ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

KESEMPURNAAN NASAB ALKADRI. 
SEBAB TETAP BERSATUNYA KETURUNAN SAYIDINA HUSEIN WAL SAYIDINA HASAN
Alhusaini Wal Alhasani

SAYIDINA HUSEIN WAL SAYIDINA HASAN
Pemuda Ahli Surga dan Pemegang Kunci Surga sementara Ibunda adalah Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Rha Binti Nabiyullah Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam adalah Gemboknya sedangkan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam adalah Surga-Nya yang meliputi Tujuh Lapis Patala Langit dan Tujuh Lapis Patala Bumi serta Gugusan Tata Surya yang berlapis menaungi semua Mahkluk baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa sebagaimana Hadits Qudsi di bawah ini :

Sesungguhnya Allah Berfirman : Tidaklah kemuliaan Kekasih - Ku Muhammad, melainkan sumber dasar terciptanya Alam ini. Maka Ku sandingkan nama - Ku dengan nama - Nya di tiang Arasy. HQR. Ahmad dan Baihaqi dalam Kitabul Janah Al - Wanar, Riwayat Hadist Qudsi ini termasuk Riwayat Hasan (Baik) karena bersumber dari orang terpercaya dan merupakan Sabda Rasul yang tidak terdapat di dalam Al-Qur'an maupun Hadist melainkan terdapat dari sumber - sumber tentang penciptaan Bumi dan langit yang di dengar langsung oleh Para Sahabat hingga tabiin dan ulama kumpulan Hadist - Hadist Qudsiah dalam berbagai literatur Tentang Kejadian Proses Alam Semesta

Ilustrasi Sayidina Husein ketika di Panah di Karbala Negara Iraq ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ถ

Akan tetapi. Kali ini, Maktab NanGq 1857.tidak membahas tentang Penciptaan Alam Semesta karena sudah di jelaskan dalam, Blog - blog terdahulu lainya, melainkan tentang "" Kesempurnaan Nasab Alkadri"" Yang tidak terlepas dari Penggaruh Nasab Sayidina Husein sebagai Nasab Tunggal lurus dan tetap di dalam adanya pengaruh Sumber Nasab Sayidina Hasan melalui hubungan "" Pernikahan Sekupu yang terjadi berkali-kali selama hampir 15 Abad ini Dari Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam hingga generasi  571 M - 2026 M - Sekarang yang sudah berjalan selama 1447 Hijriah, ini menunjukkan perkembangan Silsilah Nasab Alkadri di seluruh dunia tetap terpantau dengan baik dari leluhur terdahulu hingga Generasi sekarang dan tersimpan begitu rapi dari generasi ke generasi secara rahasia sehingga tidak satupun lembaga Nasab baik yang ada di dunia maupun di Indonesia ke Unikan Silsilah Nasab Alkadri yang selalu berpasangan Suami istri sebagai bentuk sebuah ke istimewaan dan kesempurnaan dari Nasab - Nasab lainya, walaupun Maktab NanGq 1857 sudah membocorkannya dalam beberapa Blog maupun di Dunia maya yang tujuan utamanya agar di ketahui dunia luas tentang ciri Khas dan Khusus Nasab Alkadri baik yang ada di Indonesia maupun luar Negeri yang sengaja telah di sebar luaskan oleh Maktab NanGq 1857, sehingga kuhsus Keluarga Alkadri bisa mengetahui pasangan leluhurnya dan kesempurnaan dan keistimewaan Nasab Alkadri tersebut, maka sangat menjadi suatu hal yang sangat AIB jika hanya mengetahui jalur kaki - laki saja jika tidak mengetahui Pasangan dari istri- istri Nasab tersebut, sebab jika salah ibu yang merupakan darah daging utama Nasab juga bisa di anggap tidak sempurna bahkan cenderung Putus. Sebab Silsilah Nasab yang Istimewa dan sempurna Wajib berpasangsn Suami istri di sinilah kelebihan Silsilah Nasab yang di. Miliki Keluarga Alkadri di seluruh dunia, lantas bagaimanakah dengan Nasab Keluarga Alkadri yang tidak berpasangan, maka dengan sendirinya Silsilah Nasab tersebut tidak di anggap  sempurna dan sangat di ragukan kelurusan (Lemah) ibarat Hadist Dhoif yang tidak memenuhi Syarat kelengkapannya, di akui atau tidak itulah yang terjadi  sekarang ini. 

Sebagai contoh yang sangat mudah adalah anak Kandung Sayidina Ali bin Abi Thalib. Ra dengan 

1. Saidah Fatimah Az-Zahra. Rha bin Rasulullah Shallallahu Allaihi adalah :

1. Sayidina Hasan WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi keturunan berlangsung hingga sekarang

2. Sayidina Husein WA Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam keturunan berlangsung hingga sekarang

3. Sayidina Munassan WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wafat masih kecil keturunan Putus

4. Sayidah Ruqayyah Ibunda Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi,  wafat masih kecil keturunan putus

5. Ummu Kalsum WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi keturunan putus

6. Zainab WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam Nasab putus

Setelah Sayidah Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam wafat Sayidina Ali bin Abi Thalib. Ra menikah lagi dengan beberapa istri dan juga memperoleh beberapa anak kandung di antaranya  adalah :

2. Muhammad Al - Aushat bin  Ali Abi Thalib. Ra ibunda Umamah binti Zainab (Bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

3. Ja'far bin Ali Abi Thalib. Ra . ibunda Ummu Banin binti Hitam (bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

4. Abdullah bin Ali Abi Thalib Ibunda Ummu Banin binti Hitam (Bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

5. Usman bin Ali ibunda Ummu Banin binti hitam (bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

6. Abas bin Ali Abi Thalib Ibunda Ummu Banin binti hitam (bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

7.  Ubaidillah bin Ali Abi Thalib. Ra ibunda  Laila binti Mas'ud ( bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib. Ra) 

8. Abu Bakar bin Ali Abi Thalib Ibunda Laila binti Mas'ud ( bukan keturunan Rasulullah tetapi keturunan Abi Thalib

9. Muhammad bin Ali Abi Thalib ibunda Kawula binti Ja'far Alhanafia,  bukan keturunan Rasulullah

10. Abdullah bin Ali Abi Thalib Ibunda Kawulah binti Ja'far Alhanafia, bukan keturunan Rasulullah

11. Aoun bin Ali Abi Thalib Ibunda Kawlah binti Ja'far Alhanafia., bukan keturunan Rasulullah

12. Umul Hasan binti  Ali Abi Thalib Ibunda Ummu Said binti Urwah bin Mas'ud Althaqofiyah, bukan keturunan Rasulullah

13. Ramlah binti Ali Abi Thalib Ibunda Umu Said binti  Urwah bin Mas'ud Althaqofiyah, bukan keturunan Rasulullah

14. Ramlah binti Ali Abi Thalib Ibunda Mahyat, bukan keturunan Rasulullah

Selayang Pandang tentang penggunaan Bin / Binti / Ibnah pada Sayidina Hasan dan Sayidina Husein. Radiyallahu Anhu

Berdasarkan beberapa Hadist Shohe ketika Rasulullah Shallallahu Allaihi masih hidup beliau bersabda :
Rasulullah bersabda "'Sesungguhnya Hasan dan Husein bernasabkan  ke padaku, HR. Anas bin Malik dalam Musnad Imam Alghajali

Makanya Rasulullah Shallallahu Allaihi ketika memanggil kedua cucunya langsung dengan Ya Hasan atau Ya Husein sebagaimana beliau memangil Sayidah Fatimah Az-Zahra.Rha binti Rasulullah, Ya Fatimah anak - Ku

Di masa itu Sahabat Anas bertanya Ya Rasulullah Shallallahu Allaihi bagaimana cara memanggil kedua anak turunan mu ini karena kami kiranya tidak ingin kelirui dalam memaknainya, maka Rasulullah Shallallahu Allaihi bersabda :

Beliau tidak menyebutkan Hasan bin Ali tetapi langsung mengatakan anak - Ku ini sebab di saat itu Sayidina Hasan sedang di Pangkuan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sedangkan Sayidina Husein saat itu bersama ibunya, itu artinya baik Sayidina Hasan maupun Sayidina Husein tidak mengunakan Bin / Binti maupun Ibnah melainkan "" Sayidina Hasan dan Husein WA Fatimah Az-Zahra. Rha Binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam di mana kedudukan Ibunda Fatimah Az-Zahra di sejajarkan dengan Anak-anak Sayidina Hasan dan Sayidina Husein sehingga cukup mengunakan Wa 

Ketika memanggil kedua cucunya itu beliau Kadang-kadang menyebut Ya Hasan atau Ya Husein anaku  Fatimah Az-Zahra.Rha. kemarilah anak - anak ku (Beliau tidak mengatakan kemarilah cucu - cucu Ku) 

Hadist lain dalam Riwayat yang Shohe :

Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam bersabda : Hasan dan Husein kedua Anak - Ku (yang seharusnya kedua Cucu - Ku tidak beliau ucapkan) yang tercinta. HR. Anas bin Malik. RA

Ini menunjukkan secara tidak langsung beliau tidak mengucapkan sebagaimana mana dalam kurung melainkan lamgsung Anak - Ku

Menurut pendapat ulama dari kalangan bukan Ahlul bait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam memberikan pendapat suatu kedekatan antara kakek dengan Cucu, sementara dari Kalangan Ahlulbait terutama dari cicitnya Sayidina Muhammad Albagir bin Ali Jainal Abidin Asyajad, Panggilan terbuat lebih bermakna bahwa Hasan dan Husein adalah Anak Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dari Fatimah, sehingga di generasi ke 5 keturunan Rasulullah lebih menyematkan diri mereka dengan :

Sayid Muhammad Albagir bin Ali Jainal Abidin bin Husein WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sehingga antara Binti dan Bin menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan sehingga cukup dengan WA (Ulama kalangan biasa memaknai "" Dan""  sedangkan Ulama kalangan Ahlulbait lebih memaknai sebagai Bin Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam yang di maksud maknawi atau Sir (Makna  Rahasia hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui) "  Yang bearti Hasan dan Husein adalah Anak Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam yang memyatu menjadi satu - kesatuan dengan Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam

Hal ini di lakukan Sayid Muhammad Albagir ada sebabnya

Sebab di masa Reses kekuasan di Jaman Kakek nya Sayidina Husein maupun Sayidina Hasan  pangilan tidak menentu hal ini di sebabkan timbulnya keraguan dan kekuawatiran jika Sayidina Husein dan Sayidina Hasan langsung ber Binkan ke Sayidina Ali WA atau Dan Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam, sementara ada istri - istri yang  dari Sayidina Ali bin Abi Thalib yang sama percis dengan Anak Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam, sehingga menimbulkan kerusakan Nasab, sebab di generasi ke 3  keturunan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sedang mengalami krisis penghinaan dari Kaum Bani Umayyah sehingga istilah pangilan terbanyak kepada Sayidina Hasan dan Husein adalah Bin Ali cucunya Abi Thalib. Ra. Maka secara urutan panggilan kepada Sayidina Hasan dan Husein adalah :

1. Jaman Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam Ya Hasan / Ya Husein Anak - anak - Ku (Berdasarkan Hadist Shohe)  adalah gelar Panggilan baku yang sudah Shohe dari Rasulullah Shallallahu Allaihi, artinya Hasan dan Husein bernasabkan kepada Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam,  selain itu Rasulullah juga sering memanggilnya Ya Hasan / Husein  anak - anak Ku Fatimah kesayangan - Ku kemarilah 

2. Jaman Sayidina Husein dan Hasan  di saat itu kaum Syi'ah maupun Kaum Wahabi dan Mu'tasilsh memanggilnya dalam beberapa Versih

A. Kaum Syi'ah : Ya  Hasan/ Husein bin Ali Abi Thalib ibunya Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah, (Karena kaum Syi'ah lebih memuliakan Sayidina Ali bin Abi Thalib sebagai imam 12) 

B. Kaum Wahabi: Ya Hasan / Ya Husein bin Ali bin Abi Thalib cicit Abdul Muthalib, sebab kaum Wahabi tidak mengakui sebagai keturunan Rasulullah melainkan mengakui sebagai keturunan Abi Thalib bin Abdullah Muthalib dan bukan sebagai keturunan Rasulullah

C. Kau Mu, tazilah : Ya Hasan / Ya Husein anaknya Ali bin Abi Thalib ibunya Fatimah anak Rasulullah

3. Jaman Sayid Muhammad Albagir bin Ali Jainal Abidin Asyajad : Panggilan beliau  kembalikan  sebagai mana Panggilan Rasulullah Shallallahu Allaihi hanya kalimat YA di hilangkan sebab beliau sudah tidak bertemu dengan kedua kakeknya tersebut  (Wafat ketika mereka masih kecil keterangan lain malah belum. Lahir)  dengan mengunakan Sayid Hasan / Sayid Husein WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi, tujuanya untuk menghindarkan dari. Panggilan ke 3 golongan tersebut walaupun pada akhirnya beliau juga di kaitkan sebagai bagian imam Syi'ah yang ke 12 pada hal beliau sendiri tidak mengetahui sama sekali, akibatnya beliau di musuhi ke 3 kaum tersebut hingga berhasil di Racun

4. Jaman Sayid Muhammad Annagib bin Al. Alureidha, beliau sempurnakan kembali seperti di Jaman Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam  dengan panggilan sebagai berikut : Hasan dan Husein WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam atau Nabiyullah Muhammad Shallallahu Allaihi Wassalam, sebab  Ya bearti bertemu. Langsung dengan  Sayidina Hasan atau Husein karena sudah Wafat lebih cenderung menyebut langsung Hasan / Husein WA Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi

5. Jaman Sayid Ahmad Almuhajir Yaman panggilan lebih di mulyakan dan di istimewakan lagi dengan :Sayidina Hasan / Sayidina Husein Wa Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam, kemudian di sematkan juga kepada kakeknya Sayidina (Penghulu) sehingga lebih sempurna walaupun banyak di tantang  kaum Syi'ah, Wahabi dan Mu'tasilah

6. Jaman Sayid Muhammad Aljamalullail bin Hasan Mua'lim Yaman  sebagai Ahli Sunah Wal Jamaah murni di mana dalam Manuskrip beliau Naqobatul Asyayid Nasabatul Ghoibul Qubro (NANGQ)  723 M  manuskrip - manuskrip Silsilah Nasab yang beliau tulis tetap mengunakan Sayidina Hasan / Sayidina Husein Wa  Fatimah Az-Zahra. Radiallah Anha Binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam Al-Fatihah...., sebagai Manuskrip murni yang berpaham kan Islam Suni Ahlul Sunah Wal jamaah, tujuan beliau agar tidak terkontaminasi aliran Syi'ah, Wahabi dan Mu'tasilah. Berdasarkan kronologis Sejarah tersebut maka 

7. Maktab NanGq 1857 Karena dari sumber Sejarah tersebut lah maka Maktab NanGq 1857 lebih memilih mengunakan Silsilah Nasab jika sampai Ke Sayidina Hasan atau Sayidina Husein Wa  Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam Al-Fatihah... 

Berdasarkan literatur Manuskrip peninggalan leluhur Alkadri tersebut kesempurnaan dan Ke istimewaan Nasab Alkadri dapat di pahami secara lengkap   dari urutan Nasab sebagai contoh di bawah adalah :

Nasab  Keluarga Alkadri . Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan  Negara Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

41. Pangeran Hadikarya Wijayakusuma Kesuma VII Syarif Jazuli Rahman Alkadri, istri Ida Riyana binti Hanafiah
KETUA MAKTAB NANGQ 1857 PERWAKILAN DALAM DAN LUAR NEGERI PUSAT. Kantor : Jalan Cendrawasih Kelurahan Klayen A Banjarmasin Selatan  Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

40. Bin Syarif Shadri Alkadri istri  Hj. Romani binti  Suriansyah bin Yusuf Alquds Alhasani  (1) 

39. Bin  Muhammad istri Mas Haji / Mas Kacil Albanjary

38. Bin  Husein istri  Inche Siti Fatimah binti  Hamid Al-habsyi

37. Bin  Abdullah Alkadri istri  Inche Aminah binti Jadid Bahasyim

36. Bin Pangeran Hadikarya Wijayakusuma Syarif Muhammad Syafruddin Najamuddin Alkadri istri Tengku Aisyah binti Tengku Abdul Majid  Vidie Aceh

35. Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri istri ke 22  Ratu Saba  Cut Meutia binti Tengku Mustafa Vidie Aceh

34. Bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah istri Nya Tua Utien Cabanat Chendramidi binti Sultan Muhammad zainuddin Matan

33. Bin Sayid Ahmad Alkadri Jamalullail istri Ummi Banin Aisyah binti Muhammad Alhasani keturunan Syekh Abdul Qodir Aljeilani Bagdad  Iraq  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ถ (2) 

32. Bin Sayid Husein istri Zahara binti Muhammad Jamalullail Ariadha Yaman

31. Bin Sayid Muhammad Alkadrie Jamalullail istri Ummi Banin Fatimah binti Muhammad Ariadha Yaman 

30. Bin Salim istri Maimunah binti Ahmad Baqi Seribu Wali Hadramaut Yaman

29. Bin Sayid Abdullah istri istri Zainab binti Muhammad Ariadha Yaman

28. Bin Sayid Muhammad istri Ummi Banin  Fatimah binti Husein Jamalullail Ariadha Yaman

27. Bin  Sayid Salim istri Ummu Shainah Khodijah binti Ahmad Baqi Seribu Waliyullah Hadramaut Yaman

26. Bin  Sayid Ahmad Ummu Aminah binti Ahmad Ariadha Yaman

25. Bin Sayid Abdurrahman Almagrum istri Siti Aisyah binti Muhammad Ziad Alhasani (3) Hadramaut Yaman

24. Bin Sayid Ali istri  Ummu Siti Adawiyah binti Ahmad Ariadha Yaman

23. Bin Sayid Muhammad Aljamalullail istri Syekhah Munawarah binti Zakaria bin Muhammad bin Syekh Abul Hasan Ali Asysdjel Alhasani (4) 

22. Bin Sayid Hasan Almmu'alim istri ummi Banin Banin Judah Umi Qalsum bin Muhammad Baqi Janbal Hadramaut Yaman

21.Bin Sayid Muhammad Ashadullah istri  Ummi Siti Ruqayyah binti  Abdullah  Hadramaut Yaman

20. Bin Hasan At-Turabi istri Ummu Sa'diah Hafsah binti Hasan Baqi Hadramaut Yaman

19. Bin Sayid Ali Almastur istri Bani Kisah Aisyah binti Musa Hadramaut Yaman

18. Bin Sayid  Muhammad Faqih Almugadam istri Ummu Banun Bani Shainah Maimunah binti Abdul Muluk bin Zakaria bin Ali Almastur bin Syehk Hasan bin Syehk Abdul Qodir Aljeilani (5) Kubah Faqi Janbal Hadramaut Yaman

17. Bin Sayid  Ali Shohibul Awwal istri Ummu Banun Bani Abbasiyah Zahara binti Ahmad Hadramaut Yaman

16. Bin Sayid Muhammad Shohibul Mirbhat istri Syekhah Jamilah binti Syekh Ali Almastur bin Syekh Hasan bin Syekh Abdul Qadir Aljeilani (6) Janbal Hadramaut Yaman

15. Bin Sayid Ali Kholigosam istri Muhairah binti Muhammad Janbal. Tarek Hadramaut Yaman

14. Bin Sayid Alwi Muhammad Ast-Tsani istri  Ummu Banun Sayidah Aminah Zuwairiah Bani Hasan Ibnu Muhammad Keturunan Ibrahim Toba- Toba Alhasani (7) Husaisah Yaman

13. Bin Sayid Muhammad Alwi Assawma istri Ummu Alwi Aminah binti Alwi Bait Jubair Yaman

12. Bin Sayid Alwi Abdullah Awwal istri Ummu Zahara binti Muhammad Bait Jubair Yaman

11. Bin Sayid Abdullah istri Umul Banin Binti Muhammad bin Isa Bait Jubair Yaman

9. Bin Sayid Isa Arummi istri Ummu Fatimah Ahmad / Fstimah Bilqies binti Akhmeid Gubernur Romawi Barat keduanya bermalam di Basra Iraq ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ถ berkebangsaan Persia 

 karena ke indahan Da'wah beliau, di panggil dengan Gelar Jamaluddin (Indah tutur Bahasanya dan menyejukkan hati) 

7. Bin Sayid  Ali Al-Ureidha istri Sahri Banun Saedah Bani Jidah  keturunan Al-Idrisi Alhasani (8) Kota Ureid Dekat Madinah 

6. Bin Sayid Ja'far Ashodiq istri Humaidah Almusyafa Hamidah Baqi Kota Madinah Saudi Arabia ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ

5. Bin Sayid Muhammad Albagir istri Fatimah binti Muhammad keturunan Hasan Almutsana Alhasani (9) Janatul Baqi Kota Madinah Saudi Arabia ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ

4. Bin Sayid Ali Jainal Abidin Asyajad istri Ummu Abdillah 

3. Bin Sayidina Husein istri Syahri Banu terkenal sebagai Ruqayyah binti Kaisar Yardiegier Kaisar Sasanith  Persia Exs Romawi, Karbala Baghdad Iraq  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ถ

2. Wa Sayidah Fatimah Az-Zahra. Radiallah Anha

1. Binti Nabiyullah Muhammad Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam

0. Alfatihah  .  

Sebenarnya Jalur Keturunan Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah masih ada sekitar 2 atau 3 istri -  istri leluhur yang bermarga Alhasani akan tetapi belum dapat di telusuri akan tetapi suatu saat akan terbuka maka dari, keturunan Pangeran Hadikarya Wijayakusuma Syarif Jazuli Rahman Alkadri bin Sayid Shadri Alkadri yang istrinya keturunan Sayidina Hasan adalah sebagai berikut :

Menurut Sayid  Muhammad Jamalullail bin Hasan Mua'lim urutan angka Nasab juga mempengaruhi hidup di dunia tetapi tidak berlaku di Akhirat sebab akhirat bersipat mutlak, maka di jaman beliau apabila kelahiran terdapat pada angka ganjil maka keturunan berikutnya akan di nikahkan segera dalam usia yang sangat muda agar tetap menjadi genap agar kehidupan dunia mapan

Kesempurnaan dan Keistimewaan Nasab Alkadri jika baik angka Ganjil maupun Angka genaf tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan di akhirat tetapi dunia ada pengaruhnya di mana ke istimewaan dan kesempurnaan tersebut akan di uji dengan berbagai kekurangan atau lemahnya kehidupan sumber Ekonomi hal semacam ini bukan sebuah angka taqdir melain sebuah petuah Ahlulbait saat itu secara turun temurun yang akhirnya berlanjut secara otomatis dari generasi ke generasi, artinya jika mereka ingin sukses mereka harus banting tulang bekerja demi mencapai ke makmuran

Sayid Muhammad Aljamalullail dalam manuskrip angka ganjil 1, 3, 5, 7, 9, 11 hingga 99 mengandung makna Unsur Alam semesta yang di dalamnya termasuklah manusia secara Umum, sedangkan angka Genap 2,6,8, 10, 12 dan seterusnya hingga angka 100 merupakan angka genap yang kesempurnaan seperti Asma'ulhusna 99 Nama Allah dan di genapkan dengan Allah 100 sehingga menjadi sempurna, ini merupakan Kode Petuah yang terjadi secara turun temurun, akan tetai terlepas dari itu semua hanya Allah yang tau, akan tetapi dalam penelusuran beliau dari generasi - ke generasi hingga berabad-abad terbukti Ahlulbait yang berada pada posisi angka genap hidupnya lebih baik untuk dunianya, karena tanpa usaha yang keras kehidupannya lebih mapan di dunia ketimbang Ahlulbait yang berada pada posisi angka Ganjil yang penuh usaha dan perjuangan untuk mengimbangi Ahlulbait bsit yang berangkat genap "" menurut Sayid Muhammad Jamalullail " Petuah adalah aturan baku yang memang sudah menjadi suratan takdir dari Allaihi Subhanahu Wata Alla jadi tidak bisa terbantahkan"

Selayang Pandang  Kesempurnaan Nasab Alkadrie :

Dalam manuskrip Sayid Muhammad bin Hasan Almu'alim beliau memberi penjelasan "" 

1. Seandainya Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir itu fiktif tentulah Sayid Muhammad keturunan Sayid Ibrahim Toba - Toba Alhasani tidak akan menikahkan anak perempuannya Ummu Banun Sayidah Aminah Zuwairiah Bani Hasan bin Muhammad Alhasani dengan Sayid Alwi Muhammad Ast - Tsani karena keturunan dari Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, karena hukum saat itu pernikahan Sekufu lebih di utamakan dengan jalur Husein dan Jalur Hasan atau sesama Jalur Husein dan sesama Jalur Hasan,  tujuan utama untuk membentengi jika terjadi Fitnah maka jawaban yang sangat sempurna seperti demikian di utamakan Pernikahan Sekufu

2. Demikian juga  jika Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir itu fiktif tentulah Sayid Ali Almastur bin Syehk Hasan bin Syehk Abdul Qadir Aljeilani Alhasani tidak akan menikahkan anaknya Syekhah Jamilah binti Syekh Ali Almastur dengan Sayid Muhammad Shohibul Mirbhat bin Ali Kholigosam, tentulah beliau sangat mengetahui beliau adalah keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, sebab dengan pernikahann Sekutfu antara Jalur Hasan dan Jalur Husein fitnah tidak akan berpungsi (gagal) yang di lakukan IsIam munafik yang fasik

3. Demikian juga tentulah jika Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir itu fiktif, tentulah Sayid Abdul Muluk bin Zakaria bin Ali Almastur bin Syekh Hadan bin Syekh Abdul Qadir Aljeilani tidak akan menikah kan  anaknya Syekhah Maimunah binti Abdul Muluk dengan Sayid Muhammad Faqih Almugadam, karena beliau mengetahui Muhammad Faqih Almugadam keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir,, dengan kawin sekufu, dengan sendirinya para memfitnah tidak berpungsi fitnahnya, karena sudah terjawab sendiri kebohongan mereka, telah melakukan fitnah kepada Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, yang di lakukan islam munafik yang fasik 

4. Demikian juga tentulah Sayid Zakaria bin Muhammad bin Syekh Abdul Hasan Ali Asysdjel tidak akan menikahkan anaknya Syekhah Munawaroh binti Zakaria dengan Sayid Muhammad Aljamalullail karena keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, karena beliau tau sebagai keturunan Sayidina Husein Wa Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam, maka segala  fitnah gugur dengan sendirinya yang di lakukan Islam munafik yang fasik 

5. Demikian juga tentulah Sayid Muhammad Ziat Almagrowi Alhasani tidak akan menikahkan anaknya Aisyah binti Muhammad Ziat Almagrowi Alhasani dengan Sayid Abdurrahman Almagruum dengan anak beliau, karena beliau tau ke Shohehan Leluhur Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, sehingga fitnah gugur dengan sendirinya sebab beliau adalah Ulama Mekah yang mashur di Jamanya sebagai Ulama dan Imam Masjid Mekah

6. Demikian juga tentulah Sayid Muhammad bin Malik Alhasani tidak akan menikahkan  anaknya Ummi Banun Aisyah binti Muhammad Alhasani Aljeilani dengan Sayid Ahmad bin Husein Alkadrie Jamalullail Bagdad  Iraq ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ถ, yang merupakan orang tua kandung Sayid Husein bin Ahmad Alkadri  Jamalullail Mufthi Mempawah sehingga Silsilah Nasab Keluarga Besar Alnadri keturunan Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah benar-benar menjadi Sempurna dan Sangat Istimewa yang menurun kepada seluruh keturunannya yang rekam jejaknya pastilah harus berpasangan Suami istri, bukan sekedar hanya mengetahui jalur Nasab laki-laki saja yang boleh di katakan sangat tidak sempurna sama sekali di akhir di akui atau tidak di akui itulah yang pasti terjadi, sebab semua yang Allah ciptakan di muka bumi ini selalu berpasangan seperti Bumi dan Langit, Laki dan Perempuan, dan seterusnya

Karena beliau tau beliau keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, demikian tajamnya fitnah kepada Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir, gugur dengan sendirinya, inilah salah satu kemuliaan dan ke istimewaan leluhur Alkadrie yang tidak mempan dengan segala fitnah yang di lakukan oleh orang-orang Islam munafik yang Fasik yang berpahamkan Wahabiah murni yang ada di dunia termasuk Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Demikianlah salah satu ke istimewaan dan kesempurnaan menikah sekufu dengan Jalur Sayidina Hasan merupakan salah satu benteng jawaban secara tidak langsung ketika terjadi sebuah fitnah jawabanya adalah bukti kedekatan kedua Nasab Sayidina Husein dan Sayidina Hasan yang selalu merajut Kebenaran melalui pernikahan Sekufu yang sangat di anjurkan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam terhadap keturunan beliau dan salah satunya berfungsi untuk menggugurkan fitnah tanpa memberikan jawaban yang bertele-tele dengan membuka ribuan Ktab yang isinya juga merupakan kitab - kitab dari karangan pembenci dan pemutus Nasab Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi,  Sebab orang-orang munafik yang Fasik  adalah sejelek-jeleknya umat Islam saking jeleknya cucu Rasulullah Shallallahu Allaihi Sayidina Husein mereka Pancung dan Sayidina Hasan mereka Racuni sedangkan beliau berdua merupakan pemuda Surga dan pemegang kunci Surga, jadi bagaimana mereka menginginkan Surga sedangkan pemegang kuncinya mereka pancung dan racuni

Sebab itu orang - orang islam munafik yang fasik Allah perumpamakan mereka seperti Nyamuk sebagaimana yang di jelaskan oleh surat Al-Baqarah ayat : 26 sebagai berikut :

Ini menunjukkan Allah meletakan sejajar antara orang-orang kapir dengan orang-orang islam yang munafik dengan kefasikanya, mereka inilah golongan yang sering mengadu domba sesama umat islam sehingga bagi ke imananya yang mendekati kemunafikan dan lemah dalam memahami Syariat islam akan terjerumus dan ikut - ikutan membenci Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam

Bahkan dengan ke fisikanya mereka tidak segan - segan menyelewengkan Nasab sebagai mana yang menimpa keturunan Walisongo yang sudah Shohe ber abad - abad sebagai keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Al-Muhajir tiba - tiba berubah menjadi keturunan Sayid Abdul Malik bin Jafar Ashodiq, sedangkan data dari ribuan Manuskrip keturunan Jalur ini sudah ribuan tahun terputus, bagi Islam Munafik dan islam munafik yang fasik serta Islam yang lemah ke imananya jelas akan menelan dan menerimanya begitu saja sehingga mereka ikut tenggelam dengan kepasikan tersebut. 

Sebab itulah apa yang di lakukan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dengan menikahkan anaknya Sayidah Fatimah Az-Zahra . Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dengan Sayidina Ali bin Abi Thalib sangat di anjurkan saat sekarang dan seterusnya, tujuan utamanya salah satunya untuk mengugurkan fitnah dari islam munafik yang fasik tanpa perlu berdebat dengan mereka sebab di dalam diri Sayidah Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam  telah menyatu Darah Sayidina Hasan dan Sayidina Husein, sehingga menikah sekufu sangat di anjurkan kepada Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dengan kedua Jalur Sayidina Hasan dan Sayidina Husein, sebab menikah sekufu satu jalur sesama jalur keturunan Sayid Abdullah bin Ahmad Almuhajir membuka peluang masih memerlukan spek kulasi dan jawaban kepada kaum. Munafikin yang fasik, karena hujah dan pembelaan yang satu jalur di anggap lemah, sebab itulah dengan menikah sekufu jalur Sayidinah Hasan dan Sayidina Husein sangat istimewa dan Sempurna sebagai mana yang di lakukan leluhur terdahulu termasuk Sayid Ahmad bin Husein Alkadri Jamalullail ayah kandungnya Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah

Yang juga di ikuti oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dari 67 istri beliau ada 7 yang bermarga Alhasani istri - istri beliau demikian juga dengan  Sultan Syarif Muhammad Alkadri yang menikah dengan Syekhah Jamilah binti Syekh Mahmud Syarwani Alhasani, demikian juga Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri menikah dengan Syekhah Fatimah binti Syekh Mahmud  Syarwani Alhasani adik kandung bungsu Syekhah jamilah binti Syekh Mahmud Syarwani Alhasani  demikian juga Sultan Syarif Melvin Alkadri. SH yang menikah dengan Syekhah Tanayah Ahmad Alkhalid Alhasani, termasuk keluarga Alkadri lainya yang menikah Sekutu dengan Jalur Alhasani sebuah ke istimewaan dan kesempurnaan yang sangat di inginkan oleh Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam terhadap keturunan beliau,. Sebagai mana hadits Qudsi di bawah ini :

Dari hadist tersebut menunjukkan bahwa Al-Mahdi adalah keturunan Sayidina Hasan dan Sayidina Husein yang melahirkan Al-mahdi dan tentunya itu merupakan Perkawinan orang tua Al-mahdi dengan keturunan kedua Jalur tersebut dan itu tidak bisa di pungkiri sebab Al-mahdi adalah manusia yang paling sempurna  yang mendekati pribadi dan sipat - sipat yang di miliki Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam>

Dari 667 Marga Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam  sekitar 200 Marga dari 9 istri Sayidina Husein dan Marga keturunan  Sayidina Hasan 467 Marga  keturunan Sayidina Hasan dari sekitar 200 istri Sayidina Hasan, hanya saja dari Marga - Marga tersebut sudah banyak yang musnah sebab di antara mereka banyak yang tidak memiliki keturunan selain itu jumlah Marga keturunan Sayidina Hasan banyak yang bersipat Mastur bil. Mastur (Tersembunyi dan sengaja di sembunyikan) sedangkan Jalur Sayidina Husein secara keseluruhan marganya sudah terbuka akan tetapi keturunannya masih banyak yang memasturkan diri (menyembunyikan diri) 

Sementara Marga Alkadri adalah Marga yang paling termuda paling akhir dari semua Marga Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam debab baru muncul pada abad 16 M yang di cetuskan oleh Dayid Aqil bin Ahmad Alkadri Jamalullail abang kandung terttua Sayid Husein bin Ahmad Alkadri Jamalullail, akan tetapi sebelumnya Marga Alkadri sudah di Perkenalkan langsung oleh Syekh Abdul Qadir Aljeilani melalui keturunan beliau sendiri abad 11 Masehi (wafat 1166 M) dalam mimpinya gelar Alkadri belum boleh di gunakan akhirnya beliau namakan ""Alqodiri Alqaelani"" dalam mimpi gelar tersebut hanya boleh di gunakan jalur Sayidina Husein dan ternyata baru muncul setelah sekitar 500 atau 5 abad setelah nya di mana maknanya memiliki hampir sama yaitu "" Alqodiri Menyerahkan diri" sedangkan Alkadrie "" Pasrah menyerahkan diri apa adanya" dimana kunci utama dari keduanya sama-sama harus bersipat "" Qona'ah = Menerima apa adanya" Kemudian tahun 1675 M Abang Kandung Sayid Husein Alkadri, tanpa sadar lisanya menyebut Al-Qadra - Al-Qadri yang maksudnya "" Saya Berpasrsh - Saya Berpasrah" di sebabkan tekanan ekonomi yang sangat memberatkan  pengaruh dari masuknya Komonis  Cina ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ, sehingga untuk mencari sesuap makan saja sangat sulit dan bersamaan dengan itu muncul jugalah sebuah Kampung Aridho yang kemudian menjadi Ariadha Yaman karena kesusahan menimpa seluruh Kampung Aridho tersebut

Dengan sendirinya Marga Alkadri boleh di katakan sebagai Marga Penutup Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam jalur Sayidina Husein WA Fatimah  Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sebagai penyempurna 2 jalur yaitu penyempurna Jalur Sayidina Husein dan penyempurna Jalur Sayidina Hasan sehingga posisi marga Alkadri menjadi sangat istimewa dari semua Marga  Ahlulbait yang ada di muka bumi ini baik di sadari maupun tidak di sadari dan tentunya sempurna Nasabnya karena jelas istri - istrinya, ibunya termasuk jid perempuannya, sempurna susunan Nasabnya yang selalu saling menyatu antara Sayidina Hasan dan Sayidina Husein dan sempurns juga dalam menetapkan kawin Silangnya

Suatu hal yang wajib di ketahui dalam pernikahan Sekufu tidak terikat dengan mejhab 4 karena Majhab di buat untuk hukum perkawinan umat islam secara umumnya, sebab di dalam hukum Majhab 4 tidak ada hukum menikah Sekufu bahkan cenderung di larang jika terlalu berdekatan,  seperti Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra. Tha, sebab itu hukum yang di tetapkan bagi Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dalam menikah sekufu mengikuti aturan langsung dari Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sebagaimana yang di contoh kan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam kepada Fatimah Az-Zahra. Rha dan Sayidina Ali bin Abi Thalib, sehingga aturan tersebut menggugurkan hukum nikah di 4 Mazhab, sebab ke 4 Makhab hanya di berlakukan untuk pernikahan Secara umum bilkuhsus untuk umat Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dan tidak untuk keturunan beliau, maka dengan mengambil Jalur Sayidina Hasan dan Sayidina Husein Jalur pernikahan masuk dalam hukum Mazhab 4 karena generasi terpisah sudah lebih dari 1447  H. Yang, ketimbang menikah sesama Alkadri yang jalurnya sangat pendek

Sebab itulah apa yang di perintah kan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam sebaik - baiknya pernikahan keturunan - Nya adalah mengambil jalur Sayidina Husein dan Sayidina Hasan atau sebaliknya Jalur Sayidina Hadan dan Husein minimal dalam tentang minimal 3 generasi sehingga hukum ke 4 Majhab berlaku, akan tetapi tidak sipat mengikat

Akan terapi karena contoh sudah di berikan Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam, maka contoh tersebutlah yang paling Sempurna dan sangat Istimewa bagi Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam yaitu pernikahan Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam   dengan Sayidina Ali bin Abi Thalib. Ra

Salah satu contoh Pernikahan yang mengambil jalur pendek seperti Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Rha binti Rasulullah Shallallahu Allaihi Wassalam dengan Sayidina Ali bin Abi Thalib. Radiallah Anhu adalah : 

1. Pernikahan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah dengan Ratu Prabu Khodijah binti Syarif Abdullah  (Panglima Banten) bin Panglima Laksamana I Syarif Abu Bakar Alkadri (Adik Kandung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri lain Ibu) bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah, memiliki anak 4 laki dan 1 perempuan anak yang tertua adalah Pangeran Tinggi Al - Akbar Hadikarya Natakusuma Syarif Alwi Al - Akbar Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie yang terkenal sebagai Pangeran Alwi Tiga Serangkai yaitu :

Pertama :  Pangeran Tinggi Al - Akbar Hadikarya Natakusuma Syarif Alwi Al - Akbar Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Makam Dasik Noloyo Solo memiliki 12 anak kandung dari 2 orang istri

Kedua :  Pangeran Kachil Syarif Alwi Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Wafat di Usia 17 menderita lumpuh dari bayi karena menderita Sindrom Tulang Kropos. Beliau tidak kawin dan tidak menikah, ibundanya Ratu Syahranum Binti Sultan Saad Tamjih Tahmidullah Sultan Banjar. Makam Martapura Banjarmasin Kalsel 

Ketiga : Pangeran Wijayakeduma Syarif Alwi Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri ibunda  Ratu Perbu Aminah binti Abu Bakar hanya memiliki 1 orang anak laki-laki, Makam Martapura Banjarmasin Kalsel
Mereka di sebut Pangeran Tiga Serangkai karena di tugaskan oleh ayahnya Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri untuk merawat Pangeran Syarif Kachil Syarif Alwi Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri karena Lumpuh tidak bisa berjalan sehingga harus di papah kemanapun beliau mau pergi termasuk buang air besar - Kecil, menganti Paksian, makan dan sebagainya., Sebab itulah ayahnya  Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri  memberi gelar lain sebagai 
"" Pangeran Alwi Tiga Serangkai ""  sekalipun mereka beda ibu kandung tetapi satu ayah kandung yaitu Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

2. Pernikahan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah dengan Nyai Rabu binti Syarif Ali Ahmad Alkadri Senggiring bin Syarif Muhammad bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah, adik Kandung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri lain ibu dari Pernikahan ini memperoleh 2 anak laki-laki, anak bungsunya adalah Pangeran Laksamana  Syarif Ali Muhammad bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Panglima Senggiring  di tugaskan di Senggiring, Makam di Senggiring Mempawah Kalbar

3. Pernikahan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dengan Nyai Khalijah binti Syarif Umar Alkadri Sanggau keturunan dari Tuanku Umat Syarif Ahmad bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah,, tuanku Syarif Ahmad Alkadri adalah adik kandung Sultan Abdurrahman alkadrie lain ibu kandung, dari pernikahan ini memperoleh 2 orang anak satu putri dan 1 Putra, yang putra bernama Pangeran Syarif Husein Alkadri, makam di lokasi pemakanan Raja - raja Sanggau atas perbukitan Sanggau

5. Pernikahan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dengan Nyai Khodibah binti Abdullah Husein bin Muhammad bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah pangkat cicit dar cucu adik beliau Syarif Muhammad bin Sayid Husein Alkadri Mufthi Mempawah. Matan Ketapang dari pernikahan ini memiliki 2 anak perempuan dan2 laki - laki salah satu anak laki-laki adalah Pangeran Jaya Syarif Makai bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Mayan Ketapang














Dalam tahap Edit Data..... 

MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak
Pontianak, Senin 2 Maret 2026 M / 13 Ramadhan 1447 H
Waktu 03 : 47 WIB



Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI