MANUSKRIP. SEGERAM. MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung

PENEMBAHAN SEGERAM I 
WAN HAMID JAMALULLAIL

Pembuka Kampung Segeram 1447 M

Duvlikasi Istanah Penembahan Kerajaan Segeram

Rencana Pembangunan Duvlikat Istana Penembahan Kerajaan Segeram

Manuskrip Asal :

Hampir semua Manuskrip asal Sudah tidak bisa terbaca lagi 

Hasil Lukisan Logo Penembahan Kerajaan Segeram Berdasarkan Coin dan Penjelasan Beberapa Manuskrip Peninggalan Penembahan Kerajaan Segeram menghasil Logo Kerajaan Seperti ini

Manusktif  Istanah Penembahan Kerajaan Segeram  Hasil Perbaikan Salin Ulang tahun 1912 M - 1333 H Oleh Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri, saat itu Manusktif asal. Masih bisa terbaca

Halaman 1 

Isi Manuskrip adalah :

ISTANA PENEMBAHAN  SEGERAM PULAU NATUNA

Berdiri 17 Rabiulawal 870 H - 1449 M 
Oleh Wan Hamid Jamalullail Bin Wan Ahmad  atau Wan Abdul Kahar, Sebelum bernama Kampung Segaram berdiri tahun 1447 M 868 H berdiri dari tahun 1449 M - 1769 M selama 320 dengan Generasi Berikut ini  :

I. WAN HAMID JAMALULLAIL bin Wan Ahmad Wan Abdul Kahar dari Tahun 1449 M - 1519 M

Situs Makam Sejarah panah merah :
Makam Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad Jamalullail terkenal sebagai Wan Abdul Kahar ksrena cucunya bernama Abdul Kahar bin Wan Hamid Jamalullail Wafat : Segeram 1519 M - 940 M.  Jarak dari muara Laut Segeram 1,5 - 2 KM

Beliau mendirikan bersama istrinya Dayang Komalasari binti Opu Daeng Tondreng Sayid Syekh Alwi Adeni Qaulan Jazirah berasal dari Ulu Sulawesi Selatan

Situs Makam Sejarah panah merah :
Makam Dayang Komalasari binti Opu Daeng Tondreng Sayid Syekh Alwi Adeni Qaulan Jazirah Wafat : Segeram 1529 M - 950 H . Jarak dari Muara Laut Segeram 1,5 - 2 KM

dengan Dukungan Penuh Penduduk Kampung Segeram. Saat berdiri di bangunlah Istana Penembahan Segeram yang menghadap Kiblat seluas 27 M x 27 M yang ukuran itu mengandung Arti :

1. Kesetiaan Yang Selaras. 2. Kejujuran Yang Selaras. 3. Keihklasan Yang Selaras. 4. Kepercayaan Yang Selaras. 5. Kearifan Lokal Yang Selaras. 6. Keimanan Yang Selaras. 

Istana Penembahan Segeram dengan ukuran 27 M x 27 M terdiri dari :
1. Teras Depan. 2. Teras Samping.. 3. Dapur. 4. Ruang Tamu. 5. Kamar Raja. 6. Kamar Putri. 7. Kamar Putra. 8. Kamar Dayang. 9. Gudang. 10. Pintu Utama 

Istana Penembahan Segeram Di pagar Keliling dan memiliki 4 Pintu Pagar Utama yang di Jaga Pengawal Istana

Halaman 2 :
Isi Manuskrip adalah :

1. Penjagaann Lingkungan Istana adalah :

1. Pintu Gerbang Utama di jaga 7 Pasukan
2. Pintu Gerbang Kanan di jaga 2 Pasukan. 
3. Pintu Gerbang kiri di jaga 2 Pasukan
4. Pintu Gerbang belakang di jaga 2 Pasukan sekaligus sebagai tempat berjiarah

2. Penjaga dalam Istana Segeram

1 . Pimtu utama di jaga 2 Pasukan
2. Samping kanan dan kiri masing - masing di jaga 2 pasukan
3. Kamar Raja Permaisuri di jaga 2 Pasukan, 
4. Kamar Putra di jaga 2 Pasukan
5 Kamar  Putri di jaga 2 pasukan
6. Kamar Dayang dan umum masing-masing 2 Pasukan

3. Penjagaan Wilayah Kerajaan Segeram :

1. Tanjung Senibung 7 Pasukan
2. Teluk Panglime 7 Pasukan
3. Pantai Sahi 7 Pasukan
4. Ari Licen 7 Pasukan
5. Pantai Panjang 17 Pasukan
6. Pantsi Buton 7 Psdikan,. 
7. Pasir Tanjung 7 Pasukan
8. Pasir Panjang 17 Pasukan
9. Pakai Msrul 7 Pasukan
10. Tanjung Bayan 7 Pasukan
11. Tanjung Belitung 7 Pasukan
12. Pulau Batang 17 Pasukan
13. Kampung Sebut 7 Pasukan

Halaman 3
Isi Manuskrip adalah :

14. Pulau Tiga 17 Pasukan
15. Selat Lampa 17 Pasukan
16. Teluk Depe 7 pasukan
17. Sedansu 17 Pasukan
 
Setelah Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail Wafat di teruskan anaknya menjadi Raja Ke II, sementara istri Wan Hamid Jamalullail tetap menjadi ibu Ratu di Istana Segeram sampaii  wafat di tahun 1529 M - 950 H .  Selama menjadi Raja usaha yang di lakukan Wan Hamid Jamalullail bin Wah Ahmad, usaha yang beliau kembangkan untuk usaha Rakyat nya adalah :

Bidang Ekonomi

1. Perluasan Tambak Garam hingga di luar Segeram
2. Perluasan penjualan Pasir Cikila hingga menembus Pasar cina 
3. Usaha perkebunan (Teh,Cengkeh termasuk Coklat di kirim ke Thailand 🇹🇭, Cina 🇨🇳
4. Usaha pengeringan ikan / Tambak Ikan
5. Kerajinan Keramik dari Karang termasuk hiasan dinding dan Batu Nisan

Bidang Sosial dan Agama

1. Kampung Makan Khol setiap tshun untuk Areah leluhur
2. Berjanji dan tradisi makan Khol di buat Wan Hamid Jamalullail sejak tahun 1450 M hingga beliau Wafat 2519 M dan di lanjutkan anak cucu
3. Membentuk Majelis PengajianJum'at dan Majelis Setelah Sholat Jum'at 

Halaman 4 :
Isi Manuskrip adalah :

II. RAJA PENEMBAHAN KE II WAN ABDUL MAJID JAMALULLAIL Bin Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad Berkuasa dari tahun 1519 M - 1569 M / 940 H - 990 H Selama 50 tahun, Beliau adalah anak bungsu sebab Abang tertua tidak mau menjadi Raja karena merasa sudah sepuh karena ayahnya terlalu lama menjadi Raja, lagi pula beliau sudah betah menjadi Saudagar Kaya di Teluk Psnglime sehingga tidak mau meninggalkan pekerjaannya, sebab menjadi Raja akan menguras tenaga dan pikiranya yang sudah sepuh, maka di tunjuklah adik bungsunya untuk meneruskan Penembahan Kerajaan Segeram Ke II

Istri : Dayang Fatimah binti Opu Daeng Andi Karaeng dengan Gelar Putri Negara Segeram sedangkan Raja Penembahan Kerajaan Segeram dengan Gelar Pangeran Negara Segeram II

Selama 50 tahun memimpin Kerajaan Relatif aman dan suasana sangat teduh dan tentram, Sehingga usaha Rakyat Penembahan Kerajaan Segeram makin menjadi maju dan makmur  seluruh program ayahnya tetap di jalankan, sehingga Penembahan Kerajaan Segeram mencapai puncak kemakmuran.  Setelah beliau Wafat tahun 1569 M - 990 H, anak tertua beliau naik Tahta sebagai Raja Ke III Penembahan Kerajaan Segeram mengantikan Ayahnya

Halaman 5
Isi Manuskrip adalah :

Logo Penembahan Kerajaan Segeram di buat pada tahun 1457 M - 878 H oleh anaknya Wan Hamid Jamalullail yaitu Wan Abdul Kahar, karena beliau memiliki tulisan yang sangat indah di mana di bawah logo tertulis huruf Arab سغرمب yang mengandung makna " Segeram Dengan Seluruh Rakyatnya " 

Warna pada Logo Penembahan Kerajaan Segeram :
1. Bintang kuning keemasan Kemakmuran dan Kesuburan
2. Keris dan tombak warna coklat kehitaman gagang kuning keemasan Gagah berani, bertanggung jawab serta melindungi dengan bijak
3. Tali Rantai Coklat kekuningan persatuan yang kokoh dan saling mengikat
4. Body perahu kuning keemasan bagian depan ada garis hijau keemasan Ahlulbait Alhuseini  termasuk tempat berteduh atau berlindung, bernaung
5. Air Laut biru Ahlulbait Al-Husain sumber rejeki dan aktivitas yang tiada terhenti
6. Bulan Sabit Putih Cerah tempat berpijak aktivitas semua orang yang ada di Penembahan Kerajaan Segeram umunya Pulau Natuna yang di keliling Laut Malaka, Laut Cina Selatan (Sekarang Lut Indonesia 🇮🇩) 

Makna logo  tersebut mewakili semua aktivitas di Penembahan Kerajaan Segeram di Pulau Natuna saat itu,

Halaman 6
Isi Manuskrip adalah :

III. RAJA PENEMBAHAN SEGERAM KE III 
WAN MUKHAMMAD JAMALULLAIL PANGERAN NEGARA SEGERAM III
Bin Wan Adul Majid Raja Ke II 31. Bin Wan Hamid Jamalullail Raja Ke I "Menjabat dari Tahun 1569 M - 1626 M / 990 H - 1047 H berkuasa 57 Tahun*

Permaisuri :
Ratu Segeram Dayang Kesuma binti Opu Daeng Andi keturunan dari Opu Daeng Tondreng Sayid Ali Adeni Qaulan Jazirah salah satu Anak beliau adalah Raja Opu Daeng Lamadusilat Sayid Muhammad Adeni Qaulan Jazirah yang juga memiliki salah satu anak bernama Opu Daeng Latandre Borang Daeng Rilaka ayah 5 bersaudara dari Opu Daeng Manambon Sayid Syekh Abu Bakar Adeni Qaulan Jazirah Penembahan Kerajaan Mempawah 

Di Jaman ini Penembahan Kerajaan Segeram berada masa puncak Kekuasaan, Wan Muhammed Jamalullail Wafat pada  Tanggal 3 Safar 1047 H - 1626 M, Makam Di Segeram kurang lebih 1,5 - 2  Km dari. Muara Segeram (akan tetapi Makam ini sudah musnah yang ada hanya Makam kakeknya Wan Hamid Jamalullail dan istrinya Dayang Komalasari) 

Halaman 7 
Isi Manuskrip adalah :

IV. PENEMBAHAN SEGERAM KE IV 
WAN ABDUL JABAR JAMALULLAIL RAJA Ke IV
Bin Wan Muhammad Raja Ke III Bin Abdul Majid Raja Ke II Bin Wan Hamid Jamalullail Raja Perttama dan Pendiri Penembahan Kerajaan Segeram Segeram. Berkuasa dari tahun 1626 M - 1639 M selama 13 Tahun

Permaisuri :
Ratu Segeram IV Dayang Kesumbi binti  Wan Muhammad Juempa merupakan keturunan dari Suriansyah Salman Kerajaan Juempa pertama Aceh Generasi ke 35 dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam

Setelah Wan Abdul Jabar Wafat tahun 1639 M anaknya bungsunya Naik Tahta menjadi Raja Penembahan Segeram yang Ke V

V. PENEMBAHAN SEGERAM KE V WAN ABDUL MUFTHI JAMALULLAIL
Bin  Wan Abdul Jabar Raja Ke IV Bin Wan Muhammad Raja Ke III Bin Wan Abdul Majid Raja Ke II Bin Wan Hamid Jamalullail Raja Pertama
 Berkuasa dari tahun 1639 M -  1679 M selama 53 tahun

Permaisuri :
Putri Dayang Intan Sukma binti Opu Daeng Narang pecahan dari Opu Daeng Latandre Borang atau anak dari Raja Ladamusilat Ulu Sulawesi Selatan

Halaman 8 :
Isi Manuskrip adalah :

Di masa Wan Abdul Mufthi berkuasa Penembahan mengalami kemerosotan drastis sehingga banyak Aset Kerajaan terjual hal ini Sumber utama penghasilan garam menurun drastis karena pengaruh pasang tahun yang terus terjadi sehingga kadar garam menurun drastis dan gelombang pantai yang tidak menentu di sertai tambak - tambak banyak yang runtuh dan tengelam karena abrasih pantai, bahkan bangunan istana yang hiasan dari Batu karang sudah banyak yang lepas sehingga untuk mengembalikan asalnya hanya dengan mengunakan Kaligrafi Cat saja. Selama 53 tahun berkuasa tidak banyak yang beliau lakukan bahkan pasukan - pasukan yang berjaga setiap wilayah hampir tidak ada lagi yang tersilsah hanya yang berada di sekitar Segeram, 

Menurutnya pendapatan tersebut karena merosotnya semua komoditi Ekspor berbagai bidang usaha roda ekonomi mengalami kejatuhan hal ini di 👌sebabkan Raja tidak mampu berbuat banyak karena sakit - sakitan yang membuat nya tidak dapat berbuat banyak untuk Penembahan Kerajaan Segeram. Titik kejatuhan Penembahan Kerajaan Segeram di 

Jalan 9 :
Isi Manuskrip adalah :
generasi ke V ini sudah mulai tampak nyata, sehingga Rakyat menjadi bercerai berai masing-masing melakukan tindakan sendiri untuk menjual komoditi - komoditi barang dagangan bahkan ada yang bekerja sama dengan pihak Belanda, Cina dan menerobos pasaran sendiri sehingga bermunculan istilah "" orang Kaya Dina Mahkota, Dato Kaya Dina Mahkota, Orang Kaya dari berbagai Pulau. Sehingga Penembahan sudah tidak berpungsi lagi, Wan Abdul Mufthi wafat pada tahun 1679.M kemudian di Gantikan anaknya Wan Abdullah bin Wan Abdul Mufthi

VI. PENEMBAHAN PANGERAN SEGERAM VI WAN ABDULLAH JAMALULLAIL
Bin Wan Abdul Mufthi Raja Ke V Bin Wan Abdul Jabar Raja Ke IV Bin Wan Muhammad Raja Ke III Bin Wan Abdul Majid Raja Ke II Bin Wan Hamid Jamalullail Raja Ke I dan Pendiri Penembahan 1449 M serta Pendiri Kampung Segeram 1447 M. Penembahan Segeram Wan Abdullah berkuasa dari tahun 1679 M - 1769 M berkuasa selama  90 Tahun

Di masa Belia tidak lagi berbentuk Penembahan melainkan Hanya Pangeran Segeram VI, tidak ada aktivitas hanya sekedar melakukan perawatan Istanah saja bahkan seluruh pasukan sudah di bubarkan yang ada hanya Penjaga Istana saja, Pengaruh Belanda yang masuk di Pulau Natuna sebagai usaha berpindah di tangan pihak Belanda seluruh komoditi di jual dengan Belanda sebab Belanda akan menangkap 

Halaman 10 :
Isi Manuskrip adalah :

jika mengesfor sendiri sejak saat itu, banyak Saudagar yang menjual dengan cara sembunyi - sembunyi sebab Belanda membeli dengan harga yang murah, sekalipun pihak Belanda tidak pernah masuk Segeram karena mereka tau bahwa Penembahan sudah tidak beraktivitas layaknya Penembahan Kerajaan di luar Natuna sehingga Penembahan Segeram aman dari gangguan pihak Belanda, Keluarga Istanah banyak yang berusaha hanya sebagai Saudagar Kecil yang menjual barang usaha mereka dengan Saudagar - Saudagar Orang Kaya Dina Mahkota, Datu Kaya di Pulau - Pulau yang banyak bekerja sama dengan pihak Belanda,  padahal banyak keturunan Penembahan Segeram yang juga menjadi orang Kaya Dina Mahkota tetapi keluarga Istanah tidak ingin merapat demikian juga keluarga kaya hanya memberi bantuan secara tersembunyi sebab itu keluarga Istana lebih memilih hidup sederhana Karena Pangeran Abdullah tidak ingin menjadi incaran Belanda ketika ekonomi Istana makmur, ini menunjukkan bahwa Pangeran Wan Abdullah lebih ingin bersipat tenang dan tidak ingin terganggu, bahkan ada yang menjadi Pengawal Kapal Belanda dari Perompak Bajak Laut yang banyak berkeliaran di Laut Natuna yang sebelumnya hampir tidak pernah ada

Halaman 11 :
Isi Manuskrip adalah :

Di jaman Penembahan Kerajaan Segeram Ke III 1569 M istilah Orang Kaya Dina memang sudah ada tetapi belum terlalu di kenal, seperti Wan Abdul Kahar bin Wan Hamid Jamalullail anak tertua Penembahan Segeram Pertama, Beliau terkenal sebagai orang Kaya Dina Mahkota Pertama  di Teluk Panglime di tahun 1500 sampai beliau wafat tahun 1567 M merupakan generasi hidup ke dua dan Ketiga dari Penembahan Segeram, sehingga tidak layak jika Demang Megat di anggap orang Kaya Dina Mahkota Pertama di tahun 1610 M, karena sebelumnya di Natuna atau penduduk asli kelahiran Natuna sudah ada yang menjadi orang Kaya Dina Mahkota di Teluk Panglime Pulau Natuna tahun 1500 M - 1567 M. atau 100 tahun sebelum Demang Megat,  hanya saja saat itu makna Dina adalah uang Dinar  yang di bawah dari tanah Arab sebelum. Penembahan Segeram  mencetak Uang Kerajaan Penembahan Segeram sendiri


(Koin Logam merupakan peninggalan Kerajaan Segeram Penembahan Segeram Wan Hamid Jamalullail. Di dalam lingkaran bulan Sabit  bawah terdapat tulisan Arab **سغرمب"  (Segeramb), dan bulat telur di tengah bulan sabit mirip Pulau Bungguran Natuna) 

(Sebelah Koin terdapat Perahu layar di atas bulan Sabit dan angka 25 yang samar, menurut Pangeran Bendahara Ahmad bin Usman Alkadri. Koin ini berdasarkan Manuskrip adalah Uang Logam Penembahan Wan Hamid Jamalullail, tetapi beliau belum bisa memastikan kebenarannya) 

Halaman 12 :
Isi Manuskrip adalah ;

mencetak uang Kerajaannya sendiri Rakyat Segeram mengunakan uang Dina yang oleh Wan Abdul Kahar di sebut Dina logat Melayu asli Teluk Panglima. Karena semua komoditas Dagang masih di Tangani Oleh Penembahan Kerajaan Segeram, akan tetapi Generasi Ke V dari Penembahan Kerajaan Segeram masing-masing Komoditas Dagang jalan Sendiri sehingga yang lebih menonjol yang akan berkuasa dalam Perdagangan

Pada tahun 1610 M di mana berkuasa Raja Penembahan Ke III Wan Mohammad Jamalullail munculah sesok Pigur Demang dengan Gelar Orang Kaya Dina Mahkota di Srindit sebagai Sosok yang di kenal sebagai Demang Megat seorang Mu'alaf,  akan tetapi hingga saat ini 1912 M tidak di ketahuilah letak makamnya di Srindit,  Di mana muara Segeram tetap sebagai Basis Peradangan Penembaban Segeram hingga di Generasi Penembhahan Ke VI  Pangeran Wan Abdullah Jamalullail dan di lanjutkan Keluarga Besar Alkadri sejak tahun 1779 M di Segeram*  Berdasarkan penelusuran Pangeran Bendahara Tua Systif Ja'far Alkadri bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri tahun 1911 M - 1912 M  dan leluhur sebelumnya

Halaman 13 :
Isi Manuskrip adalah :

 Pangeran Bendahara Syarif Ahmad Alkadri bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri tidak pernah terdengar kisah Demang Megat dan Fatimah yang terbuang tahun 1840 M hingga wafat beliau tahun 1840 M. tidak menemukan jejak  jejak Demang Megat orang Kaya Dina Mahkota Di Srindit yang ada justru Makam - Makam keluarga Besar Alkadri dan istri - istri dari keluarga Alkadri serta jejak Makam Wan Hamid Jamalullail dan istrinya Dayang Komalasari berdasarkan Manuskrip peninggalan Wan Abdul Wahid Jamalullail yang di berikan kepada Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri Bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah Manuskrip tahun 1778 M yang di tulis acak tidak beraturan oleh Wan Abdul Wahid Jamalullail 1778  M, karena pertemuan singkat beliau dengan Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah, di duga di tulis tergesa- gesa agar pesan dari Segeram tersebut sampai ke Istanah Kesultanan Kadriah Pontianak saat itu 1778 M yang baru akan di resmikan sebagai Kesultanan Kadriah Pontianak

Rasa penasaran Pangeran Bendahara Tua Systif Ja'far Alkadri bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri sehingga beliau di tahun 1911 M berangkat ke Segeram untuk melihat kondisi yang sebenarnya, sehingga fakta yang tampil sesuai dokumen yang di miliki Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri tentang kondisi Segeram yang sebenarnya

Dengan harapan beliau semoga Manuskrip Penembahan Segeram tahun 1778 M di generasi setelah beliau ada yang mau mengangkatnya di permukaan sehingga sejarah Penembahan Segeram dan Keluarga Besar Alkadri terkuak di kemudian hari *

WAN HAMID JAMALULLAIL PENEMBAHAN SEGERAM PERTAMA 1449 M - 1519 M
Bin Wan Ahmad terkenal sebagai Wan Abdul Kahar Pendiri Kampung Segeram dan Raja Segeram Pertama Makam Segeram berjarak antara 1,5 - 2 KM dari bibir pantai muara Segeram* Memiliki anak - anak  dan keturunan :

32.1. Wan Abdul. Kahar bin Wan Hamid Jamalullail ibunda Dayang Komalasari binti Opu Daeng Tondreng Sayid Syekh Alwi Adeni Qaulan Jazirah. Orang Kaya Dina Mahkota Teluk Panglime " Makam Teluk Panglime

32.2. Wan Abdul Madjid bin Wan Hamid Jamalullail ibunda Dayang Komalasari Raja Segeram ke II  tahun 1519 M - 1569 M selama 50 tahun. Makam Segeram satu lokasi dengan ayahnya*

32.3.Putri Dayang Larasanti binti Wan Hamid Jamalullail ibunda Dayang Komalasari Makam Segeram satu lokasi dengan ayahnya, wafat tahun 1567 M*

32.1. Anak-anak Wan Abdul Kahar bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail dengan istri  Dayang Intan binti Ali Adeni Qaulan Jazirah Dato Kaya Teluk Panglime anak-anak :

33.1. Wan Sulaiman bin Wan Abdul Kahar

Halaman 14 :
Isi Manuskrip adalah :

 ibunda Dayang Intan binti Ali Adeni juga di kenal Dato Kaya Dina Teluk Panglime II

33.2. Dayang Sukma Dewi binti Wan Abdul Kahar ibunda Dayang Intan binti Ali Adeni

32.2. Anak-anak Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wah Ahmad Jamalullail

33.1. Wan Muhammad Jamalullail Raja Ke III Penembahan Segeram bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail Ibunda Dayang Fatimah binti Opu Daeng Andi Karaeng

33.2. Wan Musthofa bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad ibunda Dayang Fatimah binti Opu Daeng Andi Karaeng di jamanya terkenal sebagai Orang Kaya Dina Mahkota Aei Licen karena menetap dan bermalam di Aei Licen Ujung Natuna

33.3. Dayang Syarifah Musdafiah binti Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail ibunda Dayang Fatimah binti Opu Daeng Andi Karaeng Cemaga Natuna 

33.1. Anak Kandung Wan Muhammad Raja ke III bin Wan Abdul Majid Jamalullail Penembahan Segeram :

34.1. Dayang Putri Badja Zahra binti Wan Muhammad bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail Makam di Gunung Putri ibunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa asal Aceh

34.2. Wan Abdul Jabar Raja Ke Tiga III Penembahan Segeram ibunda Dayang Kesumbi binti binti Opu Daeng Andi keturunan dari Opu Daeng Tondreng Dayid Ali Adeni Qaulan Jazirah cucu dari Dayang Komalasari dari jalur adik beliau 

Anak kandung Wan Abdul Jabar bin Wan Muhammad

35.1. Dayang Putri Dewi binti Wan Muhammad bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail ibunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa asal Aceh. Makam Pulau Terempa

35.2. Dayang Putri Solehadiah binti Wan Muhammad bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad ibunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa Aceh, Makam Subi 

35.3. Dayang Putri Laashanti binti Wan Muhammad bin Wan Abdul Majid bin Wan Hamid bin Wan Hamid bin Wan Ahmad Jamalullail ibunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa asal Aceh.  Makam Batubi

35.4. Dayang Laras Wati binti Wan Abdul Jabar ibunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa asal Aceh. Makam Ranai

35.5. Wan Abdul Mufthi Raja ke Lima V Penembahan Segeram i bin Wan Abdul Jabar bin Wan Muhammad lbunda Dayang Kesumbi binti Wan Muhammad Jeumpa asal Aceh

Anak kandung Wan Abdul Mufthi Raja ke Lima Penembahan Segeram bin Wan Abdul Jabar 

36.1.  Wan Abdullah Raja Ke Enam VI Penembahan Segeram bin Wan Abdul Mufthi bin Wan Abdul Jabar ibunda Dayang Intan Kesuma binti Opu Daeng Narang 

36.2. Dayang Putri Sukma Bungsu binti Wan Abdul Mufthi bin Wan Abdul Jabar bin Wan Muhammad  ibundanya Dayang Intan Kesuma binti Opu Daeng Narang Makam Cemaga Natuna

Raya - rata anak perempuan dari keturunan Wan Hamid Jamalullail ikut suami sehingga hampir tidak ada yang menetap di istana Segeram

Anak Kandung Wan Abdullah Raja Segeram Ke Enam VI bin Wan Abdul Mufthi Raja Ke Lima Segeram bin Wan Abdul Jabar Raja Ke Empat IV Segeram bin Wan Muhammad Raja Ke Tiga Segeram bin Wan Abdul Majid Raja Ke Dua II Penembahan Segeram bin Wan Hamid Pendiri dan Raje Segeram Pertama I 

Halaman 15 :
Isi Manuskrip adalah :

bin Wan Ahmad Jamalullail Hijrah Dari Yaman melalui Samudra Pasai ber Sama Tun Jana2  Alkhotib Datu Bungguran Orang pertama yang memperkenalkan istilah Bunggur  dari Raja Singgapur 1440 M 

37.1. Wan Abdul Wahid orang kaya Dina Mahkota Segeram Wafat : 3 Januari 1779 M bin Wan Abdullah ibunda Dayang Usmadewi binti Opu Daeng Samboja keturunan dari Opu Daeng Celak Raja Yang di Pertuan Muda Riau I

37.2. Wan Muhammad orang Kaya Dina Mahkota Bunggur bin Wan Abdullah  Jamalullail makam Batu Gajah Ranai 

37.1. Anak kandung Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Raja Segeram Ke Enam 

38.1. Wan Muhammad orang Kaya Dina Mahkota Sedanau bin Wan Abdul Wahid Jamalullail istri Dayang Fatimah binti Opu Daeng azis keturunan dari Opu Daeng Celak Sayid Syekh Ahmad Adeni Qaulan Jazirah 

38.2. Dayang Fatimah binti Wan Abdul Wahid Jamalullail ibunda Dayang Fatimah binti Opu Daeng Azis keturunan dari Opu Daeng celak Sayid Syekh Ahmad Adeni Qaulan Jazirah, menikah dengan Panglima Junjung Buih Syarif Abdurrahman bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

NATUNA
Beberapa fakta mitos dan fakta sejarah tentang NATUNA

1. Tiongkok kuno menyebut Nan Toa yang bearti Pulau Besar Abad 16 M

2. Pengaruh dari lida Melayu Nan Toa menjadi Natuna "Mitos Ala Hu alam bisawab bisa benar bisa salah '"Perkiraan Saja" Abad 16 - 17 M

3. Bahasa Sansekerta, bearti Alam yang alami "Mitos Perkiraan saja bisa benar bisa salah abad 19 M (Perkiraan Sejarawan) 

4. Bahasa Belanda Natunae relatif hanya lisan Belanda abad 17 M

5. Natuna Pulau Srindit Pulau burung abad 16 M Legenda Mitos Sangka Siam Demang Megat dan Fatimah yang terbuang

6. Bahasa Arab, Jazirat Albasal "جزيرة البصل" "Qumuran" Pulau berbentuk Bawang  Ulama yang masuk abad awal abad 14 M dari Yaman bersama Ayah Kandung Wan Hamid Jamalullail  Pembuka Kampung Segeram dan Penembahan Segeram yaitu Sayid Ahmad Jamalullail dari Yaman, dan peritintis Sayid Tun Jana Alkhotib Maroko Pulau Bungguran (Pulau Bawang) Terkenal Dato Bunggur oleh Raja Singgapur saat itu demikian juga Raja Sriwijaya menyebutnya sebagai Dato Bunggur dari Tanah Arab (Yaman) abad 1417 M, beliau masuk Samudra Pasai dan menetap di Pulau Bawang Bunggur "Qumuran" Kemudian Maharaja Singgapura memanggil Beliau Tun Bunggur "" Qumuran" Yang bearti Dato Tun Bunggur yang menetap di Pulau yang berbentuk Bawang Merah 1448 M,  Sejak. Saat itu di tahun 1448 M di kenal sebagai Bungguran

7. Bahasa Arab Samak Altuwna ""سمك التون" Pulau yang banyak ikan Tuna (NTuna) Natuna Ulama yang masuk pada abad 14 M sama dengan nomor 5, jadi demikian  makna dari Natuna, artinya istilah Pulau Bawang dan Natuna sudah muncul pada abad 14 M

Pada tahun 1769 M Wan Abdullah bin Wan Abdul Mufthi bin Wan Abdul. Jabar Wafat pada tahun 1769 M seiringan itu masuklah Sayid Abdullah bin Muhammed dari Juempa Aceh untuk berda'wah di Segeram





Halaman 16 :
Isi Manuskrip adalah :

dari Jempa dan Portugis sehingga terjadi Perang Penembahan Kerajaan Sgeram di hancurkan termasuk makan - Makam semua di Ratakan dengan Tanah peristiwa ini terjadi dari tahun 1769 M - 1771 M Penembahan Segeram musnah hanya meninggalkan sisa runtuhan, sebagai kayu Ulinnya di ambil dan di gunakan Portugis sebaga Pos sementara kemudian mereka membangun bangunan terbuat dari bata bahanya dari Pasir pantai sebagai benteng pertahanan, seluruh keturunan Wan Abdullah  bin Abdul Mufthi lari ke Pulau Yang Tidak Bertuan,  

MASUKNYA 
PANGLIMA LAKSAMANA I SYARIF ABU BAKAR ALKADRI Bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah. pertama datang tahun 1778 dan dilanjutkan kembali pada 11 Juli 1779 M dengan membawa anak dan istrinya AMINAH binti Abdullah Al-Idrus asal Trengganu Malasia dan menetap di Segeram

Merekalah yang kemudian membuka kembali kampung Segeram berasama Anak beliau dan Anak Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Jamalullail menjadi sebuah perkampungan yang baru dengan Nama Kampung Adat Segeram. Istilah Adat adalah untuk mengenang leluhur Pendiri Kampung Segeram Pertama yang sekaligus Raja Segeram Pertama Wan Hamid Jamalullail yang mampu bertahan hingga Enam Generasi  :

1. Wan Hamid Jamalullail bin Wan Ahmad / Wan Abdul Kahar Pendiri dan Raja Segeram Pertama 1449 M - 1519 M selama 70 Tahun

2. Wan Abdul Majid bin Wan Hamid Jamalullail Raja Ke Dua Penembahan Segeram 1519 M - 1569 M selama 50 Tahun

3. Wan Muhammad bin Wan Abdul Majid Jamalullail Raja Ke Tiga Segeram 1569 M - 1626 M selama  57 Tahun

4. Wan Abdul Jabar bin Wan Muhammad Raja Ke Empat Segeram 1629 M -  1339 M selama 13 Tahun

5. Wan Abdul Mufthi bin Wan Abdul Jabar Raja Ke Lima Segeram 1639 M - 1679 M selama 40 Tahun

6. Wan Abdullah bin Wan Abdul Mufthi Raja Ke Enam Segeram 1679 M -  1769 M selama 90 Tahun

Penembahan Kerajaan Segeram mampu bertahan selama 320 Tahun kemudian hilang tanpa jejak hanya meninggalkan beberapa Manuskrip dan Koin Serta Miniatur Istanah yang di buat Wan Muhammad bin Wan Abdul Wahid Jamalullail yang semuanya di Serahkan kepada Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri agar semuanya dapat di amankan agar tidak hilang jejaknya, selain itu harapan dari Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah Jamalullail agar Penembahan bisa di hidupkan kembali, akan tetapi ke inginkan Wan Abdul Wahid bin Wan Abdullah wafat terlebih dahulu sehingga ke inginan tersebut tidak bisa terwujud sementara anak beliau Wan Muhammad bin Wan Abdul Wahid Jamalullail tidak mau meneruskan dengan alasan tidak sanggup dan khwatir akan di musnahkan kembali sebab di saat itu 1779 M masih terjadi pergolakan Laut  Pulau Natuna antara Ingris, Belanda, Portugis dan termasuk Cina yang ingin memperluas Wilayah Laut Cina Selatan untuk menguasai Pulau Natuna

Anak-anak Kandung Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri dan salah satu istri beliau yang menetap di Segeram  hingga wafat di  Segeram  :

Istri yang ikut menetap hingga wafat di Segeram Aminah (Inche Minah) binti Abdullah Al-Idrus asal Trengganu hingga wafat di Segeram

Anak-anak Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah Yang ikut menetapl hingga wafat di Segeram :

1. Panglima Hitam Paku Alam Syarif Ibrahim Alkadri terkenal sebagai Panglima Hitam ⚫ bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri ibunda Aminah binti Abdullah Al-Idrus asal Trengganu, makam Segeram

2. Panglima Karang Tanjung Syarif Abdurrahman Alkadri bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri ibundan Aminah binti Abdullah Al-Idrus asal Trengganu, makam Segeram

3. 



MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak

Pontianak, Senin 12 Januari 2026 M / 23 Rajab 1447 H

Setting Louyat Dan Hal Cipta Ada Pada :

MAKTAB NANGQ 1857

Di Lindungi Undang - Undang 

Waktu Masuk Blog

14 : 17 WIB



Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI