MANAQIB MUHAMMAD BIN AHMAD ALQUDS. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JA'FAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK. KANTOR PUSAT JALAN SELIUNG
MANAQIB
TUAN DATOK MARANG SAYID
MUHAMMAD BIN AHMAD ALQUDS
Masuk Indonesia tahun 1717 M - 1139 H
Al - Quds merupakan salah satu Kota yang berada di Provinsi Riyadh Negara Saudi Arabia 🇸🇦, merupakan Daerah awal munculnya Marga ALQUDS AL-HASANI dan salah satu keturunan beliau adalah Tuan Datok Marang Panggilan terkenal untuk daerah Matan Ketapang dan Kalsel dan Kalteng serta Tuan Dato Marang panggilan terkenal di Trengganu Malasia akan terapi Sejarah kehidupan beliau di Trengganu Malasia terkubur begitu saja sehingga mencarik jejak Maqam beliau juga terasa sulit di wilayah perairan Trengganu
Aslinya beliau adalah Sayid Muhammad Bin Ahmad Alquds berasal dari Saudi Arabia 🇸🇦 yang Hjirah ke Indonesia 🇮🇩 bersama Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail., Beliau juga terkenal dengan EMPAT SAHABAT atau SAHABAT EMPAT, nama tersebut di Abadikan dan di sematkan dengan Bukit Sahabat Empat Gunung Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Kalbar Indonesia 🇮🇩
Di sebabkan sebelum ke Matan mereka berempat sempat tersesat di Daerah Peniraman yang saat itu belum memiliki nama sehingga untuk mengenang...
....Daerah tersebut di namakan Bukit Sahabat Empat kemudian setelah masuknya Suku Madura menjadi Puncak Gunung Peniraman Bukit Sahabat Empat.
Adapun beliau berempat adalah :
Manuskrip Poto Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail ketika Tiba di Indonesia berusia sekitar 37 Tahun
1.Sayid Husein Bin Ahmad Alkadri
Jamalullail terkenal sebagai Tuan Besar
Mmpawah (Mempawah) wafat di
Mempawah 1769 M - 1191 H
2. Sayid Abu Bakar idrus terkenal Tuan
Besar Aceh, ketika tiba di Indonesia
berusia sekitar 45 Tahun, dan wafat di
Aceh 1767 M - 1189 H
3. Sayid Umar Assagaf terkenal sebagai
Tuan Besar Siak, tiba di Indonesia usia
sekitar 55 Tahun Wafat di Siak 1768 M -
1190 H
4. Sayid Muhammad Bin Ahmad Alquds
terkenal Tuan Datok Marang, ketika Tiba
di Indonesia usia sekitar 57 tahun dan
wafat di Trengganu malasia 1759 M -
1181 H beliau wafat dalam usia 99
tahun termasuk umur yang paling
panjang dari ke tiga sahabatnya dan
bermakam di Marang Trengganu
1. Sayid Husein Bin Ahmad Alkadri Jamalullail Tuan Besar Mempawah Maqam di Mempawah, saat berangkat beliau berusia sekitar 38 Tahun dengan meninggalkan 3 orang istri dan 17 Orang anak Laki-laki dan 6 Anak Perempuan setelah berasa di Indonesia beliau menikahi 9 orang perempuan dan memiliki anak laki-laki dan Perempuan 19 orang sehingga total anak beliau dari 12 orang istri adalah 42 orang Anak., beliau berangkat dari Ariadha Yaman Selatan., sementara
2. Sayid Abu Bakar Alidrus Tuan Besar Aceh Maqam di Aceh saat berangkat meninggalkan istri 3 orang dengan anak Laki-laki dan perempuan sebanyak 12 orang , berangkat dari Asyiasyah Yaman Selatan., sementara
3. Sayid Umar Assagaf Tuan Besar Siak Maqam di Siak. Siak Indrapura Kabupaten Siak Kepulauan Provinsi Riau. saat berangkat meninggalkan 2 istri dan 7 anak kandung., sementara
4. Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds Tuan Datok Marang, saat berangkat
meninggalkan 4 istri dan 14 Anak laki-laki maupun Perempuan, Maqam beliau di Marang Dungun Pantai Seberang Marang Trengganu, karena beliau tinggal Kampung Dungun Marang sehingga terkenal sebagai Dato Marang dari Trengganu malasia
Rute Perjalanan Ke Empat Sahabat tahun 1717 M - 1139 H dari tanah Arab menuju Negeri Seberang Indonesia, Malasia, Singgalura termasuk Brunaidarussalam sebagai berikut :
1. Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail Tuan Besar Mempawah berangkat dari Ariadha Yaman Selatan menuju Bangladesh kemudian beliau menunggu di Bangladesh sesuai kesepakatan sebelumnya
2. Sayid Abu Bakar Alidrus Tuan Besar Aceh berangkat dari Asyiasyah Yaman Selatan menuju ke Bangladesh
3. Sayid Umar Assagaf berangkat berangkat dari Hadramaut Yaman Selatan menuju Bangladesh dan
4. Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds berangkat dari Alqouds Saudi Arabia menuju Bangladesh Setelah mereka berkumpul mereka melakukan persiapan untuk Perlayaran Jauh yang di perkirakan 6 sd 7 bulan baru sampai ke Indonesia atau Negeri Seberang Negeri Serumpun Melayu
Setelah hampir 2 tahun mengadakan persiapan bahkan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail juga sempat menikahi seorang wanita Banglades kemudian memiliki 1 orang anak menjadi warga Bangladesh, dari Bangladesh barulah beliau berempat menuju Indonesia yang saat itu oleh bangsa Arab di sebut Negeri Seberang atau Negeri Tengah (Baladh Wustho) sebuah Negeri yang berada pada garis Khatulistiwa dengan koordinatnya berada di Titik Nol yang merupakan bagian tengah titik bumi, istilah Negeri Seberang sudah terdapat di dalam hadist Rasul sebuah Negeri yang di berkahi di mana suatu saat keturunan beliau terbanyak di Negeri tersebut terutama dari jalur Sayidina Husein di mana separuh Badanya mengikuti Postur Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam
Balad Wustho atau Negeri Seberang atau Negeri Tengah sudah di jelaskan sebagai Negeri Yang Di berkahi. Sultan Syarif Muhammad Bin Sultan Syarif Yusuf Alkadri perancang dan pendiri tugu Khatulistiwa pembangunan pertama kali di Bantu Oleh Pihak BMKG Belanda Batavia dalam mencari titik Nol Tugu Khatulistiwa Siantan 1909 M - 1331 H di bulan Maret titik nol Jatuh tepat di tuguh Khatulistiwa dan Telur bisa berdiri dan Masak
Negeri Yang di berkahi menurut Hadist Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam adalah :
1. Kota Mekah Masjidil Haram Saudi
Arabia 🇸🇦
2. Kota Madinah Masjid Nabawi yang di
dalamnya terdapat Makan Rasulullah
Shallallahu Allaihi
3. Baitul Maqdis di Palestina
4. Yaman Kota 1.000 Waliyullah Kota Ahlul
Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi
5. Negeri Seberang yang terdapat Balad
Wustho Garis Khatulistiwa yang berada
di titik Nol
Kondisi Tugu Khatulistiwa sekarang tahun 2025 M - 1447 H di sekelilingnya sudah menjadi Taman Dugulis tempat Wisata Taman dan pinggiran Sungai Kapuas, merupakan Sungai terpanjang di Indonesia 🇮🇩
Akan tetapi rencana perjalanan yg harus di tempuh 7 bulan 🌙 atas ijin Allah hanya di tempuh dalam 3 bulan, merupakan Perlayaran tercepat dengan menggunakan Perahu layar selain pertimbangan yang mematang dan atas ijin Allah sehingga perahu seperti melayang
Setelah tiba di Negeri Seberang ke empat Sahabat ini turun ke Singgapura tepatnya di perkpungan Marang (Sekarang menjadi daerah Maqam. Keramat tertua) di Singgapura, dari sini baru mereka menyebar untuk berda'wah mencari tempat Masing-masing dengan urutan sebagai berikut :
1. Sayid Abu Bakar Alidrus memilih dan menetap di Aceh kemudian terkenal Tuan Besar Aceh
2. Sayid Umar Assagaf memilih berda'wah di Siak Sri Indrapura Riau menjadi Tuan Besar Siak,
Setelah itu mereka berempat berangkat ke Jawa kemudian ke Sulawesi dan Kalimantan Selatan di Daerah Bati - Bati Martapura dari Martapura kemudian berlayar menuju Kalimantan Barat dan tersesat di Daerah Gunung Peniraman (Dan memberi nama dengan Bukit Sahabat Empat Puncak Gunung Peniraman) baru kemudian ke Istana Opu Daeng Manambon Ssyid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jajirah, setelah sehari menginap Rombongan beliau di antara Pasukan Opu Daeng Manambon menuju Matan, sehingga sempat menunjukan Karomahnya karena Tuan Jengot Merah berbuat ulah untuk menguji kelebihan masing-masing
Bukit 1. Peniraman Gunung Sahabat Empst terdiri dari 4 Bukit Gunung yang saat ini sudah di rusak etnis Madura sebagai lahan pengalian dan ke empat Bukit ini sangat memprihatinkan
Bukit 2 Sahabat Empat Gunung Peniraman sudah hampir habis
Bukit 3 Gunung Sahabat 4 Gunung Peniraman
Bukit 4 Gunung Sahabat 4 bagian puncak sudah di gerus dengan Exsapator tidak ada tindakan dari pemerintah atas kerusakan tersebut
Setelah Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail menyatakan dirinya menetap di Matan maka ketiga sahabatnya pulang ke tempat masing-masing, sementara Datok Marang memutuskan untuk berda'wah di Bati - Bati Borneo Selatan dan Tengah selama 5 tahun dan sempat menikah kemudian memiliki 2 orang anak laki-laki salah satunya adalah Sayid Ahmad Alquds yang memiliki salah satu anak bernama Sayid Tengku Muhaimin Alquds Maqam Kandangan Hulu dan satu anak lagi bernama Sayid Tengku Abdurrahman Alquds yang menetap di Telaga Langsat Hulu Sungai Selatan Kalsel
Setelah menetap 5 tahun beliau memutuskan untuk Hijrah ke Trenganu di Daerah Hulu Sungai Marang Dungun Pantai Seberang Marang Trengganu Malasia yang menurut keterangan keturunan beliau juga terdapat di daerah Marang Trengganu ini dan ada juga yang mengatakan juga terdapat di Daerah Marang Singgapura
Maka di lihat dari jejak Sejarah Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds keturunan beliau terdapat di :
1. Saudi Arabia 🇸🇦 Daerah asal lahir Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds karena ayah beliau bermaqam di Alquds Saudi Arabia 🇸🇦
2. Singgapura di Daerah Marang dulu di jamanyan merupakan Daerah Serumpun Melayu mayoritas sudah beragama Islam yang di sebarkan Sayid bermarga Jumpa Aceh dan anak - anak Raja Lamadusilat Sayid Syekh Muhammad Adeni Qaulan Jajirah Datoknya Opu Daeng Manambon Sayid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jajirah 1715 M - 1138 H
3. Kalsel dan Kalteng. Di Kalsel di perkirakan terdapat di Pelaihari, Tapin, Kandangan termasuk Bati - Bati dan sekarang tahun 2025 M kemungkinan besar Keturunan ini telah menyebar di tempat lain di wilayah Kalsel yang harus di buka keberadaan mereka, sedangkan di Kalteng awalnya di tahun 1740 M - 1162 H terdapat di Muara Teweh dan Berau antara Kalten Kaltim
4. Trengganu malasia merupakan basis terbesar keturunan Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds di Hulu Sungai Dungun Pantai Seberang Marang Trengganu malasia
5. Sedangkan Provinsi lain di Indonesia untuk saat ini tidak terdeteksi sama sekali termasuk Kalbar, seandainya pun ada bearti berasal dari 4 Daerah tersebut yang hijrah atau Pindah di tempat tinggal baik melalui Jalur kerja, TKI atau sebab menikah di luar ke 4 daerah asal keturunan dari Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds
Pintu masuk lokasi Pemaqaman Marang di Singgapura. Di sebut Marang dalam jejak Sejarah Sahabat Empat yaitu Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds pertama kali menginjakan kakinya di Singgapura tepatnya di Kampung Marang Singgapura sejak saat itu beliau di panggil sebagai Datok Marang (Dokumen Tinta emas Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail 1740 M - 1162 H) Panggilan tersebut untuk mengenang Jatuh pertama kali telapak kaki mereka berempat di Negeri Kampung Seberang atau Balad Wustho, maka ketika beliau berada di Kesultanan Matan Ketapang. Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds sudah di Panggil sebagai Tuan Datok Marang dari Singgepur (Singgapura) sementara Sayid Abu Bakar Alidrus di panggil dengan Tuan Besar Aceh dan Sayid Umar Assagaf di Panggil Tuan Besar Siak dari Indrapura Riau Lingga, sementara saat itu Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds belum menginjakan kakinya sama sekali di Trengganu di Dusun Dungun Marang Trengganu. Melainkan gelar tersebut beliau Terima di Singapore ketika berada atau bermukim di Telok Blangah kaki gunung Faber Singgepur 1717 M - 1139 H bersama ketiga Sahabatnya beliau menetap di Kampung Teluk Blangah kaki Lereng gunung Marang selama 2 tahun dan Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail sempat menikah dan memiliki seorang anak laki-laki kelahiran Singgepur, akan tetapi tidak ada catatan Tuan Datok Marang menikah di Singgepur ini, seandainya ada keturunan belisu di daerah ini besar kemungkinan berasal dari Dusun Dungun Marang Trengganu sebagai tempat terakhir beliau menetap hingga wafatnya di Pinggiran Aliran Sungai Marang Trengganu ini
Maka jejak Sejarah yang Shohe / benar gelar Datok Marang beliau dapatkan di Lereng Bukit Teluk Blangah Singgepur Bukit Marang yang sekarang menjadi Areal Maqam Tua Marang Negara Singgapure dan berakhir di Dusun Dungun Marang Trengganu Negara Malasia
Kemudian pada tahun 1860 M - 1282 H Pemerintah Singgepur menjadikan sebagai Maqam Bersejarah Marang di bukit Teluk Blangah Kaki Gunung Fader
Makam di lokasi Pemakaman Marang kaki gunung. di Bukit Teluk Blangah Singgepur
Dengan demikian maka sangat wajar jika Asyayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail mengetahui seluruh Silsilah Nasab ke Tiga Sahabat beliau tersebut sebab sejak dari Ariadha Yaman Selatan mereka sudah berjuang dan berguru bersama di Kota Mekah Saudi Arabia 🇸🇦 kepada seorang ulama Sayid Ibrahim bin Umar Almagrowei Alhasani 1712 M - 1717 M, keberangkatan keempat Sahabat tersebut juga merupakan Perintah guru beliau untuk berda'wah di Negeri Seberang tersebut yang merupakan Negeri Serumpun Melayu yang memiliki beragam Kepercayaan tradisi dan adat istiadat yang sangat unik di setiap daerah sementara saat itu Islam memang sudah tersebar karena masuknya ulama sebelum mereka akan tetapi belum merata, maka titik daerah yang mereka datangi untuk berda'wah dimana Islamnya masih terisolasi dari dunia luar karena akses yang belum ada seperti jaman sekarang
Artinya tidak terlalu sulit bagi Maktab NanGq 1857 untuk menelusuri silsilah nasab ketiga Sahabat beliau tersebut jika sudah di temukan keturunannya dan sudah di restui leluhur yang bersangkutan
Sebab tanpa restu leluhurnya maka tidak akan mungkin keturunannya bisa di temukan, akan terapi jika sudah sampai waktunya Allah akan membukanya melalui perantara dari leluhur tersebut, maka sangat mudah menemukan mereka sebab rata - rata keturunannya akan terbuka hatinya untuk mencari leluhurnya masing-masing
KETURUNAN - KETURUNAN DATOK MARANG SAYID MUHAMMAD BIN AHMAD ALQUDS
Registrasi :
1.40.1.30. 6305064808670003
Buku Nasab Yang Ke :
2026 Buku / Kartu
1.40.1. SYARIFAH RAUDAH ALQUDS Sudah Teregistrasi
Suami Pangeran Tinggi Al-Akbar
Wijayakesuma Syarif Abdul Wahid
Alkadri Kandangan. Anak-anak Kandung
Sharifah Raudah Alquds dengan Suami
Syarif Abdul Wahid Alkadri adalah :
41.1. Syarifah Ikrimatul Sa'diah bin Syarif
Abdul Wahid Alkadri Ibundah
Sharifah Raudah binti Ruslan Alquds
41.2. Syarif Ubaidah Rahman bin Syarif
Abdul Wahid Alkadri Ibundah Sharifah
Raudah binti Ruslan Alquds
41.3. Syarif Muhammad Anshar Maulidi
bin Syarif Abdul Wahid Alkadri Ibundah
sharifah Raudah binti Ruslan Alquds
2.39. Bin Sayid Ruslan (12 Tahun Tinggal di
Kota Mekah) Istri Hj. Maswi binti
H Jamberi
3.38. Bin Sayid Ali
4.37. Bin Sayid Muhammad Tukacil
5.36. Bin Tengku Sayid Muhaimin Alquds /
istri Saedah binti Ahmad Al-Banjari
satu jalur dengan Nasab Guru
Sekumpul
6.35. Bin Sayid Ahmad /istri
Rahimatunnisah Al-Banjari satu jalur
dengan Muhammad Arsyad
Al-Banjari
7.34. Bin Sayid Muhammad Alquds Tuan
Datok Marang / Istri Putri Dayang Sri
Rahayu Fatmawati keturunan dari
Padang Hampar 12 Banjarmasin /
sama dengan Padang 12 Ketapang
8.33. Bin Sayid Ahmad Alquds., Saudi
Arabia🇸🇦
Registrasi :
2.40.4.30. 6306051401800001
Buku Nasab Yang Ke :
2027 Buku / Kartu
1 40.4. SHARIF MUHAMMAD FAHRI
ALQUDS Sudah Teregistrasi
Istri Juairiah binti Kasyful
Anwar (Adik Kandung ke 4 Sharifah
Raudah bin Sayid Ruslan Alquds). Anak-
anak Kandung :
41.1. Sharifah Nabila Najwah binti
Muhammad Fahri Alquds ibundah
Juairiah binti Kasyful Anwar
Lahir Senin 15 Oktober 2012 M /
29 Dzulqaidah 1433 H
41.2. Sharif Muhammad Hasan Habibie
bin Muhammad Fahri Alquds ibundah
Juairiah binti Kasyful Anwar
Lahir : Senin 27 Oktober 2016 M /
16 Muharram 1438 H
41.3. Sharifah Rachael Maulida bin
Muhammad Fahri Alquds ibundah
Juairiah binti Kasyful Anwar
Lahir : Rabu 13 Oktober 2021 M /
6 Rabiull Awal 1443 H
2.39. Bin Sayid Ruslan Alquds / Istri Hj.
Maswi bin H. Jamberi (12 Tahun
menetap di Saudi Arabia) Nasabnya
sama dengan Sharifah Raudah binti
Sayid Ruslan Alquds seterusnya sama
Saudara Kandung Sharifah Raudah binti Ruslan Alquds yang sudah terdaftar tetapi belum Teregistrasi adalah :
40.2. Sharif Rahim bin Sayid Ruslan Alquds. Ibunda Hj. Maswi binti H. Jamberi Belum Teregistrasi
40.3. Sharif Zainal Ilmi bi Ruslan Alquds ibundah Hj. Maswi binti H. Jamberi Belum Teregistrasi
40.5. Sharif Abdul Sahid bin Ruslan Alquds ibundah Hj Maswi binti H. Jamberi Belum Teregistrasi
40.6. Sharifah Hamdanah binti Ruslan Alquds ibundah Hj Maswi binti H. Jamberi Belum Teregistrasi
Makam Datok Marang Sayid Muhammad Bin Ahmad Alquds di kirim salah satu keluarga Alkadri yang tinggal di Marang Terengganu Wan Seid Hamid bin Ahmad Alkadri di Trengganu keturunan dari Syarif Muhammad bin Sayid Husen Alkadri Mufthi Mempawah , maqam ini di Yakini sebagai Makam Datok Marang dan sering di Jiarahi Keluarga Alquds di Trengganu berada di ulu Sunga iMarang Dungun Pantai Sebrang Trengganu Negara Malaysia 🇲🇾 di areal malam ini baru Bisanya Rata-rata berbentuk hampir sama, ada yang berukuran besar dan ada juga berukuran sedang dan kecil
Benteng Pemecah Ombak Pantai Seberang Marang Trengganu Malaysia 🇲🇾
Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds Beliau menetap di Wilayah Kalsel di Daerah Bati - Bati sekarang masuk di Kecamatan Bati- Bati Kabupaten Tanah Laut tepatnya di Padang Hampar 12 Daerah penuh Misterius dengan Daerah Ghaibnya mirip padang q2 Ketapang Kalbar sekarang sudah menjadi Desa / Kelurahan Padang 70852
Karena tinggal di Padang Hampar inilah kemudian beliau menikah dengan seorang gadis Padang Hampar bernama Putri Dayang Sri Rahayu Fatmawati Keturunan dari Padang Hampar 12 Banjarmasin ini di Katakan Padang Hampar 12 Banjarmasin karena saat itu Banjarmasin satu - satunya wilayah yang sudah menjadi Kota besar 1727 M - 1149 H sekaligus merupakan arus yang padat Perdagangan melalui akses laut, sehari - hari istrinya di panggil Syekhod ada yang mengatakan panggilan itu nama ayahnya sedangkan ibunya di pangil Khod ada yang mengatakan adalah Khodijah
Dari pernikahan dengan Dayang Sri Rahayu Fatmawati beliau hanya memiliki 2 orang anak yaitu :
1.35. Sayid Ahmad bin Muhammad bin
Ahmad Alquds dan
2.35. Sayid Abdurrahman bin Muhammad
bin Ahmad Alquds
Keduanya di lahirkan di Padang Hampar Bati - Bati Tanah Laut Kalsel Indonesia 🇮🇩
1.35. Sayid Ahmad bin Muhammad Alquds Datok Marang kemudian menikah dengan Rahimattunisah Al-Banjari masih satu jalur keturunan Muhammad Arsyad Al-Banjari fi Kandangan Hulu kemudian beliau menetap di Kandangan Hulu hingga wafat dari 3 orang anak yang beliau miliki salah satunya adalah Tengku Sayid Muhaimin bin Ahmad Alquds merupakan ayah kandung dari Sayid Tukacil (Kacil) Ssyid Muhammad Tukacil bin Tengku Sayid Muhaimin Alquds sedangkan
2.35. Sayid Abdurrahman bin Muhammad Alquds Datok Marang Hijrah ke Muara Teweh Kalteng dan memiliki keturunan juga terdapat di Berau perbatasan Kalteng - Kaltim - Kaltara
Dari kedua keturunan inilah yang menyebar di Kalsel yang Sa'ad ini banyak yang masih menutupi diri karena tidak mengetahui leluhur di atasnya sekalipun mereka tau bahwa mereka adalah keturunan Alquds tetapi tidak mengetahui dari jalur mana di antara ke Empat Jalur yang sudah terkonfirmasi yaitu :
1. Jalur langsung dari Saudi Arabia 🇸🇦
2. Jalur Langsung dari Marang Singgepur
3. Jalur langsung dari Bati - Bati Kalsel,
Muara Teweh Kalteng atau
4. Jalur langsung dari Marang Trengganu
Dan itu bisa di ketahui di Maktab NanGq 1857 Pusat Pontianak yang memiliki Dokumen Terlengkap dari keturunan ini, serta keshohehanya dengan kehadiran leluhur Nasab yang bersangkutan. Akan tetapi hanya jalur yang sudah Teregistrasi dengan sempurna saja yang boleh di buka di Blog ini, sedangkan Jalur yang tidak terdaftar dan tidak Teregistrasi tetap akan di tutupi sampai ada keturunan yang bersangkutan untuk mencari leluhurnya barulah Maktab NanGq 1857 Pusat Kesultanan Pontianak membuka keturunan yang bersangkutan dan untuk kepastian apakah mereka sebagai keturunan dari Datok Marang maka wajib di akui leluhurnya sendiri, tanggungjawab Maktab NanGq 1857 Pusat Kesultanan Pontianak hanya mendata dan melegalisasikan saja atas perintah / Titah leluhur yang bersangkutan
DATOK MARANG SAYID MUHAMMAD BIN AHMAD ALQUDS
Lahir : Saudi Arabia, 12 Jumadil Ula 1082 H / 1660 M dan
Wafat : Trengganu, 23 Sya'ban 1181 H / 1759 M
Dalam Usia : 99 Tahun
Umur tersebut :
1. 57 Tahun berada di Timur Tengah
Negara Saudi Arabia 🇸🇦 dengan jumlah
14 orang anak dari 3 istri
2. 2 Tahun di Negara Bangladesh🇧🇩 tidak
menikah dan tidak memiliki anak
3. 2 Tahun berada di Negara Marang
Negara Singgepur 1 orang istri dan 1
anak laki-laki
4. 5 Tahun di Bati - Bati Padang Kalsel
Indonesia 🇮🇩 1 Istri 2 orang anak laki-
laki
5. 33 Tahun di Marang Trengganu 2 Istri 2
anak laki-laki dan 1 anak Perempuan
Semua keturunan laki-laki bisu memiliki keturunan hingga saat ini
Datok Marang Sayid Muhammad bin Ahmad Alquds adalah keturunan ke 34 atau generasi ke 34 dari Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dengan Nasab Beliau sebagai berikut :
34. SAYID MUHAMMAD ALQUDS Tuan
Datok Marang Trengganu Malaysia 🇲🇾
33. Bin Ahmad Alquds Saudi Arabia 🇸🇦
32. Bin Abdullah Alquds Saudi Arabia 🇸🇦
31. Bin Abdul Hamid Alquds Saudi
Arabia 🇸🇦
30. BIN MUHAMMAD ALI ALQUDS Saudi
Arabia 🇸🇦 Pencetus Marga Alquds
29. Bin Abdul Qadir Alkhotib Saudara
Kandung Ali Waliyul Haqun Waliyul
Ahad Waliyul Haq Alkhotib
28. Bin Hamid
27. Bin Mahmud
26. Bin Husein
25. Bin Ahmad
24. Bin Khalil
23. Bin Muhammad
22. Bin Sa'id
21. Bin Ismail
20. BIN SAYID SYEKH AHMAD ALKHOTIB
Yang pertama kali mengunakan Marga
ALKHOTIB artinya orang yang selalu
berada di mimbar - mimbar mau
mimbar Jum'at maupun mimbar untuk
berda'wah di majelis menyebar ajaran
Islam
19. Bin Altunajih
18. Bin Salim
17. Bin Salam
16. Bin Syalam
15. Bin Sa'dullah
14. Bin Afandi Muhammad
13. Bin Aliyu
12. Bin Albakri
11. Bin Ismail
10. Bin Muhammad
9. Bin Ismail
8. Bin Qasim Arrassi'
7. Bin Ibrahim Toba - Toba (Thobaqo -
Thobaqo)
6. Bin Ismail
5. Bin Ibrahim Alfakhro
4. Bin Hasan Almutsana
3. Bin Sayidina Hasan
2. WA Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Rha
1. Binti Nabiyullah Muhammad Shalallahu
Alaihi Wasallam
0. Alfatihah...
Datok Marang adalah ulama yang handal beliau dalam kehidupannya lebih memilih hidup yang sederhana yang berpahamksn ahlisunah wal Jama'ah, salah satu sebab yang mendorong beliau mengikuti ke inginsn gurunya di sebabkan tekanan Wahabiah Negara Saudi Arabia 🇸🇦 yang banyak menghancurkan makam - makam keturunan Rasulullah yang awalnya sudah berbentuk bangunan kubah kemudian di hancurkan dan hanya tersisa gundukan tanah yang di kelilingi baru tanpa nama bahkan baru bisanya juga di buang
Hal tersebut membuat beliau lebih memilih untuk hijrah ke Negeri Seberang, sebab jika ke Yaman beliau juga merasa berat karena permusuhan Saudi Arabia 🇸🇦 masih sangat tegang, hal tersebut di sebabkan kaum wahabi ingin menyerang makam - makam Ahlulbait yang ada di Negara Yaman termasuk makam para Ahlulbait Rasulullah yang di junjung tinggi mayoritas bangsa Yaman saat itu, sehingga sering terjadi peperangan antara Saudi Arabia 🇸🇦 dan Yaman yang lebih menghormati dan menjunjung tinggi makam keturunan Rasulullah, sehingga beliau juga khawatir di jadikan sasaran kebencian, pada hal Penduduk Yaman justru tidak seperti itu, sebab mereka bisa membedakan kaum wahabi dengan ahli sunah
Pontianak, Jum'at 10 Oktober 2025 M / 18 Rabiull Akhir 1447 H 13 : 33 WIB
YAYASAN PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR ALKADRI
Maktab NanGq 1857 Pusat Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Sutan Ke IV Kesultanan Qadriah Pontianak
KETUA PUSAT
Arif Candra Bin Pangeran Bendahara TUA V Syarif Ibrahim Alkadri
Seting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857
Di Lindungi Undang-Undang
13 : 35 WIB