STEMPEL. MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT PONTIANAK JALAN SELIUNG 78353
STEMPEL
KESULTANAN PONTIANAK
STEMPEL
ini di buat pada tahun 1769 M - 1184 H sebelum wafatnya Sayid Husein Bin Ahmad Alkadri Rabu, 2 Julhijah 1184 H - 19 Mac 1769 M atau 8 tahun sebelum di Lantik / Nobatkan sebagai Pendiri dan Sultan Pertama Pontianak 1778 M . Atas wasiat ayahnya untuk mendirikan Kesultanan yang di rintis sejak tahun 1771 M - 1778 M, agar Nazar memiliki 101 orang anak bisa terpenuhi dengan mudah
SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI
Pendiri Dan Sultan Pertama Kesultanan Kadriah Pontianak 1778 M - 1808 M masa merintis dari tahun 1771 M - 1778 M
STEMPEL PERTAMA KESULTANAN
KADRIAH PONTIANAK
Di buat tshun 1769 M- 11i4 H
Cap Stempel ini lebih jelas Angka yang tertera bukan merupakan tahun terbitnya melainkan Kode Dari Kerajaan / Kesultanan Kadriah Pontianak atau sebagian berpendapat merupakan urutan Kerajaan / Kesultanan yang ada di Nusantara saat itu yang di minta Sultan Riau agar di cantumkan pada Stempel tersebut ketika sebelum menjadi Sultan, jika di katakan 1145 merupakan Tahun Hijriah maka jelas keliru sebab Syarif Abdurrahman Alkadri Lahir Pada Tahun 1151 H - 1730 M, sementara Cap Stempel di buatan pada tahun 1184 H - 1769 M sebelum ayahnya Sayid Husein Alkadri wafat, sehingga kode 1145 itu memakai pendapat Sultan Riau merupakan urutan Kerajaan / Kesultanan yang ada di Nusantara, sebab angka tersebut merupakan permintaan Sultan Riau agar di Cantumkan di Cap Stempel Kesultanan Kadriah Pontianak
Contoh bentuk Ratib Alkadri pertama kali di buat Sabtu, 5 Rajab 1184 H - 22 Mac 1769 M dan Surat - Surat lain yang di buat Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri baik sebelum menjadi Sultan maupun setelah menjabat sebagai Sultan Kadriah Pontianak bentuknya sama saja tidak ada yang berbeda dengan Ratib Alkadri, hanya saja ada yang di tulis dalam bahasa Arab Melayu dan tulisan Latin untuk Surat yang di kirim kepada pihak Belanda termasuk antar Kerajaan / Kesultanan
Halaman Kedua atau sambungan Ratib Alkadri dam Surat - Surat yang di tulis dalam Bahasa Arab dan di terjemahkan dalam Arab Melayu
Logo Surat - Surat Pertama yang di pakai baik sebelum menjadi Sultan maupun setelah menjadi Sultan Pertama sebelum ada Logo Kesultanan Kadriah Pontianak sejak 1769 M - 1184 H
SULTAN SYARIF KASIM ALKADRI
Sultan Kedua Kesultanan Kadriah Pontianak 1808 M - 1819 M Penerus Kesultanan Kadriah Pontianak
Sultan Syarif Kasim Alkadri terkenal di Jaman terkenal sebagai Penguasa Dua Kerajaan / Kesultanan yaitu
1. Penembahan Mempawah Sultan Syarif Kasim Alkadri 1787 M - 1808 M
Saat menjadi Penembahan Kerajaan / Kesultanan Mempawah Cap Kerajaan yang di gunakan adalah :
1. Cap Penembahan Syarif Kasim Alkadri Mempawah Penembahan Syarif Kasim Alkadri (Penembahan Mempawah III) Tahun 1787 M - 1808 M
Penguasa Kerajaan Manusia Penembahan Syarif Kasim Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
2. Kesultanan Kadriah Pontianak sebagai Sultan Kedua Pontianak 1808 M - 1819 M
Sebagai Sultan Kedua Pontianak Sultan Syarif Kasim Alkadri membuat Dua Stempel Kesultanan Kadriah Pontianak adapun Stempel tersebut adalah :
2. Cap Kedua setelah menjadi Sultan Kedua Kesultanan Kadriah Pontianak 1808 M - 1819 M . Cap ini banyak di gunakan untuk menanda tangani Surat - Surat dalam Wilayah Pontianak hingga Sambas sampai di Kerajaan Kapuas Hulu Putu Sinau dalam Kerja sama antar Kerajaan termasuk dengan pihak Belanda dan Insfestor sa'at itu 1808 M - 1819 M
2. Stempel Ketiga yang di Gunakan Sultan Syarif Kasim Alkadri di buat sekitar tahun 1811 M atau setelah 4 tahun menjadi Sultan Kedua Pontianak 1811 M - 1819 M apapun bentuk Stempelnya adalah :
3. Stempel Sultan Syarif Kasim Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak Kedua 1811 N - 1819 M Stempel ini pertama ki di gunakan pada 16 Safar 1226 H / 12 Maret 1811 M. Di buatnya Stempel Kedua ini karena ada tuntutan anak tertuanya yang 8Kadriah Pontianak, sebab itu untuk menghibur anaknya Pangeran Perdana Muda Syarif Abu Bakar bin Sultan Kasim beliau membuat Cap Stempel kedua dan membuat pintu Gerbang perbatasan antara Pelabuhan Rakyat dengan Sungai Rengas (Sekarang Batas antara Jalan Pramuka masuk Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya dengan Jalan Kom Yos Sudarso masuk Pontianak Barat Kota Pontianak) di jembatan inilah di bangun Pintu Gerbang Kesultanan Pontianak II, hingga beliau wafat Sultan Syarif Kasim Alkadri tidak mewujudkan Kesultanan Pontianak II tersebut, selain itu juga tidak di setujui Sesepuh Istana dan Pembesar Istanah untuk mendirikan Kerajaan di atas Kesultanan Kadriah Pontianak, Cap Stempel kecua ini banyak di gunakan untuk menanda tangani Proyek maupun perjanjian dengan Wilayah Barat dari Sungai Rengas, Kakap, Sepuk Laut, Sepuk Kerupuk, Padang Tikar, Rasau Jaya yang oleh Pangeran Perdana Muda Syarif Abu Bakar bin Sultan Syarif Kasim Alkadri yang di rencanakan sebagai Ketajaan Kedua Kesultanan Pontianak yang akan di pimpinanya yang tidak di wujudkan oleh ayahnya Sultan Syarif Kasim Alkadri karena adanya Perjanjian Surat Wasiat yang juga beliau tanda tangani di tbah keluarga besar Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak juga tidak merestui agar tidak menimbulkan perpecahan di keluarga besar Alkadri sendiri sa'at itu
Sultan Syarif Kasim Alkadri bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dalam penulisan Surat - Surat Kesultanan beliau juga tidak menggunakan Logo Kesultanan Kadriah Pontianak melainkan Logo Kop Surat di buat seperti di bawah ini :
Logo ini hampir mirip dengan Surat - Surat yang belisu tulis ke tika masih menjabat sebagai Penembahan Syarif Kasim Mempawah atau Penembahan Kerajaan Mempawah III
Salah satu contoh Sirat yang di Tulis oleh Sultan Syarif Kasim bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri . Akan tetapi posisi Capnya pada Surat bagian Kanan Surat sesuai tulisan Abjad huruf Arab
SULTAN SYARIF USMAN ALKADRI
Sultan Ketiga Kesultanan Kadriah Pontianak 1819 M - 1855 M
Stempel Sultan Syarif Usman Alkadri sekalipun tidak jelas akan tetapi di tengahnya terdapat samar bulan bintang merupakan Stempel. Kedua sementara Stempel pertama gambarnya benar-benar sudah rusak sehingga tidak perlu di posting. Pada saat Sultan Syarif Usman Alkadri menjabat beliau juga tidak mengunakan Logo / Lambang Kesultanan Kadriah Pontianak sebagai Kop Surat Resmi Kerajaan melainkan hampir sama dengan Kop - Kop Surat Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri maupun Kop - Kop Surat Sultan Syarif Kasim Alkadri yang berbeda hanya Tulisan Cap Stempel nya dan Nama Sultannya kemudian pinggir Capnya yang berbentuk Bunga hampir mirip dengan Stempel Cap Pertama Sultan Syarif Kasim Alkadri ketika menjadi Sultan Kadriah Pontianak. Sayangnya Cap ini tidak bisa di terangkan kembali. Karena Dokumen aslinya gelap / Rusak. Sedangkan Cap Pertama Sultan Syarif Usman Alkadri dokumen benar-benar sudah rusak parah sehingga tidak dapat di tampilkan sebagaimana Cap yang kedua, hanya saja ada bukti Surat yang di tulis Sultan Syarif Usman Alkadri dengan menggunakan Logo pertama sebagaimana Contoh Surat Sultan Syarif Usman Alkadri di bawah ini :
Antara Logo Kop Surat menyatu dengan Kaligrafi Arab di bawahnya, juga sudah hampir tidak bisa terbaca, Sultan Syarif Usman Alkadri merupakan Sultan yang cukup lama menjadi Sultan Kadriah Pontianak Ke III selama 36 tahun
Cap Stempel Sultan Syarif Usman Alkadri yang pertama di buat tahun 1819 M - 1240 H sudah tidak bisa terbaca lagi
sehingga Cap pertamanya mungkin saat itu sudah Rusak sehingga di buat Cap Stempel yang baru Cap kedua ini di buat setelah hampir 19 tahun beliau menjadi Sultan 1819 M - 1838 M, maka pada tahun 1838 M beliau membuat Cap Kedua tidak ada penjelasan apakah Cap Pertama Rusak atau sengaja membuat baru dengan Desain yang berbeda tetapi kedua Cap tersebut tetap di gunakan sampai beliau meletakan Jabatannya sebagai Sultan pada tahun 1855 M, sebagaimana kedua Cap Sultan Syarif Kasim Alkadri yang di gunakan keduanya hingga berakhir kekuasaanya dari 1808 M - 1819 M
Logo Kop Surat di jaman Sultan Syarif Usman Alkadri di atasnya sama dengan logo Surat Sultan Syarif Kasim Alkadri hanya di satukan dengan Kaligrafi Arab di bawahnya
Sedangkan Logo Sultan Syarif Kasim Alkadri terpisah dengan Kaligrafi di bawah seperti contoh Surat di bawah ini :
SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI
Sama halnya Sultan Syarif Hamid I Alkadri beliau juga memiliki dua Cap Kesultanan akan tetap yang dapat di tampilkan hanya Cap pertama sedangkan Cap terbaru tidak ada dalam Dokumen Maktab NanGq 1857 Pusat,. Adapun yang ada dokumen Capnya adalah Cap ketika Sultan Syarif Hamid I Alkadri menerbitkan SK. Pendirian Maktab NanGq 1857, Penobatan dan Pengangkatan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri merupakan Cap Stempel Sultan Hamid I Alkadri yang di buat pada tahun 1855 M setelah 10 tahun berkuasa kemudian beliau membuat Cap terbaru yang bentuknya Persegi - Persegi sedangkan Cap Stempel Pertama beliau meniru Cap Stempel Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri berbentuk bulat dan lebih praktis sebagaimana di bawah ini :
Cap Stempel Sultan Syarif Hamid I Alkadri Cap Pertama yang di i buat pada tahun 1855 M, Contoh Cap ini di ambil dari SK.Pendirian Maktab NanGq 1857 M, tertanggal 12 April 1857 M Penobatan Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid Alkadri sebagai Ketua Maktab NanGq 1857 kemudian di Syahkan pada tahun 1869 M sebagai Ketua Tetap yang bersifat Waris menurun ke anak Cucu Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dengan Cap yang sama sekalipun Cap Stempel Sultan Syarif Hamid I Alkadri yang kedua / terbaru sudah di terbitkan, akan terapi tetap memakai Cap Stempel Pertama ketika beliau di Nobatkan sebagai Sultan Ke IV Kesultanan Kadriah Pontianak
Di jaman Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kop Surat sudah mengunakan Lambang Kesultanan Kadriah Pontianak akan tetapi untuk SK. Pendirian Maktab NanGq 2857 masih mengunakan Kop Surat Sultan Syarif Usman Alkadri yang bentuknya hampir sama dengan Logo Kop Surat Sultan Syarif Kasim Alkadri dan Sultan Syarif Usman Alkadri sebagaimana di bawah ini :
Logo Kop Surat yang di gunakan Surat Syarif Hamid I Alkadri ketika menerbitkan SK. Pendirian Maktab NanGq 1857 Pusat Pontianak, merupakan perpaduan antara Logo Kop Surat Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dengan Sultan Syarif Kasim Alkadri dan Sultan Syarif Usman Alkadri, sehingga menampilkan Logo yang lebih Indah Kaligrafinya
Sultan Ke V Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak Tahun 1872 M - 1895 M
Sultan Syarif Yusuf Alkadri pada dasarnya beliau juga memiliki 2 Cap Stempel Kesultanan yang Aslinya di simpan di Istanah sedangkan Duplikatnya sering belisu bawa untuk kepentingan tertentu ketika sedang berada di. Luar Istanah. Akan tetapi duvlikst Cap Stempel tersebut tidak sama, sebab yang asli tulisanya lebih padat dan banyak kalimat tambahan sedangkan yang duplikat hanya tertulis nama belisu dan ayahnya Sultan Syarif Hamid I Alkadri di mana dalam Cap Stempel tertulis nama ayahnya Sultan Syarif Yusuf Alkadri Bin Sultan Syarif Abdul Hamid Alkadri salah satu bentuk Cap Stempelnya sebagai berikut :
Cap Stempel Sultan Syarif Yusuf Alkadri tulisanya rapat dan halus memenuhi ruang Stempel sehingga menjadi penuh bentuk pinggir tidak bulat melainkan bersegi 8. Stempel ini merupakan Stempel pertama selain itu juga ada Syempel berbentuk. Lain akan tetapi Stempel ini lebih banyak di gunakan sebagaimana contoh potongan Surat di bawah ini :
Cap Stempel Sultan Syarif Yusuf Alkadri dalam mem ust Surat Keterangan Hak Milik Tanah / Surat keterangan pemilik Lahan berupa tanah
Kop Surat Sultan Syarif Yusuf Alkadri sudah menggunakan Logo Kesultanan Kadriah Pontianak pada tahun 1889 M
Ini merupakan salah satu potongan Surat tanah yang di berikan Sultan Syarif Yusuf Alkadri kepada keluarga besar Alkadri yang mendapat tugas sebagai juru Da'wah sebanyak hampir 27 Orang yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat sejak tahun 1879 M 1890 M dan setiap Surat tanah rata- rata Kop suratnya mengunakan Logo Kesultanan Kadriah Pontianak, di Jaman Sultan Syarif Yusuf Alkadri Kertas berwarna Putih sudah ada yang di datangkan dari Batavia Belanda sejak beliau menjadi Sultan Ke V 1872 M - 1895 M. Dari potongan Surat tanah tersebut tertulis Poentianak, 17 Djoelhijah 1311 H / 1889 M yang di tanda tangani oleh Sultan Syarif Yusuf Alkadri, sebansr masih ada beberapa Cap Stempel Sultan Syarif Yusuf Alkadri yang masih bisa terbaca hanya saja bahanya sudah rapuh dan kwatir Robek jika di buka, sebab kertas tersebut dalam perawatan dengan kapur barus yang di haluskan agar tidak rusak bertambah parah, maka yang di gunakan hanya dokumen yang bisa di buka saja
SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALKADRI
Sultan Syarif Muhammad Alkadri adalah Sultan yang Ke VI menjabat dari tahun 1895 M - 1944 M, buliah merupakan salah satu Korban Pem unuhan Jepang.
Di jaman beliaulah hampir seluruh isi Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak di Jarah / Rampok oleh Jepang sehingga tidak ada yang tersisa termasuk Mahkota, Cap Stempel Kesultanan dan Surat menyurat penting termasuk Surat - tanah dan Arisf Surat semua ludes di tangan Jepang, sehingga yang ada sekarang sebagian besar adalah Duplikatnya saja
Menurut beberapa Catatan dari Peninggalan Sejarah dari Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, Sultan Syarif Muhammad Alkadri memiliki Tiga Stempel Kesultanan hal tersebut karena beliau menjabat sebagai Sultan yang ping terlama yaitu 49 tahun atau hampir 50 tahun
Adapun Stempel ke tiga tersebut sebenar ada dalam dokumen Maktab NanGq 1857 hanya yang di ambil Dua Stempel Saja di antaranya adalah :
1. Cap Stempel Sultan Syarif Muhammad Alkadri terakhir yang bertuliskan Kalgrafi Arab di ambil dari dokumen atas Tindak lanjut beliau terhadap pemberian lahan Keluarga besar Alkadri yang di tugaskan sebagai juru Da'wah melanjutkan Wasiat ayahnya Sultan Syarif Yusuf Alkadri, dokumen Cap Surat Tanah Pontianak, 23 December 1941 M - 1362 H, Cap Stempel ini merupakan Cap Stempel Kedua yang beliau terbitkan / Gunakan
Ini adalah merupakan salah satu dokumen denah tanah yang tersebar di wilayah Kabupaten Mempawah, Pontianak dan Kunu Raya hak atas tanah sebanyak 17 Keluarga Besar Alkadri salah satunya gunung Sahabat Empat Peniraman yang di Keluarkan oleh Sultan Syarif Muhammad Alkadri pada tanggal 23 December 1941 M - 1362 H yang di ambil dengan mengunakan Pesawat Herkulis milik Belanda (terkenal dengan nama Pesawat Hiu Kebal saat itu 1941 M - 1362 H) potongan denah inipun sudah rusak sehingga tidak jelas
2. Cap Stempel Sultan Syarif Muhammad Alkadri yang di buat dengan menggunakan Bahasa Belanda di dalamnya terdapat ukiran wajah Sultan Syarif Muhammad Alkadri, Stempel ini kuhsus di buat Sultan Syarif Muhammad Alkadri untuk kepentingan Hubungan berbagai Kontrak Kerja sama dengan pihak Belanda saja "" King Dhoem Soelthan Syarief Moehammad Alkadri Ibni Soelthan Syarief Yusuf Alkadri "" sedangkan dengan Negara lain dan kepentingan dalam Kerajaan tetap mengunakan Stempel Pertama, jika dokumen tersebut mengunakan Dua Bahasa yaitu Belanda dan Bahasa Melayu maka beliau mengunakan kedua Stempel tersebut sebagai Cap Pengesahan, demikian juga jika menggunakan Arab Melayu dengan Bahasa Belanda beliau juga mengunakan kedua Stempel tersebut sebagai Pengesahan
SULTAN HAMID II ALKADRI
Sultan Pontianak Ke VII 1945 M - 1987 M
Dalam dokumen Maktab NanGq 1857 Pusat Pontianak Sultan Hamid II Alkadri termasuk Sultan yang memimpin juga terlama hingga 42 tahun,, sebagai seorang Sultan yang berpendidikan dan berpengaruh di Nusantara karena merupakan perancang Lambang Negara Garuda. Ternyata dalam melaksanakan Kesultanan beliau termasuk Sultan yang terbanyak memiliki Cap Stempel Kesultanan hingga mencapai 5 buah dengan berbagai bentuk dan Versih, salah satu Cap Stempel Kesultanan yang beliau miliki di tengahnya berlambang Garuda sebagaimana di bawah ini :
Salah Satu Cap Stempel Sultan Hamid II Alkadri yang berlambang Burung Garuda yang bertuliskan dalam bahasa Inggris
Dalam Dokumen Maktab NanGq 1857 Pusat Cap Stempel ini Beliau Buat di Kuhsuskan setelah Indonesia Merdeka Kalimantan Barat menjadi bagian Provinsi Istimewa sebagaimana Yogyakarta yang saat itu di kuasai oleh Sultan Hamengkubuwono 9, dan Cap Stempel tersebut telah di gunakan untuk beberapa pertemuan dengan berbagai Negara, akan tetapi sangat di sayangkan kemudian Sultan Syarif Hamid II Alkadri di fitnah dan tangkap hingga di tahan sampai 10 tahun, kemudian Cap stempel Kesultanan ini menghilang dari Istana ""United States Hamid II Of The President"" Tulisan ini pun di hilangkan dari Cap Stempel tersebut sehingga yang masih bisa terbaca "" United States ...... Of The President, sehingga rencana Sultan Syarif Hamid II Alkadri gagal menjadikan Kaliman Barat Sebagai Daerah Otonom Istimewa Khusus yang sekaligus mengakhiri karir beliau dan perjuangan beliau" Karena penghianat berteriak penghianat dan Sultan Syarif Hamid II Alkadri menjadi tumbal Politik Kotor Presiden Suekarno dan akhirnya Presiden Suekarno mendapat Karma dengan Supersemar 11 Maret 1965 M yang menahiri karirnya sendiri sebagai Presiden RI Pertama
CATATAN KAKI / SUNTING :
A. Dokumen Maktab NanGq 1857 Pusat :
Dokumen Surat - Surat / Buku Yang
memiliki Cap Stempel Sultan - Sultan
Kadriah Pontianak dari generasi ke
generasi
1. Naskah Ratib Alkadri di tulis Pangeran Nur Alam / Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bin Sayid Husein Alkadri, Sabtu 5 - 13 Safar 1184 H / Minggu, 21 - 29 Mac 1769 M (saat ini tidak terbaca) mengunakan Bahasa Arab dan di terjemahkan dalam Bahasa Arab Melayu, salin ulang Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri 12.April 1869 M - 1290 H (Saat ini tidak terbaca) salin Ulang Pangeran Bendahara IV Syarif Ahmad 12 April 1942 M (saat ini terbaca) salin ulang khat huruf sama dan Kop dan logo Surat sama hanya tidak mengunakan Stempel Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri, akan tetapi mengunakan Stempel Maktab NanGq 1857 Pusat, tujuan utama agar Ratib Alkadri tidak musnah dan tetap terbaca dan di turunkan hingga generasi ke genasi termasuk generasi sekarang dan generasi seterusnya untuk fi baca dan di amalkan bil khusus keturunan Sayid Husein Alkadri dan Khalayak Ramai
2. Naskah Perjanjian pertama Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Ibnu Sayid Husein Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak dengan VOC mengenai hal atas tanah untuk pelabuhan VOC (Sekarang Pelabuhan Dwikora hingga Ke Pelabuhan Rakyat) kepada Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dan kedudukan Putra - Putra Sultan jika sudah Wafat atas Hal Kelanjutan Kesultanan Kadriah Pontianak pada tanggal 5 Juli 1779 M - 1199 H, sebab perjanjian tersebut Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri mengundurkan diri sebagai Panglima Kesultanan Kadriah Pontianak, Surat tersebut bertuliskan dalam dua Bahasa Yaitu Arab Melayu dan Bahasa Belanda (saat ini tidak terbaca) salin ulang Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri (terbaca samar dalam bahasa Belanda dan Arab Melayu 12 April 1869 M - 1290 H, Dalin ulang Pangeran Bendahara Tua V Syarif Ibrahim bin Ahmad Alkadri 12 April 1965 M - 1386 M dalam bahasa Melayu (terbaca) tujuan utama untuk mengetahui isi Perjanjian Pihak VOC dengan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri yang saat itu di anggap Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri merugikan Kesultanan, yang sebenarnya di tolak Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri hingga 8 kali yang ke 9 beliau tanda tangani karena akan di beri hadiah yang besar termasuk menikahkan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dengan Anak Gubernur Bank Dherden Wirjawie di Belanga sehingga 11 Kuli 1779 M - 1199 H. Sultan Bertolak dari Pontianak menuju Belanda
Hanya Contoh Kop Surat Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
3. Naskah Perjanjian Sultan Syarif Kasim Alkadri kepada VOC Batavia terhadap Pembukaan Jalan jalur Pontianak Mempawah Singkawang Sambas, kemudian dari Sungai Pinyuh ke Ngabang hingga Sanggau Sintang dan jalur sempit ke Puti Sinau, Surat tertanggal, 4 Juli 1809 M / 25 Julqaidah 1230 H dengan dua Bahasa yaitu Bahasa Arab Melayu dan Bahasa Belanda dengan kertas berwarna Kuning hiasan pinggir serta Kop Surat berlogo Kaligrafi dan terpisah dengan kaligrafi di bawahnya, status Surat sekarang tidak terbaca
Hanya Contoh Kop Surat Sultan Syarif Kasim Alkadri
4. Naskah Surat dari Sultan Syarif Usman Alkadri kepada Residen Belanda Amoldos Lauren Weddik tanggal 12 Rabiul Akhir 1264 H / 18 Marc 1848 M dalam Dua Bahasa Arab Melayu dan Bahasa Melayu jenis kertas berwarna Kuning kasar tinta hitam ke emasan tulisan tidak jelas terlalu kecil hiasan pinggir dan berlogo sama Kigrafi Arab menyatu dengan kaligrafi Arab di bawah Logo, Status Surat sekarang tidak terbaca (Sudah di restorasi ulang dua kepengurusan Maktab NanGq 1857 Pusat
Hanya Contoh Kop Surat Sultan Syarif Usman Aljadri
5. Naskah Contract med den Soelthan Poentianak Pangeran Ratoe Sultan Syarif Hamied bien Soelthan Syarief Ousman Alkadrie 14 Sebtember 1856 M / 12 Rabiul Akhir 1277 H dan di perkuat Contract ke 2 Tanggal 2 November 1856 M / 8 Jumadil Akhir 1277 H, Huruf Kelas (Sekarang Tidak terbaca) bahasa Belanda Lomsleg dan Arab Melayu, telah di terjemahkan ulang Pangeran Belanda Tua Syarief Ja'far bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri dan di perbaharui Pangeran Bendahara Tua IV Syarif Ahmad Alkadri 12 April 1947 M - 1368 H. Kop Surat yang di gunakan masih Kop Surat yng di miliki Sultan Syarif Usman Alkadri karena baik Logo Kop an Kaligrafi Arb tidak mencantumkan Nama Sultan Syarif Usman Alkadri, sehingga Sultan Syarif Hamid I Alkadri hanya membuat Cap Stempel Saja
Contoh Kop Surat Sultan Syarif Hamid I Alkadri masih mengunakan Kop Surat ayahnya Sultan Syarif Usman Alkadri, ketika masih baru menjabat sebagai Sultan 1855 M dan tahun 1856 M telah terjadi 2 Kontrak dengan pihak Residen VOC Belanda di Batavia
Status Surat Ai tidak terbaca / Rusak
6.