RATIB ALKADRI MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT PONTIANAK JALAN SELIUNG
RATIB ALKADRI
Dan bin Ali Kholigosam bin Muhammad Alwi Ast - Tsani bin Muhammad Alwi Assawma bin Alwi Abdullah Awwal bin Abdullah bin Ahmad Al - Muhajir bin Isa Arummi bin Muhammad An - Nagih bin Ali. Al - Ureidha bin Ja'far Ashodiq bin Muhammad Al - Bagir bin Ali Jainal Abdidin (Asyajad) bin Sayidina Husein Ibunya Sayidah Fatimah Az - Zahra. Rha (dan Ali Abi Thalib ) binti Nabiyullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
MAJELIS RASULULLAH
MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT
SAMPUL RATIB ALKADRI
SAMPUL TERBARU
RATIB ALKADRI
STEMPEL PERTAMA
dibuat pada Tahun 1769 M - 1184 H
Sebelum Menjadi Sultan Ketika Ayahnya Al - Al - Alamah Al - Imam Mufthi Mempawsh Wafat pada hari Rabu, 2 Julhijah 1184 H / 19 Mac 1769 M bahwa ayahnya sudah meramalkan anaknya akan menjadi Sultan (Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri 1771 M - 1778 .M masa merintis dan di Nobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama pada hari Senin 1 September 1778 M / 18 Sya'ban 1192 H terbukti Stempel ini sudah di Capkan pada RATIB ALKADRI yang mereka karang bertiga Saudara :
1. Syarif Alwi Alkadri / Tuan Bujang
2. Syarif Abdurrahman Alkadri / Sultan
Pendiri dan Sultan Pontianak Pertama
Ke I
3. Syarif Abu Bakar Alkadri / Panglima
Laksamana I
SELAYANG PANDANG
RATIB ALKADRI
RATIB ALKADRI atau RATIBUL QADRI merupakan karangan Tiga bersaudara yaitu Tuan Bujang Syarif Alwi bin Sayid Husein Alkadri, Sultan Syarif Abdurrahman bin Sayid Husein Alkadri dan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri saat Ayahnya Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Wafat hari Rabu 2 Julhijah 1184 H - 19 Mac 1769 M
Di buat dengan cepat setelah 3 hari wafatnya Almarhum Sayid Husein bin Ahmad Alkadri dan hari yang ke 14 RATIB ALKADRI sudah dapat di gunakan untuk Pertama Kalinya dengan Stempel Cap yang bertuliskan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri, Karena sebelumnya ayahnya sudah berwasiat agar anaknya Pangeran Nur Alam Syarif Abdurrahman Alkadri agar mendirikan Kesultanan agar Najarnya untuk memiliki 101 anak terpenuhi, sehingga ayahnya memerintahkan untuk membuat Stempel Cap untuk menyenangkan hati ayahnya Sayid Husein bin Ahmad Alkadri sebab tanpa mendirikan Kesultanan / menjadi Sultan Najar tersebut sulit untuk di penuhi, sebab ketika seseorang sudah menjadi Sultan menurut pandangan Almarhum ayahnya Sayid Husein bin Ahmad Alkadri banyak wanita-wanita yang bersedia sekalipun hanya di jadikan Selir akan tetapi dalam prakteknya Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri menikahnya dengan mengantarkan Mahar dan semua istrinya sebagai istri yang Sah menurut Hukum dan di angkat sebagai permaisuri / Ratu di mana saja mereka berada sehingga Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri tidak menganggap istri - istrinya sebagai selir melainkan sebagai istri yang berkedudukan sama dengan istri pertamanya
Ketika RATIB ALKADRI / RATIBUL QADRI sudah jadi beliau mengecap bagian atas dengan Stempel tersebut sebagaimana contoh potongan di bawah ini :
Demikian juga ketika menulis surat - surat ketika menjadi Sultan kertas yang sama juga beliau gunakanan, sehingga hampir tidak ada perbedaan antara surat yang di tulis untuk kepentingan Kesultanan dengan Ratib Alkadri yang di tulis saat itu.
Stempel Cap tersebut beliau pesan di pengrajin Cap Kerajaan Kesultanan Matan yang merupakan pengrajin tertua saat itu bernama Patih Palangit berasal dari Keturunan Kerajaan Majapahit yang sudah beragama Islam sehingga mahir dalam membuat Kaligrafi Islam termasuk Cap Kerajaan / Kesultanan saat itu (1769 M - 1184 H)
RATIB ALKADRI yang mereka buat mengunakan kertas dari bahan tebuk yang berwarna kuning merupakan kiriman dari Negara Tiongkok Cina 🇨🇳 dari Tai Pekong Tanjungpura Kesultanan Matan, setelah beliau menjadi Sultan Senin 1 September 1778 M / 18 Sya'ban 1192 H, maka kertas buatan Belanda juga beliau gunakan
RATIB ALKADRI / RATIBUL QADRIAH mengunakan 2 Bahasa yaitu Arab dan di terjemahkan juga dalam bahasa Arab Melayu, sedangkan surat - surat yang beliau kirim kepada pihak Belanda selain mengunakan Arab Melayu juga di tulis dalam Bahasa Latin Melayu (Bahasa Melayu)
RATIB ALKADRI / RATIBUL QADRIAH masing-masing ketiga bersaudara mengambil bagian masing-masing yang kemudian di susun menjadi satu di selesaikan dalam waktu 9 hari dan di hari yang ke 14 Tahlilan sudah di gunakan
1. Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif
Abdurrahman bin Sayid Husein Alkadri
mengambil bagian Tarekat nya
2. Tuan Bujang Syarif Alwi bin Sayid Husein
mengambil bagian Ratibnya
3. Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar
bin Sayid Husein Alkadri mengambil
bagian Sholawatnya
Kemudian mereka susun dengan berpedoman kepada Kitab Rotib Karangan Syekh Abdul Qodir Aljaelani yang berpedoman kepada Tarekat Qadriah karangan Syekh Abdul Qadir Aljaelani, sehingga susunannya sama akan tetapi isinya jauh berbeda akan tetai dalam bait - bait tertentu ada yang sama, hal ini di sebabkan untuk Tarekatnya Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif Abdurrahman bin Sayid Husein Alkadri mengamalkan Tarekat Qadriah karangan Syekh Abdul Qadir Aljaelani, dan di RATIB ALKADRI beliau gunakan sekalipun hanya mengambil 25 % dari Tarekat Qadriah, selebihnya mengunakan pemikiran beliau sendiri demikian juga dengan Tuan Bujang Syarif Alwi bin Sayid Husein Alkadri dan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri
DAHSYATNYA RATIB ALKADRI
Dahsyatnya RATIB ALKADRI karena ada amalan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri yang sepakat beliau bertiga memasukan amalan ayahnya Sayid Husein bin Ahmad Alkadri, yang ketika berlayar dari Negeri Yaman hingga tiba di Singapura dalam perlayaran sempat di terpa badai Samudra yang Dasyat sehingga hampir saja menenggelamkan mereka berempat, akan tetapi berkat pertolongan Allah Subhanahu Wata Ala, para Sahabat yang yakin dengan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri meminta untuk mengatasi hal tersebut, maka beliau memohon kepada Allah dan munculnya seekor naga berkepala Tujuh yang memapah perahu layar mereka sehingga perahu tersebut melesat dan Komon dalam Dokumen tua Maktab NanGq 1857 perlayaran tersebut hanya di tempuh dalam 3 Bulan karena pulau - pulau yang di singgahi untuk menyelamatkan diri ketika Laut tidak bersahabat tidak jadi di singgahi, maka amalan ini juga di masukan oleh ketiga bersaudara dalam RATIB ALKADRI / RATIBUL QADRIAH tersebut
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga di masukan amalan ketika Sayid Husein Alkadri dan sahabatnya terdampar di lereng gunung Peniraman sehingga beliau menaiki puncak tersebut dan bernajar suatu saat nanti akan ada keturunannya yang bermaqam di puncak gunung Peniraman ini, kemudian beliau meminta agar Naga berkepala Tujuh untuk menetap di Puncak gunung Peniraman dan meletakan sebagian ekornya di Batu Layang dan Istanah yang menjadi takdirnya sementara anak cucu cicit akan menjalani taqdir tersebut
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga di sepakati ketiga bersaudara memasukan bait amalan ketika Sayid Husein bin Ahmad Alkadri memperbaiki Kacip yang di patahkan cukup dengan mengusap kacip tersebut sehingga kembali seperti asalnya
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga di masukan amalan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri ketika memenuhi Mahar Mas Kawin Tujuh Perih Emas untuk anaknya Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif Abdurrahman bin Sayid Husein Alkadri
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga pernah di gunakan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri ketika menundukkan Bajak laut 1780 M - 1201 H sehingga ketua bajak dan seluruh anak buahnya menjadi Pasukan inti Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri ketika mengarungi Samudra dan menjadi pasukan yang setia dalam mengawal Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri kemana saja beliau berlayar, akan tetapi dengan kejadian tersebut Sultan sempat di Fitnah sebagai bajak laut
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga di gunakan Pangeran Hadikarya Wijayakesuma Syarif Muhammad Syafruddin Najamuddin bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri untuk menaikan Kubah Masjid Al - Muhklisin Vidie Aceh sehingga Kubah berputar naik ke atas dan terletak dengan sempurna (1827 M - 1248 H)
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga di gunakan oleh Pangeran Hadikarya Wijayakesuma Syarif Muhammad Syafruddin Najamuddin bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri ketika menaikan Kubah Musholah Al - Muhklisin Martapura (Sekarang sudah menjadi Masjid di Martapura (1840 M - 1260 H)
Dahsyatnya RATIB ALKADRI juga pernah di gunakan leluhur lainya termasuk Panglima berdarah Dingin Susun Bangkai Syarif Abu Bakar Alkadri bin Muhammad bin Sultan Syarif Kasim Alkadri ketika Demontrasi dengan etnis Cina di Sengkubang 1865 M - 1286 H, sehingga mayat-mayat membeku seperti Es dan mengering dan masih banyak lagi peristiwa - peristiwa penting yang mengamalkan RATIB ALKADRI dalam berbagai dunia usaha di kala itu 1769 M - 1940 M
Akan tetapi saat ini RATIB ALKADRI sudah banyak yang meninggalkanya / tidak menggunakanya termasuk tidak mengamalkanya hanya segelintir orang saja itupun buka RATIB ALKADRI yang sebenarnya melainkan buatan Masing-masing dengan menampilkan nama - nama leluhur Alkadri yang hasilnya tidak sesuai dengan keinginan dan harapan leluhur yang menciptakan karena merupakan jiplakan dari Ratib - Ratib lain
Semoga dengan di terbitkanya RATIB ALKADRI yang asli ini dapat membangkitkan marwah keluarga Besar Alkadri di masa sekarang maupun masa - masa yang akan datang
Sekalipun RATIB ALKADRI merupakan saling ulang dengan mengunakan Bahasa Arab Translate, sebab mengunakan bahasa aslinya sehingga translatenya hanya berbeda berkisar 15 sd 20 % sehingga tetap memiliki Ke Dasyatan yang sama, bergantung dari ketulusan dan ke Ihklasan hati Masing-masing
Sehingga harapan dari penyalin semoga membawa Manfaat dan berkah yang melimpah di sisi Allah dan Rasul-Nya serta seluruh Ahlulbait Rasulullah umumnya dan umat islam bil khusus Marga Alkadri / Alqadri / Algadri
RATIB ALKADRI / RATIBUL QADRIAH
راتب القدري / راتبالقدريه
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih Lagi Maha Penyayang
Serta menghiasi Kerasulanya dengan berbagai Mukjizat di perkuat Sahabat Pembrani dan Hidayah dengan kepasrahan hati
Karena itu mereka, Nabi, Keturunannya dan Sahabatnya, jadi juru petunjuk umat dan perintis ke jalan Allah Yang Maha Agung Lagi Maha Mengetahui
Dan semoga Allah senantiada mencurahkan Sholawat dan Salam kepada kunjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam beserta seluruh keturunannya dari jalur Sayidina Hasan dan Sayidina Husen
Dan para Sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti agama Islam, Selagi manaqibnya Sayid Husein bin Ahmad Alkadri serta Keluarga keturunan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri tersebut masih harum semerbak berkumandang terdengar
Imam bagian dari ulama Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail yang berjalan di jalan Allah dalam mengapai lautan hakekat dalam bermarifat kepada Allah Yang Maha Besar dan Yang Maha Halus yang mampu menembus jiwa yang ihklas suci dan bersih
Yaitu Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail yang Mulia, dirinya di jadikan sandaran yang sangat indah, keturunan bangsawan yang sangat tinggi di sisi Allah dan di sisi leluhurnya Nabi yang mulia Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
Agar jadi perhiasan yang di dengar kepada yang hadir, pada saat di bacakan amalan - amalan yang penting dan peringatan dari Haul Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail di setiap tahunnya karena kemuliaan yang Allah berikan tersebut
Alfatihah..
(Jika keturunan Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail dapat di teruskan dengan Nasab sendiri.....)
Asyayyid Husein Alkadri Jamalullail adalah Ahlulbait Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam anak kandung Ahmad bin Husein bin Muhammad Alkadri Jamalullail bin Salim bin Abdullah bin Muhammad bin Salim bin Ahmad bin Abdurrahman Al - Magrum bin Ali bin Muhammad Al - Jamalullail bin Hasan Al - Mu'alim bin Muhammad Ashadallah bin Hasan At - Turabi bin Ali Al - Mastur bin bin Muhammad Fagih Al - Mugadam bin Ali Al - Ba'alawi bin Muhammad Shohibul Mirbhat beliau punya istri Sayidah Syecah Jamilah binti Ali Al - Mastur bin Syekh Hasan bin Syekh Abdul Qadir Aljaelani (yang di Muliakan Allah Subhanahu Wata Ala)
Dan bin Ali Kholigosam bin Muhammad Alwi Ast - Tsani bin Muhammad Alwi Assawma bin Alwi Abdullah Awwal bin Abdullah bin Ahmad Al - Muhajir bin Isa Arummi bin Muhammad An - Nagih bin Ali. Al - Ureidha bin Ja'far Ashodiq bin Muhammad Al - Bagir bin Ali Jainal Abdidin (Asyajad) bin Sayidina Husein Ibunya Sayidah Fatimah Az - Zahra. Rha (dan Ali Abi Thalib ) binti Nabiyullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
Alfatihah...
Karena di dorong rasa cinta kami sebarluaskan manaqib dan RATIB para wali yang telah mencapai tingkat kesempurnaan amal Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, juga menyebarkan para wali yang terpilih serta mengharapkan gurunya limpahan rahmat dan berkah yang melimpah
Alfatihah...
Kemuliaan itu juga di dorong dan di kuatkan karena istri Sayid Muhammad Aljamalullail, Syecah Munawarah. adalah anak Zakaria bin Abdullah bin Abdul. Hasan Ali Asyadjely Alhasani seorang wali quthb yang di muliakan, dan istri Sayid Muhammad Shahibul Mirbhat, Syecah Jamilah Almastur adalah anak dari Syech Ali Almastur bin Hasan bin Syech Abdul Qadir Aljeilani seorang wali quthb yang di muliakan dan memiliki kedudukan yang tinggi serta maqam yang tertinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya
Maka wajarlah jika Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail mewarisi kedua sipat - sipat tersebut dan leluhurnya yang di muliakan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, karena dengan menyebut ihwal ulama waliyullah tersebut, sebagai perantara menyebabkan terbukanya barokah dari pintu langit yang tertinggi
Ya Allah hamparkan harum keridhoanmu kepada Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail serta keluarga dan keturunannya dan anugerahkan kami berkat rahasia - rahasia ke walianya yang engkau letakan kepada Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail
Alfatihah...
Kewalian yang tampak datang dari Yaman, Ya Allah engkau selamatkan dari badai Samudra kemudian Ya Allah engkau percepat tibanya di tempat tujuan yang di Ridhoi, Ya Allah engkau Selamatkan dari tersesat di lereng gunung yang di berkahi (Peniraman), dan Ya Allah engkau juga penuhi Najarnya agar terdapat keturunannya yang di berkati di puncak ini
Wahai Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, Allah juga mempermudah urusanmu dengan menyempurnakan kembali Kacip yang patah, dan demikian juga Allah mempermudah Mahar Mas Kawin anakmu dengan tujuh perih Emas. yang di berkati
Maka cukuplah bagi kami kewalian yang tampak sebagai bukti nyata dari Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, sebagai dasar kami berwasilah kepadanya Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail
Alfatihah..
Sehingga terlontar ucapan dari kami :
Maha Suci Allah yang telah memberikan Ilmu Karomah kepada Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail yang begitu luas, beliau juga memiliki istri yang subur 12 orang, serta melahirkan 42 orang anak dari berbagai Negeri yang di berkati, maka derajatnya setingkat dengan wali - wali yang lain, dengan mengeluarkan suara yang keras : Ya Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail
Alfatihah....
Wahai roh - roh yang di sucikan Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail dan seluruh Keturunan dan Keluarganya, Roh - roh wali Allah yang tidak tampak wafat dan Roh - roh wali Allah yang tampak hidup di antara kalian, serta Roh - roh Wali Allah yang mampu melihat rahasia gaib maupun yang nyata yang di muliakan Allah di antara kalian
Alfatihah..
Wahai Roh - Roh Wali Allah dari golongan yang suci dari kalangan Ahlulbait Rasulullah, yang di bukakan Silsilah Nasab Gaib dari sebagian ilmu Allah Yang Maha Tertinggi, dan yang nyata di antara kalian, yang menyelamatkan kami dari perkara hayalan kira - kira dsri perkara yang kami takutkan dari aib dan salah kami, tentang bapak - bapak kami dan Roh - roh leluhur kami yang berada pada maqam yang tertinggi yang telah Allah janjikan, yang menutupi cacat - cacat kami takutkan untuk membukanya
Membayar semua hutang - hutang kami, menguatkan baik Sangka kami, berkat kami berwasilah sebagai perantara kami kepada Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail
Alfatihah...
Karena kami yakin bahwa Wasilah kami akan sampai dengan sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya, Karena Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail perantara yang terdekat dengan Rasulullah, serta menghapus tabir yang menghalangi kami, melenyapkan segala kesedihan dan menjadi ampunan dosa - dosa kami
Alfatihah...
Wahai para malaikat Allah
Wahai para Nabi Allah
Wahai para Rasul Allah
Wahai Rasulullah
Wahai para Keturunan Rasulullah
Wahai para Wali Allah baik yang sudah tiada maupun yang masih ada, baik yang tiada berjasad maupun yang masih berjasad
Wahai Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail dan seluruh Keturunannya, terimalah wasilah kami dengan sempurna agar tersampaikan kepada Allah dengan sempurna
Alfatihah...
Tolonglah kami karena Allah, Jadikanlah kalian semua perantara kami karena Allah, semoga tercapai hajat - hajat kami karena Anugrah Allah, wahai semua para wali Allah baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup, kami tidak tau dengan kalian yang masih hidup karena pandainya kamu menutupi kewalianmu, sehingga kami pernah bertutur sapa denganmu akan tetapi kami tidak mengetahui bahwa kamu seorang wali yang di sempurnakan, maka ma'af kanlah kami dengan setulus hatimu yang sempurna dan sampaikanlah keluh kesah kami dan hajat ke inginan kami kepada Allah dengan sempurna, Qabul dan berkah dengan hasil rizki yang melimpah ruah serta dekat dengan Allah tanpa berjarak sebagaimana dirimu ketika kami bersamamu (sekalipun kami tidak mengetahui dirimu saat bersamamu)
Alfatihah...
Ya Allah yang Maha pemberi akal yang sempurna, dengan perantara akal yang sempurna kami meminta, dengan perantara mu sekalian kami dekat dengan Allah, tetaplah menolong kami baik kami meminta maupun kami tidak meminta, sebab kebutuhan kami tetap akan terjadi, maka penuhilah kebutuhan kami dan hajat kami, pada sa'at kami sadar untuk meminta maupun pada saat kami tidak sadar lupa untuk meminta, karena Zat Mu Ya Allah yang selalu tau ke inginan hati kami
Alfatihah...
Ya Allah datangkanlah kabar gembira tentang hasil dan tujuan kami, semoga Engkau Ya Allah dengan syafaat Nabi Muhammad beserta seluruh keturunannya dan walimu memberikan semua yang menjadi harapan kami berupa kebaikan yang sempurna, baik di dunia maupun di akhirat dengan rizki dan pahala serta berkat Nur Kemuliaan Mu Ya Allah
Nabi terakhir yang datang membawa kemuliaan kepada kami Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dan dengan melahirkan keturunan yang subur hingga sa'at ini, yang selalu membawa petunjuk yang benar kepada kami, serta limpahan rahmat-Nya kepada kami tiada terputus hingga akhir jaman, kebahagiaan tetap di curahkan kepada kami, maka wajarlah jika kami berwasilah kepada salah satu keturunan yang di muliakan yaitu Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail
Alfatihah...
Seluruh kebaikan menjadi ke indahan bagi kami, seluruh pekerjaan menjadi barokah bagi kami, seluruh ibadah menjadi ketaatan bagi kami, seluruh pengabdian menjadi pahala bagi kami, seluruh rejeki menjadi nikmat bagi kami, seluruh gerakan menjadi nikmat bagi kami, seluruh harta menjadi shodaqoh bagi kami, wahai zat yang tertinggi berkat wasilah kami kepada Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, Engkau Allah telah mengabulkan semua ke inginan yang ada di pikiran kami dan hati kami, tanpa kami ucapkan dengan lisan yang sering lalai terlupakan dari ucapan kami, sungguh wasilah itu merupakan maqam tertinggi dan terpuji di sisi Allah dan Rasul-Nya
Alfatihah...
Saya bersaksi tiada Tuhan yang pantas di sembah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah urusan Allah
33 - 1.000 x
Kepada Allah yang Maha Tunggal dan masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang Muslim
Wahai para wali Allah ijinkanlah kami berjikir dengan menyebut :
La ila ha illallah 33 - 1.000 x
Muhammad Rasulullah
33 - 100 x
Inilah Ratib Alkadri yang di dalamnya sudah terdapat ilmu tarekat untuk mencapai ma'rifat dan juga sudah terdapat Sholawat Alkadri merendahkan diri karena Allah, karena Alkadri mengandung makna merendahkan diri dan pasrah diri kepada Allah. Dan saya Syarif Abdurrahman Alkadri menyusun bagian Tarekatnya, Tuan Bujang Syarif Alwi Alkadri menyusun bagian Ratibnya dan Tuan Abu Syarif Abu Bakar Alkadri menyusun bagian Sholawatnya. Kami bertiga adalah anak kandung Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail yang di berkahi, sehingga di hari ke 14 wafatnya Ayah kami. Ratib Alkadri ini sudah dapat di gunakan hingga seterusnya oleh anak cucu dan Kaum Muslimin dengan Stempel atas nama Syarif Abdurrahman Alkadri sebagai Stempel persiapan kelak menjadi Sultan di suatu Negeri yang di berkati
Sholawat dan Salam kepada junjungan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dan Keluarga besar Alkadri yang merupakan bagian dari junjungan Nabi dan keturunan Nabi yang di muliakan
Sholawat dan Salam juga untuk keluarga besar Alkadri dan junjungan dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
Alkadri adalah marga terakhir Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, Semogala di muliakan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
Semoga Allah dan Rasul-Nya mengangkat dan melimpahkan derajat yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Alkadri di semua penjuru alam
Sholawat dan Salam kepada Nabi yang Ummi, dari dirinya lahir Marga Alkadri sebagai keturunan yang berpasrah diri kepada manusia mengabdikan dirinya, karena cintanya kepada datonya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang di muliakan
Tiada daya dan pertolongan kecuali amal sendiri dan Syafa'at dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam beserta seluruh keturunannya yang di anggap Ummi (di anggap Bodoh sebagian Manusia) yang dapat memberikan pertolongan itu, kepada sebagian manusia dan Alkadri merupakan bagian keturunan keluarga itu yang berada pada maqam yang tertinggi dan terpuji bagian dari diri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam yang di muliakan
Kami juga keluarga Alkadri yang di anggap Ummi (di anggap bodoh sebagian manusia) memohon kebaikan Umat, Semogalah bermanfaat kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam untuk mencurahkan berkah dan Syafa'atnya kepada setiap jiwa yang bernapas (Hidup) maupun yang sudah berhenti hembusan napasnya (wafat) dengan kebaikan yang kekal abadi
Sholawat dan Salam kepada Nabi yang Ummi Nabi akhir jaman Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, Semoga kemuliaan tercurah kepada keturunannya di ahir jaman, dan Alkadri merupakan keturunan terakhir yang selalu bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam Datonya sekalian junjungannya semoga terlimpah kepada umat sekalian alam
Sholawat dan Salam di sampaikan para Malaikat dan Allah juga menyampaikan Sholawat dan Salam kepada kekasihnya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, dan kami pun dari keturunan Keluarga Alkadri wajib menyampaikan Sholawat dan Salam kepada leluhur kami sekaligus junjungan kami
Syafa'at itu untuk Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dan keturunan keluarga Nabi, yang di curahkan untuk umat sekalian alam, maka keselamatan dan berkah untuk keluarga Alkadri yang merupakan bagian dari keluarga Nabi yang di berkahi seluruh alam
Tiadalah yang dapat memberikan Syafa'at sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan seluruh keturunannya memberikan Syafa'at untuk pertama kalinya, Karena Syafa'at itu di peruntukan kepada semua umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, kemudian menurun kepada Nabi - Nabi sebelumnya untuk umat sekalian alam, maka ucapkanlah keselamatan dan kabar gembira dengan Syafa'at yang di muliakan dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, Nabi penutup dari segala Nabi dan Rasul penutup dari segala Rasul yang berada pada Maqam dan derajat yang tertinggi di sisi Rabnya (Allah Subhanahu Wata Ala)
Wahai Roh - roh para wali baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, wali dari golongan para Nabi, wali golongan para Rosul, wali golongan dari keturunan Rasulullah, wali dari golongan umat, wahai pembuka wali yang pertama dan wali pertengahan jaman / abad dan wali penutup segala jaman. Wahai walimanas wali Tunggal walinya semua golongan manusia Rajanya para wali, Wahai wali dua penjaga harta kekayaan umat manusia Wahai wali tiga penjaga kehormatan Manusia, Wahai wali empat wali Qutub penjaga empat penjuru mata angin di alam dan wahai wali lima pembela agama Allah baik dari golongan Nabi dan Rasul maupun dari golongan Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ataupun dari golongan umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, yang telah mendapat amanah tugas yang mulia dan terpuji. Dengan berwasilah kepadamu mohonkanlah kepada Allah semua hajat yang ada dipikiran kami maupun di hati kami terkabul dengan sempurna
(Silakan mohon permintaan apa saja yang di inginkan di hati maupun pikiran) dan ucapan)
Alfatihah...
Wahai wali enam penjaga Zikrullah walinya penjaga enam arah mata angin, Wahai wali tujuh walinya penjaga napas manusia, Wahai wali delapan walinya penjaga delapan penjuru bumi, Wahai wali sembilan walinya yang melapangkan dada, Wahai wali sepuluh walinya yang menguatkan keyakinan ilmu hikmah dan ma'rifat, Wahai wali sebelas walinya pemberi ilmu kepahaman, Wahai wali keduabelas walinya penganti para ulama. Kami berwasilah kepadamu kabulkanlah segala hajat dan permintaan kami, baik kami meminta maupun kami tidak meminta dengan lisan, hati dan pikiran kami, karena kami tau bahwasannya engkau mengetahui semua itu dengan keberkahan rizki dan amal yang melimpah meliputi segalanya...
(Ucapan apa saja do'a yang menjadi hajat dan ke inginan)
Alfatihah...
Wahai 13 wali yang menyembunyikan kebaikan dan keburukan, Wahai 15 wali yang ahli menjaga jiwa dan pengasih, Wahai 17 wali yang taat kepada Allah, Wahai 70 wali Anjab yang memikul beban manusia, Wahai 24 wali yang terbuka hati batinya, Wahai 28 wali yang tampak dan yang tidak tampak, Wahai 124 wali yang beribadah jalan di atas air. Kami berwasilah kepadamu dengan wasilah yang agung, Kabulkanlah semua hajat dan keperluan yang ada di lisan kami, pikiran kami, hati kami, Maka wujudkanlah....
(Sampai kan hajat dan ke inginan yang kalian inginkan)
Alfatihah...
Wahai waliyullah Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, atas Ridho Allah engkau mengarungi samudera dalam waktu yang singkat bearti engkau masuk bagian 124 wali, Engkau juga berhasil menyempurnakan kacip yang patah bearti engkau juga bagian wali Qutub yang mampu melunakkan benda yang keras (seperti air). Engkau juga mampu menyelesaikan perkara dengan adil bearti engkau juga bagian wali 10. Engkau juga mampu mewujudkan 7 petih emas (Sebagai mahar anakmu) bearti engkau juga bagian wali 2. Maka cukuplah bagi kami mengetahui sebagian Karomahmu yang Allah berikan, maka ijinkanlah kami berwasilah kepadamu dengan meminta seluruh yang menjadi hajat kami qabul dengan sempurna . .. (Sampaikan hajat yang di inginkan)
Alfatihah..
Maka dengan keyakinan yang penuh bahwa harapan kami pasti di kabulkan Allah, maka izinkanlah kami menghadiakan kepadamu Asyayyid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail dengan Hadiah dan Wasilah dengan Zikrullah yaitu :
La ilaha illallah
Sebanyak 33 - 3.300 x
Ya Rasulullah Syafa'atilah kami dengan Surga Firdaus masuk dengan cara yang Istimewa, untuk kedua orang tua kami, untuk istri kami, untuk anak-anak kami, untuk kami sendiri, untuk seluruh keluarga kami, untuk Nasab kami, untuk keturunan Rasulullah, untuk para Nabi dan Rasul, untuk Datu kami Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, untuk umat Nabi Muhammad, untuk seluruh makhluk yang beragama Islam, untuk alam semesta dengan Surga yang Sempurna di sisi Allah dan Rasul-Nya
Alfatihah...
Hanya Allah tempat kita memohon pertolongan dan Allah juga yang memberikan perlindungan dan Allah dari segala sumber keberkahan dan Rizki yang melimpah Ruah
KETERANGAN :
1. Ratib Alkadri ini telah baku terjemahan
sesuai dengan aslinya merubah bait dan
susunannya akan mengurangi
manfaatnya
2. Awal dari pembacaan Ratib Alkadri ini
bisa membaca Sholawat Qiyamul
Qiyam dengan berdiri
3. Ahir dari pembacaan Ratib Alkadri bisa :
A. Di tutup dengan Sholawat Penutup
umumnya yang biasa di baca
B. Di tutup dengan Yasinan dan Tahlilan
C. Di tutup dengan do'a sesuai hajat dan
ke inginan Jama'ah atau tuan Rumah
yang membaca Ratib Alkadri
D. Sangat bagus jika di iringi Rebana,
Gambus, Marawis atau Zikir Najam
sesuai tradisi terdahulu di jaman
Ratib Alkadri ini di bacakan untuk
pertama kali saat wafatnya Asyayyid
Husein.bin Ahmad Alkadri Jamalullail
CONTOH
BENTUK ASLI
RATIB ALKADRI
TERDAPAT STEMPEL SYARIF
ABDURRAHMAN ALKADRI
Stempel di buat Tahun 1769 - 1184 H
Sebelum Wafatnya Asyayyid Husein bin
Ahmad Alkadri Jamalullail
Rabu, 2 Julhijah 1184 H - 19 Mac 1769 M
Di persiapkan untuk menjadi Raja /.
Sultan di Suatu Negeri yang di Berkati
Bentuk asli Ratib Alkadri karena kondisi sudah terlalu lama dari tahun 1769 M sd 2025 M sekarang atau sudah berusia 256 sehingga sudah tidak bisa terbaca bahkan huruf nya sudah mengembang di makan usia sehingga sulit terbaca, Kertas Ratib Alkadri berasal dari bahan tebu buatan Tiongkok Cina 🇨🇳 yang di beli di Tai Pekong Tanjungpura Matan Ketapang, akan tetapi kenyataan Surat - surat yang di tulis ketika sudah menjadi Sultan juga berbentuk sama, perbedaannya di tulis dengan Arab Melayu dan huruf Latin Melayu, sedangkan Ratib Alkadri di tulis dalam Bahasa Arab dengan terjamahan Arab Melayu, sedangkan lembaran di atas dalam bentuk utuh hanya sebagai salah satu contoh bukti peninggalan Sejarah Ratib Alkadri termasuk surat yang di buat selamanya hingga jaman Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri tetapi sudah tidak bisa terbaca akan tetapi Maktab Nangq 1857 Pusat memiliki salinan asli peninggalan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri kemudian di perbaharui oleh Pangeran Bendahara Syarif Ahmad (Ahmad Kampak) bin Pangeran Bendahara Syarif Usman Alkadri, sehingga masih dengan mudah terbaca untuk melestarikan peninggalan Sejarah Ratib Alkadri tersebut. Setelah di keluarkan dari Dokumen Induk Maktab Nangq 1857 Pusat maka Ratib Alkadri bebas di gunakan untuk semua kalangan umat islam. Untuk selanjutnya Ratib Alkadri ini akan di desain seindah indah mungkin dan di beri harakat yang selanjutnya akan mudah di baca di semua kalangan. Perbaikan kaedah bahasa Arabnya terus akan di upayakan agar kelak menjadi benar - benar sempurna. Artinya hingga saat ini dari tahun 1769 M sd 2025 M Ratib Alkadri sudah 3 kali salin ulang tanpa sedikitpun merubah terjemahannya (hanya EYD nya saja yang di sempurnakan) sesuai bahasa Indonesia sekarang, Harapan semoga menjadi Ratib kebanggaan keluarga besar Alkadri, Jika Alkadri punya RATIB ALKADRI yang lebih Dahsyat ngapain mengunanakan Ratib yang lain. Bangga dengan leluhur karena Alkadri punya RATIB ALKADRI sendiri
Semogalah bermanfaat untuk semua kalangan bil khusus Keluarga Besar Alkadri
Insya Allah. Amiin
Pertama kali :
Pontianak, Minggu 17 Agustus 2025 M / 23 Safar 2447 H
06 : 14 WIB
Waktu Salin Ulang RATIB ALKADRI