abu Bakar Sengkubang bin Muhammad bin Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri

Terdengar sangat mengerikan "" PANGLIMA BERDARSH DINGIN SUSUN BANGKAI bukan bearti karakter beliau, Penyematan tersebut hanya terjadi saat Peristiwa pemberontakan  Lotefa saja atas kekejaman etnis Cina yang ingin menjadikan Kallimantan Barat secara umum sebagai Tiongkok Ke II karena merasakan dirinya telah menguasai hampir di i seluruh daerah di Kalimantan Barat  menguasai Perdaganganya, lantas ingin menjadikan Kalimantan Barat sebagai Tiongkok ke II sehingga melakukan tindakan Pemrontsksn kepada Rakyat Kalimantan Barat

Mereka boleh saja mengusai Perdagangan tetapi tidak di ijinkan untuk mengusai Wilayahnya

Bahkan hingga sekarang pun etnis Cina di biarkan untuk menguasai perdagangan di Kaliman Barat bahkan mungkin di Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Akan tetapi haknya tetap sebagai orang yang tinggal di Indonesia  Kalimantan Barat

Dalam Sejarah Kalimantan Barat Etnis Cina telah 3 kali ingin melakukan Pemberontakan tetapi terus di gagalkan oleh penduduk asli Kalimantan Barat yang bersatu

1. PEMBERONTAKAN CINA LOTEPA

Yang terkenal Peristiwa Mandor Mentrado pada tahun 1855 M -  1856 M

Tetapi peristiwa Pemberontakan yang terbesar tejadi pada tahun 1855  M - 186 M yang di Gerakan oleh Lotepa dengan mengambil wilayah Pusat pergerakan di Mandor dan Mentrado atau terkenal dengan Peristiwa  Pemberontakan Mandor Mentrado

Yang mengakibatkan 3 Kesultanan bergerak bersama Pasukan Merah Dayak dengan Sandi Triu dan Mangko Merah terbang, serta Pasukan Merah Penembaban Mempawah, Sambas, Ngabang Dan Sanggau juga di Bantu oleh Resimen Belanda di Pontianak 

Ini merupakan Pemberontakan terbesar Cina Lotefa di sepanjang sejarah di tahun 1855 M - 1856 M di mana pada tahun ini adalah masa peralihan / pergantian Sultan Pontianak dari Sultan Syarif Usman Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri ke anaknya Sultan Syarif Hamid  I Alkadri Bin Sultan Syarif Usman Alkadri pada tanggal 12 April 1855 M +  1276 H, karena ada Penobatan tersebut maka Kesultanan Qadriah Pontianak tidak mengirim pasukan yang tetapi dalam fakta Sejarah Kerajaan lain mengatakan bahwa Kesultanan Pontianak ada mengirim Pasukan,  perlu di garis bahawi bahwa dengan adanya pergantian dan Penobatan Sultan Baru yaitu Sultan Syarif Hamid I Alkadri belisu tidak sedikitpun mengirim Pasukan. 

Sebab pihak Belanda sengaja tidak melibatkan Kesultanan Pontianak dengan alasan masa transisi di balik itu ada sesuatu yang di rahasiakan oleh pihak Belanda

Syarif Huda Dia Ulhaq bin Hasbi Arani Alkadri keturunan dari Panglima Berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar bin Muhammad Alkadri Jalan Tanjung Raya II Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak Kalbar Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Ketika perang sudah usai dan Lotepa dan pasukanya berhasil dii tumpas, maka 4 Kerajaan menuntut Belanda karena telah membantu pihak Belanda dalam menumpas Lotepa ke 4 Kerajaan ini meminta ada Kerajaan yang di bebaskan pajak hingga Nol Persen

Di antaranya adalH :
1. Kesultanan Sambas
2. Kerajaan Mempawah
3. Kerajaan Ngabang dan 
4. Kerajaan Sanggau 

Maka pihak Belanda di Batavia memenuhi permintaan tersebut dengan Nol Persen atau lepas dari Pungutan Pajak

Akan tetapi atas wilayah yang berhasil di Rebut oleh pihak Belanda seluruhnya menjadi Wilayah Kesultanan Kadriah Pontianak atas kesepakatan sebelumnya antara Sultan Syarif Usman Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri yang kemudian di teruskan anak belisu Sultan Syarif Hamid  I Bin Sultan Syarif Usman Alkadri

Dengan menyerahkan semua Wilayah dalam kekuasaan Kesultanan Pontianak yang terdiri dari :

1. Anjungan, Toho, Karangan, Mentrado, Bengkayang hingga perbatasan Darikin Malasiya ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ, Sebadi, Semakin, hingga batas Darit yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Ngabang, 

Saat itu Sungai Pinyuh merupakan wilayah perbatasan Kesultanan Pontianak dengan Kerajaan Mempawah

Kemudian Sungai Duri, Sungai Raya hingga berbatasan dengan Singkawang menjadi Wilayah Kesultanan Pontianak yang membentang hingga kekarangan Kuala Mandor B, sehingga Kerajaan Mempawah, Ngabang dan Sambas gigit Jari atas Strategi pihak Belanda dan yang di untungkan adalah Kesultanan Pontianak

Sekalipun Pihak Belanda me. Otong pajak hingga 70  Persen dan Kesultanan Pontianak hanya mendapatkan 30 persen dari Hasil Pajak dengan wilyah yang luas justru Pajak menjadi besar

Sebab itu ketika Indonesia Merdeka Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten terluas di Kalimantan Barat dan baru di mekarkan pada tahun 2000 menjadi :
1. Kabupaten Kubu Raya
2. Kabupaten Mempawah dan 
3. Kabupaten Landak di mana saat itu Kerajaan Ngabang juga menjadi Kabupaten Pontianak
4. Kabupaten Bengkayang adalah pecahan dari 2 Kabupaten yaitu 50 Persen mengambil wilayah Kabupaten Sambas dan 50 Persen mengambil Wilayah Kabupaten Pontianak, sebab saat sebelum pemekaran Kabupaten Pontianak berbatasan langsung dengan Kota   Admistratip Singkawang

Dengan taktik tersebut Kerajaan Mempawah sempat murka kepada Kedultanan Pontianak

2. PEMBERONTAKAN  LOTEPA II

Terjadi pada Tahun 1927 M di Segedong

Pemberontakan LOTEPA ke II pada dasarnya hanya atas Nama dari orang - orang Etnis  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ yang merasa dirinya sebagai keturunan LOTEPA hanya saja dan berkeinginan melakukan pembalasan akan tetapi peristiwa ini hanya terjadi di Segedong saja dan tidak meluas  karena cepat fi tangani pihak Belanda dan Sultan Syarif Muhammad bin Sultan Syarif YUSUF Alkadri

Awal mulanya terjadinya Peristiwa ini karena etnis - etnis Cina Segedong mulai melunjak kembali sehingga Segedong yang merupakan Basis Orang Melayu bersyukur Bugis dan ada juga dari Keluarga Keturunan Kesultanan Pontianak sudah sangat risih dengan tindakan etnis - etnis Cina yang berbuat sewenang - wenang terutama yang mendiami pasar Segedong. Hal ini di sebabkan mereka sudah berani menjual barang yang di haramkan Babi (istilah Jawa Celeng) hampir di semua sudut Passr bahkan sengaja mengantungkan di toko - toko yang ada di Pasar segedong, ketika di tegur oleh orang-orang Melayu mereka bukan mengambilnya malah semakin menjadi jadi

Pangeran Bendahara Tua V Syarif Ahmad bin Usman Alkadri mersa Segefong di anggap  Kotor akhirnya pindah di Hulu Segedong kemudian membuka lahan dengan dengan Mengunakan Kampak kemudian di Sebut Kampung Kampak, melihat banyaknya orang-orang Melayu pindah maka Etnis Cina semakin merajalela di Segedong

Melihat kondisi tersebut ahirnya orang-orang Melayu menghadap Pangeran Bendahara  Tua IV Syarif Usman Bin Thaha Kholil Alkadri di Kampung Serok

Maka Pangeran Bendahara IV Syarif Usman menghadap Ketua Klenteng yang tinggal du hulu Sungai Bemban Segecong memberi tahu agar Pasar Segedong segera di bersihkan dari Penjualan Barang jenis Babi / Celeng yang sudah meresahkan Masyarakat  Islam Segefong dengan memberi batas waktu 1 Minggu Pasar Segedong Harus di bersihkan

Akan tetapi justru sebaliknya Ketua / Sesepuh Klenteng Parit Bemban hu Segefong malah membuat Provokator dengan menyebarkan Fitnah bahwa Pangeran Bendahara IV Syarif Usman Bin Thaha Kholil Alkadri akan menyerang Segecong jika masih menjual Barang haram tersebut di semua sudut, sebab saat itu Segedong merupakan Pusat Perdagangan yang terdekat dari tempat lain ya

Akibatnya etnis Cina terterkbokadi dan mengatakan Orang Melayu tidak akan mampu jika tidak di bantu Etnis Daya untuk mengusir mereka karena di Jaman LOTEPA saja Segedong tidak bisa di Serang, maka mereka menamakan dirinya sebagai Perlawanan Keturunan LOTEPA II atau Pemberontakan LOTEPA II

Untuk mengatasi masalah tersebut masyarakat Segedong dari berbagai pelosok berkumpul di kediaman Pangeran Bendahara IV Syarif Usman Bin Thaha Kholil Aljadri di Serok, akan tetap Beliau melarang Masyarakat untuk terlibat, biar belisu sendiri dan ke 3 orang muridnya untuk mengatasi masalah tersebut agar ketika masalah tidak bisa di selesaikan cukup mereka berempat saja yang bergerak dan seandainya  belisu dan ketiga muridnya tidak mampu barulah boleh di Bantu maka siap - siap saja untuk menjaga kemungkinanlai yang akan terjadii. Pada saat itu Pangeran Bendahara Tua  IV hanya mengajak 3 orang muridnya saja yaitu :

1. Pangeran Bendahara Tua V Syarif Ahmad Bin Usman Alkadri. Anak Kandung Belisu sendiri yang kemudian terkenal sebagai Ahmad Kampak, Makam Parit Bugis Segedong

2. Abdullah Pedang Makam Gu ung Peniraman kondisi Makam ini mungkin sudah di buldoser saat ini oleh Pertambangan tanah di gunung Peniraman

3. Ci Pste' Makam di Musapai Nama Beliau di Jadikan dengan Kampung Nusapat yang sebelumnya di sebut Kampung Sungai Cina sekarang Desa Musapati dan 

4. Pangeran Bendahara Tua IV Syarif Usman Bin Thaha Kholil Aljadri makam Puncak Gunung Pemeraman bersama Istrinya Syarifah Aminah Binti Abu Bakar Aljadri Panglima Laksamana Leacsa III merupakan anak tertua Syarif Abu Bakar bin Abdullah Aljadri Banten

KRONOLOGIS
Perang yang mengatas namakan Pembrontakan Lotepa  II dari keturunan  yang mengaku sebagai Keturunan Lotefa terjadi di Bulan Maret 1927 M

Sebelumnya Syarif Usman Mengatakan siapa yang masuk di dalam rumahnya akan selamat dan siapa dana yang melawan akan di habisi

Ucapan tersebut ternyata membuat mereka kerasa kepala bahkan para laki-laki dari etnis Cina ini sudah siap dengan pedang dan Damursinya yang berjumlah hampir 300

Karena melihat mereka hanya bertiga maka mereka berkata, benar kata kami bahwa orang Melayu pengecut hanya berani 4 orang saja tanpa mbawa apa - apa pada hal ke 4 orang  hanya membawa keris kecil  beracun jika terkena sedikit saja la gsung kejang

Karena hanya 4 orang ahirnya etnis Cina bermaksud untuk menghabiskan mereka serentak dengan menyebu beramai - ramai. Justru keris kecil tersebut menyayat lehernya - leher meteka sehingga tumbangs satu - persatu bahkan yang lari ssja di kejar maka dalam satu hari pertempuran 4 orang ms. Pu menghabiskan 300 etnis Cina dsri berbagai pe juru Segedong

Pertiwa Berdarsh I I terkenal dengan Peristiwa Pembantaian LOTEPA ke II

Baik Syarif Usman, Ci Pate maupun Abdullah pedang mengalami.  luka  dalam karena benturan benda keras sekalipun kulitnya tidak cacat, semanttara Syarif Ahmad (Ahmad  Kampak) hidungnya terbentur benda keras, ketika sembuh suaranya menjadi sengung dan harus di sumbat kapas agar bisa bersuara jelas, ketika anak-anak sudah besar di tanya tentang hidungnya belaiu hanya menjawab kena Rastung karena sering makam sambal Belacan setiap hari

Setelah peristiwa tersebut mereka di kejar dan di buru Belanda untuk di tangkap

Setelah mendengar bahwa Syarif Usman masih keluarga Sultan Syarif Muhammad Alkadri, pihak Belanda melaporkan kejadian tersebut

Sultan Syarif Muhammad Alkadri agar mereka keluar dari Segedong, agar tidak berlanjut jadi membesar seperti kejadian tahun 1855 M - 1856 M

Atas saran redebut mereka tidak jadi di tangkap kemudian Syarif Ahmad kembali ke Kampung Kampak yang di bukanya sedangkan Ci pate  pergi ke Sungai Cina Sekarang Nusapati kemudian membentuk sebuah perguruan Sillat sampai wafat di Nusapati

Sedangkan Syarif Usman  Berdiam di Puncak gunung Peniraman bersama kedua anak perempuan yang hingga wafat pada tahun 1939  M, setelah istrinya wafat pada tahun 1940 M

Kedua anak perempuan turun gunung dan menetap di Sungai Belanga dan anak terakhir sebagai saksi kunci sejarah  wafat pada tahun 2022 M atau baru  sekitar 3 tahun yang lalu dalam usia  115 Tahun di Sungai Belanga salah satu saksi kunci Sejarah perjuangan Ayah Beliau yang bermakam di Puncak gunung peniraman bersama istrinya, sedangkan anak tertuanya Syarif Abdullah menetap di pedalaman Parit Tayan hingga Wafat di Parit Tayan 

Kemudian Abdullah pedang juga menetap di lereng gunung Peniraman menurut Almarhum Nyai Kembang sebelum wafat makam belaiu sudah runtuh karena di gali - atau di ambil tanahnya untuk di jual sehingga makam tersebut runtuh termasuk makam lainya oleh manusia yang berhati binatang

3. DEMONTRASI CINA  BERDARAH 
Tahun 1965 M, Peristiwa Pengusiran Etnis cina terbesar sebelum meletusnya G 30 S PKI di Indonesia

Peristiwa ini di lakukan Etnis Dayak dengan mengerakan  Mangku Merah dan Sandi Triu Burung Tenggang untuk yang ketiga  kalinya sebab setelah pembantaian Jepang juga di gerakan Mamgku Merah dan Sandi Triu Burung Tenggang untuk menumpas Kebiadaban Jepang tahun 1944  M. sebelumnya Mangku Merah juga di gerakan pada Peristiwa Pemberontakan Lotepa  pada tahun 1855 - 1856 M 

Demontrasi Pengusiran  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ merupakan ISU akan Bangkitnya Cina  ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ kembali dengan menggerakan Partai Komonis Indonesia yang di saat sebelum terjadi Demontrasi banyaknya kematian yang tidak wajar dari Etnis  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ merasa curiga dengan hal tersebut Panglima Pangsuma yang juga merupakan Gubernur Kalbar saat itu untuk menyelidiki peristiea tersebut secara diam - diam, dari hasil penyelidikan ternyata bukanlah sebuah kematian melainkan mereka sengaja membuat acara kematian di mana di. dalam. Konsoi - konsoi tersebut adalah senjata yang di seludupkan dari  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ untuk Persiapan Pembrontakan

Maka setelah acara Cina sudah selesai Kuburan Cina tersebut di Bongkar dan Benar saja isinya bukan mayat melainkan senjata - senjata yang di kirim dari Cina

Setelah mendapatkan beberapa barang bukti dari Kuburan yang di Bongkar maka pada hari Sabtu Subuh Triu dan Mangku Merah Sudah bergerak, pergerakan serentak tersebut hanya bertujuan mengusir orang - orang  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ luar dari tanah hulu

Demontrasi Cina juga di skinstkan Etnis ini tidak memiliki epek jera terhadap peridtiea yang sudah terjadi sebelumnya mereka bersikeras ingin menguasai semua Perdagangan di tanah hulu akibatnya mereka terpaksa di usir dan jika tidak mau lari terpaksa di bunuh

Demontrasi ini Meletus di beberapa titik di antaranya adalah :

1. Pengusiran etnis Cina di Anjungan, Toho, Karangan, Menjalin, Pa Bulu, Salah Tiga, Simpang Kasturi, Mandor, Sebadu, Semakin, Pahuman, Sidas, Darit, Ngabang hingga, Bodok mereka di geser harus pindah Ke Sungai Pinyuh, Pontianak dan Singkawang

3. Mengambil alih semua Rumah dan Rumah Pasar yang di diami Etnis Cina untuk di tempati Penduduk Asli naik dari Etnis Dayak atau Melayu bebas mengambil alih tumah - rumah tersebut sebagai harta rampasan Perang 

Kemudian setelah peristiwa tersebut meletus juga Peristiea G 30 S PKI yang terjadi di Indonesia yang menimpa Para Jendral - Jendral yang di Jakarta hingga merembat hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Barat yang menambah Daftar Panjang penderitaan Rakyat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

2. Gua Boma, Sagstani, Begkayang mereka di geser pindah ke Singkawang

Hingga saat 2025 M peninggalan Rumah - rumah pasar masih ada di hulu seperti Pasar Anjungan, Pasar Pa Bulu, Pasar Ngotak, Pasar Salah Tiga sebagian sudah musnah terbakar dan fi bangun menjadi rumah biasa, Pasar Mandor, Pasar Sebadu, Pasar Semakin, Pasar Pahuman, Pasar Darit, Pasar Sagstani di Singkawang, Pasar Mentrado

Pasar - pasar tersebut hingga saat M masih berdiri kokoh dan kelas Sekali tertinggal dari Pasar - pasar yang di diami etnis Cina Seperti Sungai Pinyuh dan Singkawang

Kita berharap tidak terjadi kembali Huru - hara karena perbistan etnis Cina yang terus meraja lela di Bumi Kalimantan Barat ini, 









MAKTAB NANGQ 1857 Dewan Pimpinan Pusat Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Pontianak Jalan Seliung Kalimantan Barat Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Seting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857

Di Lindungi Undang - Undang

Pontianak, Sabtu 26 April 2025 M / 28 Syawal 1446 H

04 : 51 WIB



Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI