ONGADRIE., MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JA'FAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTANAK. KANTOR PUSAT JALAN SELIUNG
KOTA TIBET BERNUANSA ISLAM
MARGA ONGADRIE
SALAH SATU DARI 50.000 MARGA CINA
DIDUNIA BERASAL DARI CINA 🇨🇳 TIBET
BERASAL DARI KETURUNAN SULTAN
SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRI
SULTAN PERTAMA KESULTANAN
KADRIAH PONTANAK KALBAR
NEGARA INDONESIA 🇮🇩
Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
SUMBER DATA
SALMAN KHAN ONGADRIE
Salah satu Keturunan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri yang menetap di Tibet Negara Tiongkok .Cina 🇨🇳. Ibunya masih keturunan Ahlulbait merupakan pecahan Maulana Malik Ibrahim Khan
Mulai terkuak dan terbukanya keturunan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Alkadri / Ongadrie bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dengan Istrinya Fatimah binti Muhammad Ongadrie, dimana Muhammad Ongadrie juga beristrikan orang Cina 🇨🇳 yang bermarga Fhengshui seorang Mualaf Khonghucu, yang juga di tugaskan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri di Tibet untuk mendampingi Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Alkadri untuk Distrik-distrik Perdagangan Cina di Tiongkok yang terdapat di Tibet Cina 🇨🇳
Marga ini pertama kali di temukan pada tahun 1991 yang lalu ketika ada Turis dari Tibet melancong ke Singkawang yang mengaku leluhurnya bermalam di Tibet fi mana fi baru nisan leluhurnya bertuliskan Aksara Cina jika di Indonesia 🇮🇩 kan bernama Abu Bakar Ongadrie bin Sorang Abdurrahman Ongadrie lair Boerneo atau Pulau Kalimantan Bagian Barat Raja Pontianak
Akan tetapi pelancong ini tidak di temukan lagi mungkin sudah pulang ke Tibet.
Dan baru di temukan kembali pada Tahun 2025 M ini oleh Ketua Maktab NanGa 1857 Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi DKI Jakarta bernama Muhammad Ridwan Ongadrie yang beragama Islam sejak lahir karena kedua orang tuanya juga beragama Islam yang bermarga Ongadrie
Makam Muslim Tibet umumnya sama dengan Kuburan Cina 🇨🇳. Perbedaanya Baru Bisanya bagian kepala di depan Badan atau sama dengan Makam Muslim umumnya di dunia
Sedangkan kuburan Cina 🇨🇳 Batu Bisanya Membelakangi Badan
Persamaanya Batu Nisan Melebar. Jika Muslim biasanya ada 2 tulisan Aksara yaitu Aksara Arab dan Aksara Cina sedangkan Agama Konghucu hanya Aksara Cina, akan tetapi ada juga Makam Muslim terutama di Tiongkok hanya Aksara Cina 🇨🇳 saja, sehingga sulit membedakannya, untuk mengetahuinya ti ggal melihat posisi Makam letak Makam dan Qiblatnya, karena Kuburan Cina 🇨🇳 umunya tidak beraturan biasanya menghadap arah jalan terkadang tidak sekilun satu areal perkuburan
Sehingga Ongadrie menjadi salah satu Marga di Cina 🇨🇳, Tibet yang muncul pada Tahun 1763 M - 1185 H., merupakan Tahun awalnya Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Ongadrie bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri / Ongadrie berpijak ke Bumi Tibet Tiongkok Cina 🇨🇳 bersama Istrinya Fatimah Ongadrie yang juga berwajah Cina karena Ibunya orang Cina 🇨🇳 Konghucu yang bermarga Khei asal Singkawang di nikahi Ayah Syarif Muhammad Ongadrie juga ikut Hijrah ke Tibet saat itu untuk membantu Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar bin Sotan Syarif Abdurrahman Alkadri di Tibet Tiongkok Cina 🇨🇳
Contoh Batu Nisan Aksara Cina kiriman Salman Khan Ongadrie Salah satu keturunannya yang bertuliskan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Ongadrie
Aksara Arab di mana bertuliskan Ongadrie di ujung nama Syarif Abu Bakar Ongadrie Tibet 🇨🇳
Maktab NanGq 1857 pada dasarnya hanya membuka jika keturunan yang bersangkutan berdasarkan informasi terdahulu dan sekarang untuk mencari kebenaran serta bukti sebuah Sejarah yang bersipat mamusktif Kuno baik yang Arab Melayu, bahasa Arab, Belanda termasuk Cina dan lainya seperti Jepang stau Inggris 🇬🇧 serta bahasa Lokal seperti Dayak
Sebab Alkadri hampir menikahi semua Etnis yang ada di Indonesia 🇮🇩 maupun Negara lainya sehingga sekalipun mereka Alkadri tetapi podtor dan wajah mereka sudah menjadi wajah penduduk lokal yang mereka nikahi,
Sehingga Alkadri menjadi Multi Etnis
Di Baca Weng Jia Deli / ONGADRIE
Merupakan salah satu Marga Tibet Tiongkok Cina 🇨🇳 yang Mayoritas beragama Islam, berasal dari keturunan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri
Yaitu Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Alkadri / Ongadrie yang muncul Tahun 1763 M - 1184 H di Tibet Tiongkok Cina 🇨🇳
Maka jangan heran jika keturunan ini 99 % berwajah Mayoritas Cina 🇨🇳 hingga hati ini
Ongadrie merupakan gelar Marga yang melekat kepada seluruh keturunan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Ongadrie baik yang ada di Cina Tiongkok Tibet yang sudah menyebar di berbagai Negara hanya saja tidak di ketahui dengan percis apakah mereka masih keturunan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Ongadrie atau sudah terputus
Sebab di Indonesia Mereka masih sulit di temukan karena masih menutupi diri
Bahkan jikapun ada di Indonesia mereka masih tertutup dan engan membuka diri sebagaimana Marga Wan yang juga belum di ketahui dengan percis sedangkan Marga Khan yang kemudian menjadi Azhomatkhon dudah terkenal di Indonesia yang di bawa oleh leluhur Walisongo
Bahkan banyak generasi baru yang ada di Tibet juga tidak terlalu mengetahui jika mereka bagian dari keturunan Panglima Laksamana II Syarif Abu Bakar Ongadrie Tibet di karenakan orang - orang Tua dari Kakek mereka belum membuka diri secara terang - terangan
Sementara yang tau hanya sebatas mereka saja, sehingga Ongadrie di anggap Marga Cina yang sedikit aneh karena berbau Arab Cina Melayu atau Patompan yaitu keturunan Cina Peranakan atau Indocina atau Keturunan Campuran bukan Cina asli yang sudah menjadi salah satu Marga di Cina 🇨🇳 tetapi 90 % berwajah dan Kulit serta Postur Tubuh Cina yang besar Tinggi sebab tercampur dengan Postur Arab yang juga besar tinggi. , Sebab Cina Asli posturnya rata - rata kurang lebih dengan orang Indonesia tidak terlalu tinggi atau rata -rata hampir sama dengan orang Indonesia umumnya seperti Cina 🇨🇳 yang ada di Indonesia 🇮🇩
Marga Thai yang ada fi Indonesia 🇮🇩
Marga Lin yang ada di Indonesia