KAMPUNG ADAT SEGERAM. MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Jafar Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung

KAMPUNG ADAT SEGERAM
DIBUAT UNTUK PEMEKARAN MENJADI DESA ADAT SEGERAM KABUPATEN NATUNA PROVINSI KEPULAUAN RIAU 
Di Mekarkan Dari Kelurahan Sedanau Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Indonesia
🇮🇩

Istana Penembahan Segeram Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad saat itu dapat di lihat dari Muara Laut Segeram berdiri Tahun 1449 M - 870 H

Pintu Gerbang Utama Selamat Datang di Kampung Adat Segeram dari ara muara laut Segeram

Pintu Gerbang Selamat Datang di Kampung Adat Segeram dari jalan Darat, pintu gerbang ini berdekatan dengan Makam Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri

Jembatan terakhir masuk Kampung Adat Segeram

Kondisi Dermaga Muara Kampung Adat  Segeram Kelurahan Sedanau Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau

Aktivitas Masyarakat Kampung Adat Segeram Kelurahan Sedanau Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau

Masjid Al - Bihar Kampung Adat Segeram di bangun tahun 1980 M menurut Sesepuh Kampung Tua Adat Segeram

SDN 11 Kampung Adat Tua Segeram 

KKN STAI NATUNA fi Kampung Tua Adat Segeram 2023 M 2 - Juni SD 2 Juli 2023 M

MAKAM SITUS SEJARAH KAMPUNG ADAT SEGERAM DAN KETURUNANYA 

Dari Tahun 1449 M sd 1800 M. Dan Keturunan Hidup Sekarang

Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri masuk Segeram ketika umur 2 tahun di bawah ayahnya Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah., 11 Juli 1779 M masuk ke Segeram sebelumnya tahun 1778 M beliau untuk Surve sekaligus untuk mengesjui kondisi Kampung Segeram yang tinggal puing-puing reruntuhan karena di hancurkan Portugis

Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri

Lahir ; Sabamban, 19 Julhizah 1194 H - 1773 M
Wafat : Segeram, 12 Muharam 1278 H - 1857 M
Makam : Kampung Adat Segeram

SITUS MAKAM SEJARAH :

Makam Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Segeram  bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah / Ibunda Syarifah Aminah (Ince Minah) binti Abdullah Al-Idrus Trengganu

Makam. Istrinya  Fatimah binti Pangeran Ali Al-Idrus  asal Kalsel
Lahir : Sabamban, 1775 M - 1196 H 
Wafat : Segeram 1856 M - 1277 M

SITUS MAKAM SEJARAH :
Tanda Panah Merah :
Syarifah Aminah (Inche Minah) Al-Idrus (Terkenal sebagai Ratu Putih) Makam. Segeram binti Abdullah Al-Idrus Asal Trengganu Malasia,

Lahir : Trengganu, 23 Oktober 1740 M - 
Wafat : Segeram, 11 November 1823 M
Makam : Kampung Adat Segeram

Segeram Istri Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah,  sementara Makam Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri terletak di Jalan Sidas Gang Merak Pontianak  di lokasi Makam tua, Makam ini tetap terjaga dan terawat hingga sekarang 

KETURUNANNYA :

Panglima Laksamana Syarif Abdullah Alkadri bin Yahya bin Muhammad / Wan Kundoi bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah
Baju putih bersama

Dewan Nasab Maktab NanGq 1857 Pusat Bangil Pasuruan Provinsi Jawa Timur Indonesia 🇮🇩

Panglima Singgapati Syarif Hasan bin Umar Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak

Said Idris bin Umar bin Ahmad bin Musthofa Serasan bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Lahir Cemaga Natuna, 1917 M - 1338 H
Wafat : Pontianak, 8 Rajab 1400 H - 22 Mei 1980 M

Sayid Nong Ali Alkadri bin Idris Cemaga bin Umar bin Ahmad bin Musthofa Serasan bin Panglima  Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Segeram  bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah
Mantan Anggota DPRD Kabupaten Natuna 2 Priode

Syarifah Fish Binjai Natuna binti Kadir Seratas Natuna bin Musthofa Serasan bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Wan Abdul Wahid Nusapati bin Ismail bin Peniraman bin Abdul Muthalib Serasan bin Musthofa Serasan bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Wan Indra Jalan Kom Yos Sudarso Jeruju bin Abasuni Makam lereng gunung Peniraman bin Abdul Muthalib Makam lereng gunung Peniraman bin Abdul Wahid Makam Nusapati bin Musthofa Makam Serasan bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Raden Pangeran Adijaya Negara VII Prof. Dr. Syarif Kurniawansyah Alkadri. SH. MH. M.Kn.C.L.A  bin Ahmad Rozi bin Harun bin Zakaria bin Abdul Hamid bin Abdullah bin Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Syirajudinsyah Alkadri 

Keturunan dari Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Syirajudinsyah Alkadri bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Ketua Komisaris Advokat Indonesia 🇮🇩 Kantor PIK II Jakarta Utara

Dewan Pengawas Maktab NanGq 1857 Pusat Kantor PIK II Jakarta Utara

Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Hardiansyah Alkadri. SH. MH, bin Ahmad Rozi bin Harun bin Zakaria bin Abdul Hamid bin Abdullah bin Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Syirajudinsyah Alkadri

Keturunan dari Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Syirajudinsyah Alkadri bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah
Bangka Belitung Provinsi kepulauan Bangka Belitung

Pejabat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Ketua Maktab NanGq 1857 Provinsi Bangka Belitung

Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Alqodrisyah Alkadri. S. Kom. M. Kom 
Keturunan dari Raden Pangeran Adijaya Negara Syarif Syirajudinsyah Alkadri bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Panglima Sukmajaya Syarif Ghozali Alkadri bin Yuliansyah bin Usman TNI AD Kota Singkawang bin Mansur Makam  Mangkacak bin Muhammad Wan Kundoi Purun Besar bin Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah
Alamat : Jalan Ali Anyang Kota Singkawang Kalbar Indonesia 🇮🇩

MAKAM SITUS SEJARAH :
Panglima Karang Tanjung Syarif Abdurrahman Alkadri  bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah,  Makam beliau berdampingan dengan ibu kandungnya Aminah binti Abdullah Al-Idrus asal Trengganu malasia

Panglima Tanjung  Syarif Abdurrahman Alkadri 

Lahir : Segeram,  29 Mei 1781 M - 1202 H
Wafat : Segeram, 13 July 1872 M - 1293 H 
Makam : Kampung Adat Segeram 

Istrinya :
Dayang Intan binti Wan Abdussalam keturunan ke 7 dari Wan Hamid Jamalullail Pendiri Kerajaan Penembahan Segeram I atau generasi Ke 37 dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam

KETURUNANYA :

Syarif Muhtarhadi Alkadri bin Abdul Latief bin Gusti bin Rasyid Makam Telu Air Brunaidarussalam bin Iskandar Makam Telu Aier Brunaidarussalam bin Ibrahim Makam Serasan bin Ali Makam Cemaga Natuna bin Panglima Karang Tanjung / Panglima Ribut Syarif Abdurrahman Alkadri Makam Segeram Natuna bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah 

Syarif Rian Iskandar Alkadri.SE bin Muhtarhadi bin Abdu Latif bin Gusti bin Rasyid bin Iskandar bin Ibrahim bin Ali bin Panglima Karang Tanjung Syarif Abdurrahman Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

SITUS MAKAM SEJARAH :
Panglima  Putih (Jubah Putih Ki Syauiki Yusuf) Syarif Yusuf Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah / ibunda Syarifah Aminah (Ince Minah) binti Abdullah Al-Idrus Trengganu

Lahir : Banjar, 19 Maret 1776 M - 1197 H
Wafat : Segeram, 1867 M - 128i H

Dan Istrinya :
Rahmah (Gen 37) binti Abdul Razak Jeumpa  Keturunan dari Syekh Abdullah bin Muhammad Juempa Aceh, Keturunan dari Suriansyah Salman. Keturunan dari Abdullah bin Hasan bin Ja'far Shodiq, Pendiri Kerajaan Jeumpa 777 M - 198 H

KETURUNANYA :

Syarif Wan Dahlan Alkadri bin Wan Hamid Serawak Kucing Malasia bin Muhammad bin Panglima Jubah Putih / Panglima Putih  Syarif Yusuf Alkadri Makam Segeram Kelurahan Sedanau Kab. Natuna Provinsi Kepulauan Riau bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Syarif Abdurrahman Alkadri bin Mahmud bin Hasan bin bin Muhammad bin Panglima Jubah Putih/ Panglima Putih Syarif Yusuf Alkadri Makam Segeram  bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah.  Camat Kota Ranai 2 Periode Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Indonesia 🇮🇩

Syarif Hasan Alkadri Loloan Bali bin  Abdillah bin Syarif Tue Loloan Abdullah bin bin Yahya bin 
Keturunan dari Panglima Jubah Putih/ Panglima Putih Syarif Yusuf Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Syarif Burhanuddin Alkadri bin Husein bin  Abdullah bin Abdulatif bin bin Yahya bin Panglima Putih Syarif Yusuf Alkadri Makam Segeram  bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah, Alamat :
Jalan Raya Sungai Pinyuh Gg. Tani Darma Sungai Pinyuh Mempawah Kalbar Indonesia🇮🇩 Pegawai Depag Kab. Mempawah Kalbar

Syarif Rasidi Alkadri bin Hasan bin Abdullah bin Abdulatif bin Yahya bin Panglima Putih Syarif Yusuf Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah
Alamat :
Jalan Raya Sungai Pinyuh Ga. Tani Darma Mempawah Kalbar Indonesia🇮🇩 Pegawai KPU Kab. Mempawah

SITUS MAKAM SEJARAH :
Makam  Panglima Dijaya Syarif Muhammad Alkadri  Segeram (Wan Kundoi Khamsah) bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah / ibunda Syarifah Aminah (Inche Minah) binti Abdullah Al-Idrus

Lahir : Segeram, 19 April 1783 M - 1204 H
Wafat Segeram, 1875 M -  1296 H
Merupakan anak bungsu dari Syarifah Aminah (Inche Minah) binti Abdullah Al-Idrus

Dan Situs Makam Istrinya 
Dewi Asmairah Adeni Qaulan Jazirah Keturunan Opu Daeng Manambon Sayid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jazirah dari anak beliau yang bernama  Syarif Muhammad Gusti Jamadin Pengeran Cakra  Sambas

KETURUNANYA :

Syarif  Wan Jamel Alkadri. ST. bin Wan Bujang Sambas bin  Wan Thadis bin Yahya bin Adnan bin Qadir bin Abdullah bin Panglima Dijaya Syarif Muhammad Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah . Kampung Teluk Suak Kabupaten Sambas. Kontraktor Kab. Sambas

SITUS MAKAM SEJARAH :
Panglima Junjung Buih / Panglima Biru /  Syarif Jamalullail Alkadri Makam Segeram bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah :

Lahir : Banjar,. 27 Pebruari 1778 M - 1199 H
Wafat : Segeram 1869 M - 1290 H

KETURUNANYA :

Raden Syarif Mu'amar Alkadri Krapyak bin Ahmad bin Hamid bin Abdullah bin Kasim bin Panglimah Junjung Buih / Panglima Biru Syarif Jamalullail Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah Krapyak Yogyakarta. Ustadz Pontren Krapyak Al-Munawar Yogyakarta Jateng 

SITUS MAKAM SEJARAH :
Syarif Hasan II Alkadri bin Sultan Syarif Kasim Alkadri, hanya tersisa batuk nisan Kecil sehingga tidak bisa di ikat dengan kain Kuning , beliau ikut Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri pada usia 12 tahun dari Mempawah ke Segeram dan kemudian menetap di Segeram 

Lahir : Mempawah, 25 Juni 1802 M - 1223 H
Wafat : Segeram, 12 Mei 1868 M - 1290 H
Makam : Kampung Adat Segeram

SITUS MAKAM SEJARAH :
Sayid Abdullah bin Muhammad Jeumpa ulama terakhir dan Mufthi terakhir Penembahan Segeram tahun 1769 M -  1191 H

KETURUNANYA  :
37. Rahmah binti Abdul Razak bin Ali bin Abdullah Jeumpa Makam Segeram, Beliau Istri Panglima Putih / Jubah Putih Syarif Yusuf Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah 1809 M.  Keturunan Panglima Putih Syarif Yusuf Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah kalur perempuannya melahirkan Sayid Jeumpa Alkadri Jeumpa Aceh - Pontianak Kalbar

SITUS MAKAM SEJARAH :
Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad Jamalullail terkenal sebagai Wan Abdul Kahar nama dari Cucunya Sayid Abdul Kahar Jamalullail bin Wan Hamid Jamalullail

Pendiri Kampung Segeram 1447 M  yang berasal dari usaha Tambak Garam yang sukses kemudian di kembangkan seluruh wilayah pesisir Pantai Pulau Natuna, Saat itu Segeram tahun 1445 M belum memiliki nama, atas usaha yang meluas tersebut sehingga Wan Hamid Jamalullail menebutnya Kampung SEGARAM tahun 1447 resmi menjadi Perkampungan SEGERAM yang kemudian di sepakati sebagai Kampung SEGERAM, karena lidah masyarakat sering menyebutnya SEGERAM sehingga menjadi Kampung SEGERAM, kemudian menjadi Kerajaan Penembahan Segeram Tahun 1449 M sd 1519 M Penembahan Segeram Pertama berkuasa selama 70 Tahun

SITUS MAKAM SEJARAH :
Maharatu Suri Mahkota Agung  Dayang Komalasari binti Opu Daeng Tondreng Sayid Syekh Alwi Adeni Qaulan Jazirah  1449 M sd  1529 M Permaisuri Pertama Penembahan Kerajaan Segeram

Penembahan Kerajaan Segeram berlangsung dari tahun 1449 M sd 1769 M berlangsung selama  320 tahun dengan di pimpinan 6 Penembahan Raja Segeram, Ke 6 Situs Raja Penembahan Kerajaan Segeram di ratakan oleh Portugis sehingga hanya tersisa 2 gundukan saja karena saat itu makan tersebut selain besar dan berdiri kokoh akan tetapi tetap di hancurkan sehingga masih meninggal jejak gundukan tanah

Adapun Penembahan Kerajaan Segeram yang berkuasa adalah :

1. Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad Jamalullail ayahnya terkenal sebagai Wan Abdul Kahar Pendiri Kampung Segeram dan Pendiri Penembahan Kerajaan Segeram Ke I Pertama berkuasa dari tahun 1449 M - 1519 M berkuasa selama 70 tahu. 

Gelar :
1. Pangeran Negara Kerajaan Segeram
2. Maharaja Di Pertuan Agung Segeram

Istrinya Dayang Komalasari binti Opu Tondreng Sayid Syekh Alwi Adeni Qaulan Jazirah juga merupakan leluhur Upu Daeng Manambon dan saudaranya Ulu Sulawesi Selatan
Gelar :
Maharatu Mahkota Agung Segeram

2. Wan Abdul. Majid Jamalullail Pangeran Negara Segeram  bin Wan Hamid Jamalullail Penembahan Kerajaan Segeram Ke II berkuasa dari tahun 1519 M - 1569 M berkuasa selama 50 tahun,
Gelar :
Pangeran Negara Segeram II

 istrinya : Dayang Fatimah binti Opu Daeng Andi Karaeng pecahan dari anak Ladamusilat Ssyid Syek Muhammad Adeni Qaulan Jazirah dari Fatimah Opu Daeng Manambon, kemudian Karaeng menjadi salah satu Marga Bugis Sulawesi kedua keturunan ini sering memaka Karaeng Adeni

Gelar :
Putri Negara Segeram

3. Wan Moehammad Jamalullail bin Wan Abdul Majid Jamalullail Penembahan Kerajaan Segeram Ke III berkuasa dari tahun 1569 M - 1626 berkuasa selama 57 tahun 

Gelar :
Pangeran Negara Segeram III

Istrinya : Dayang Kesuma binti Opu Daeng Andi masih kerabat Opu Daeng Manambon 5 bersaudara, Keturunan dari Opu Daeng Tondreng Sayid Ali Adeni Qaulan Jazirah Cucu Sepupuh dari Dayang Komalasari Adeni Qaulan Jazirah

4. Wan Abdul Jabar bin Wan Mouhammad Jamalullail Penembahan Kerajaan Segeram ke IV  Pangeran Segeram IV 
Istri : Dayang Kesumbi bintiuhammad Jeumpa berkuasa dari tahun 1626 M - 1666 M berkuasa selama 40 Tahun dengan gelar Penembahan Segeram IV

Istri : Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa  Makam Segeram (belum ditemukan) keturunan dari Sayid Ali Jeumpa Makam Jeumpa Aceh, Sayid Abdullah bin Muhammad termasuk cicit Beliau Makam Segeram

5. Wan Abdul Mufthi Jamalullail bin Wan Abdul Jabar berkuasa dari tahun  1666 M - 1679 M selama 23 tahun
Gelar Penembaban Segeram V

Istri : Putri Dayang Sukma Intan binti Opu Daeng Narang Pecahan dari Opu Daeng Borang masih bermarga Adeni

6. Wan Abdullah bin Wan Abdul Mufthi VI berkuasa dari tahun 1679 M - 1769 M selama 90 tahun
Gelar : Pangeran Negara Segeram VI 

Istri : Dayang Usmadewi binti Opu Daeng Samboja keturunan dari Opu Daeng Tandre Borang Daeng Rileks dari saudara Perempuan Opu Daeng Celak Sayid Syekh Ahmad  Adeni Qaulan Jazirah

Tahun 1769 M Penembahan Segeram di serang Portugis ketika akan pergantian tampuk Pemerintahan, Kerajaan Segeram dan seluruh Makam sejarah di hancurkan Portugis termasuk Masjid dan bangunan Istanah sehingga rata dengan tanah yang mengakhiri Masa Penembahan Kerajaan Segeram 1769 M

Anaknya Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah gagal meneruskan Generasi Pemerintahan Segeram Generasi ke 7 kemudian mengasingkan diri di Pulau Yang Tidak Bertuan

Beliau kembali lagi pada tahun 1778 M setelah mendengar Portugis meninggalkan Segeram karena kalah perang laut dengan pihak Belanda

Saat itu Belanda tidak masuk Segeram melainkan menetap di Sekitar Aei Licen,  Sejak saat itu Pulau Natuna di Kuasai oleh Belanda sebagai tempat Transit jika akan ke Jawa, Kalimantan, dan Sumatra dan Aceh

Pada tahun yang sama Pangeran Nur Alam Syarif Abdurrahman Alkadri dan adiknya Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri singgah di Segeram dan menjumpai Segeram tinggal berbentuk Puing hanya menyisahkan satu Pendopo yang masih utuh dengan menggunakan kamera Buatan cina beliau berhasil mengabadikan poto hitam putih, kemudian melanjutkan berlayar menuju Kesultanan Riau untuk mendapatkan Restu dan dukungan untuk mendirikan Kesultanan Kadriah Pontianak kepada Raja  Haji Fisabilillah anak dari Opu Daeng Celak

Belakang beliau merupakan Pendopo atau pos besar peninggalan Portugis satu - satunya yang masih utuh, di gunakan untuk tempat tinggal sementara, setelah bangunan rumah yang terbuat dari kayu ulin jadi Pendopo ini di runtuhkan karena berdasarkan ilamat di bawah tangga Pendopo terdapat Makam Sayid Abdullah bin Muhammad Jeumpa, setelah di bongkar memang benar terdapat Makam beliau, ada dugaan sengaja tidak di roboh agar Makam tidak di ketahui dan di injak-injak ketika masuk Pendopo. Meliha bukti Makam sekarang memang posisi lebih tinggi dari Makam lainya yang ada di Segeram

Saat berada di Segeram beliau bertemu salah satu keturunan Wan Hamid Jamalullail yaitu Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah yang gagal menjadi Penembahan Kerajaan Segeram Ke VII

Dari lisan beliaulah di sampaikan sebuah dokumen dan catatan tentang Kerajaan Segeram kemudian di serahkan dengan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri, Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri berjanji akan kembali lagi ke Segeram untuk membentuk Pemerintahan Segeram yang baru, 

Setelah Kesultanan Kadriah Pontianak Resmi berdiri pada tanggal 5 Juli 1778 M

Maka 11 Juli tahun 1779 M Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri kembali lagi ke Segeram untuk membantu, akan tetapi Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah sudah wafat dan meninggalkan beberapa anak yang baru menginjak usia Dewasa, maka Janji tersebut tidak dapat di laksanakan dan beliau menetap di sementara di Pendopo tersebut untuk membangun Segeram menjadi Perkampungan Segeram yang baru dari keruntuhan Kerajaan  Penembahan Segeram 1771 M, Sejak saat itu Nama Penembahan Kerajaan Segeram secara perlahan redup ahirnya hilang di telan waktu, yang muncul hanya Kampung Segeram

Awal berdirinya di tahun 1447 M di beri Nama Kampung Segaram dan Sukses menjadi Kerajaan Penembahan Segeram selama 320 tahun dan hilang begitu saja tanpa meninggalkan bukti Sejarah sedikitpun karena musnah di tangan Portugis, maka Situs makam  hanya menyisahkan generasi baru di atas tahun 1778 M yaitu makam Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah generasi ke 7 Wan Hamid Jamalullail makam tersebut adalah

SITUS MAKAM SEJARAH :
Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Jamalullail dan istrinya dari keturunan Opu Daeng Celak  dari penelusuran Nasab Maktab NanGq 1857 terhubung langsung dengan keturunan ibunda Dr. Umar Natuna yang menjabat sebagai Kepala STAI NATUNA 2024 M - Sekarang

Makam ini terletak +- 1.KM dari Pantai kemudia melewati Parit setelah makam Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Dan terletak di dataran dekat pohon kelapa (2024 M makam ini sudah meninggalkan puing dan di tanami Ubi Kayu (Singkong) sekitar 100 di belangkang makam terdapat 2 rumah penduduk, waktu di tanya mereka tidak merespon sama sekali dan hanya menunjukkan makam di dekat hutan yang ternyata Makam Sayid Muhammad Alkadri  dan istrinya dari keturunan Albarakat Kesultanan Sambas

Dan yang berjiarah ternyata juga Dr. Umar Natuna beserta Mahasiswanya dan masyarakat setempat yang mengarahkan

DINAMAKAN SEGERAM 

Awal berasal dari usaha tambak Garam yang di prakarsai Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad membuka usaha tambak di muara pinggiran Muara Segeram  karena sukses usaha itu di ikuti masyarakat sekitar  Hasil dari usaha Tambak garam kemudian di kirim Ke Kalimantan, Malasia, Thailand termasuk, pulau Sumatera dan Jawa, karena saat itu Kampung tersebut belum ada nama tepat tahun 1447 M akhirnya di sebut Kampung SEGARAM, akan tetapi karena lidah penduduk lebih sering menyebutnya SEGERAM akhirnya nama ini yang di gunakan hingga sekarang, kini Kampung Segeram sudah berusia 579 Tahun, tetapi kondisinya sangat memprihatinkan, segala upaya Masyarakat Setempat yang masih tinggal di Segeram belum menunjukkan Kemajuan bahkan Situs - Situs Makam Sejarah banyak yang hancur di makan waktu karena jaraknya yang terpencil tidak ada kepedulian dari ahli warisnya dan selama ini hampir tidak ada ahli waris yang mendatangi Makam - Makam tersebut apalagi merawatnya, hanya sebagian kecil masyarakat Segeram masih peduli dengan Situ - situs tersebut

Kita berharap dengan Usaha Masyarakat Segeram ingin menjadikan Segeram sebagai Desa Adat SEGERAM kiranya pantas untuk di beri dukungan Penuh, agar cita - cita dan rencana tersebut Segera terwujud dengan bantuan dan dukungan dari Perangkat  Pemerintah Kabupaten Natuna, DPRD Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Barat, Kelurahan Sedanau bahkan dari Akademisi Universitas Tanjung Pura Pontianak, sementara Maktab NanGq  1857 hanya mengangkat Situs-situs Makam Sejarah Kampung Segeram yang di mana Situs - Situs Makam tersebut terdapat beberapa leluhur Alkadri keturunan dari Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Dan terdapat juga Situs - situ  leluhur dari Jalur Opu Daeng Manambon Sayid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jazirah dan Situs- situs keturunan dari Keturunan dari saudara kandung Opu Daeng Manambon Sayid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jazirah,  Situs - Situs Keluarga Jamalullail, Keluarga Besar Alkadri asal Pontianak dan termasuk, Keluarga Al-Idrus, Albarakar. Sambas dan Jeumpa Aceh di mana sebagian sudah hancur dan hilang jejaknya karena di bawah tahun. 1771.M di hancurkan pihak Portugis sedangkan yang masih ada sekarang merupakan Situs - Situs makam sejarah di atas tahun 1771 M dari kalangan Keturunan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah beserta istri- istri dari berbagai marga dari kalangan Ahlul bait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan 2 Situs berupa gundukan tanah dari Wan Hamid Jamalullail bin Wah Ahmad dan istrinya Dayang Komalasari tahun 1449 M - 1519 M dan istrinya tahun 1449 M - 1529 M merupakan Makam terbesar saat itu

Mengenai adanya cerita Masyarakat tentang Putri Fatimah yang terbuang dan Daeng Megat bukan Rana Maktab NanGq 1857 untuk mengangkatnya karena mereka bukan dari Kalangan Ahlulbait, akan tetapi bisa saja sebaga bahan tambahan sebagai penguat untuk membentuk DESA ADAT KAMPUNG  SEGERAM

Reses Dewan Provinsi Ke Kampung Adat Segeram

RW/ RT beserta Panitia Pemekaran Kampung Adat Segeram bertemu Bupati Natuna

Kunjungan Kepala Dinas Kelautan di Kampung Segeram

RW Segeram Menghadiri Acara Wisuda STAI NATUNA KOTA RANAI

HASIL PERIVIKASI  ULANG SITUS MAKAM SEGERAM :
Bersama keturunannya yang ada di Pontianak, Ranai Natuna dan Pangkal Pinang Kota Provinsi Kepulauan Riau

Makam Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri dan Istrinya Fatimah binti Abdullah Al-Idrus beserta Makam Saudara dan Lainya Jum'at - Sabtu tanggal 4 - 5 Juni 2024 M bersama STAI Natuna Ranai, Heru Dewan Apras RW lama, Muhtarhadi RW baru

Poto Hasil Verifikasi Situs Makam. Segeram Tahun 2024 M 

Duvlikat Istanah Penembahan Kerajaan Segeram 27 M x 27 M

Hasil Historis Wan Muhammad Dato Kaya Bungguran bin Wan Abdul Wshid Jamalullail Generasi ke 8 Dato Kaya Muara Segeram 1779 M 

Di buat tahun 1779 M  karena di rencanakan di bangun kembali sebagai bukti Historis Penembahan Kerajaan Segeram, kemudian di kiri oleh urusan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri ,  akan tetapi sejak 11 Juli 1779 M Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri sudah berlayar ke Belanda, sehingga Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri membatalkanya, karena tidak kuasa menunggu waktu yang lama tanpa kepastian selain itu juga janji beliau tidak perlu di penuhi karena Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Jamalullail sudah wafat, sehingga janji tersebut batal dengan sendirinya

Selain itu juga Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Jamalullail sudah wafat sehingga beliau tidak perlu meneruskanya, sebab anak Wan Abdul Wahid juga menolak untuk meneruskanya, di tambah menunggu Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri yang juga belum bisa di pastikan kapan pulang dari Belanda

RENCANA PEMBANGUNAN DUPLIKAT PENEMBAHAN KERAJAAN SEGERAM

Yang nantinya akan di Jadikan Posko dan Tempat Singgah bagi Penziarah Situs-situs Makam Leluhur Segeram

Rencana baik ini hingga saat belum dapat di laksanakan semoga di tahun 2026 M bisa terlaksana

Titik Merah Kampung Segeram Kelurahan Sedanau Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau Indonesia 🇮🇩

Are Kampung Segeram Kelurahan Sedanau Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau  Indonesia 🇮🇩

PROPOSAL 
Dibawa ini masih harus di Revisi 


Poin Proposal Yang Harus Di Revisi Adalah :
Kajian Akademik InsyaAllah akan di Lakukan oleh :

Dr. Tengku Turiman Di laga.. SH. MH

Dekan Pembimbing Universitas Hukum Universitas Tanjungpura sesuai kesepakatan Bersama

Mentri Dalam Negeri Kesultanan Kadriah Pontianak
Staf Khusus Sultan Syarif Melvin. SH. 
Sultan Ke IX Kesultanan Kadriah Pontianak

MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak

Pontianak,  Jum'at 9 Januari 2026 M / 20 Rajab 1447 H





Seting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857

Di Lindungi Undang - Undang

11 : 28 WIB Waktu Masuk Blog

Di Buat Untuk Keperluan Pemekaran :
DESA ADAT SEGERAM

Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI