TENGKU SAYID MUHAIMIN AL-QUDS. MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

TENGKU SAYID MUHAIMIN AL-QUDS (Tuan Datok  Rangga Kandangan Hulu) Bin Sayid Ahmad Alquds bin Sayid Muhammad Alquds (Tuan Dato Marang Trengganu) Makam Kandangan Hulu Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel Indonesia 🇮🇩

Lahir : Kandangan Hulu : Kamis, 4  Dzulqaidah 1223 H /  22 Desember 1808 M  Dan 
Wafat : Kandangan Hulu :  Selasa 11 Shafar 1301 H / 11 Desember 1883 M Dalam Usia :  75 Tahun. 
Makam Tua : Kandangan Hulu Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel Indonesia 🇮🇩

Titik Lokasi Makam dalam semak dan kondisi 75 Rusak berat dan tidak terawat. Lokas Makam Tua Kandangan Hulu Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel 

Titik Koordinat Makam Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Dato Rangga Kandangan Hulu) Bin Sayid Ahmad  Alquds bin  Sayid Muhammad Alquds (Tuan Datok Marang Trengganu) 

Saedah Binti Ahmad Al-Banjari Martapura  (Sekarang Sekumpul) istri Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Datok Rangga Kandangan Hulu) bin Sayid Ahmad Alquds bin Sayid Muhammad Alquds (Tuan Datok Marang) 

Sayid Muhammad Tukacil Alquds Bin Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Datok Rangga Kandangan Hulu) ibunda Saedah Binti Ahmad Al-Banjari


MANAQIB 
Sejarah Kehidupan Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Datok Rangga) Bin Sayid Ahmad Alquds Bin Sayid Muhammad Alquds (Tuan Datok Marang) 

Beliau Lahir di Kandangan Hulu 1808 M dan Wafat juga di Kandangan Hulu 1883 M di usia 75 tahun., sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel Indonesia 🇮🇩

Beliau anak dari Sayid Ahmad Alquds (Tuan Datok Langsat atau Tuan Datok Telaga) karena bermukim di Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel, Makam beliau di tetletsk di Makam Tua Telaga Langsat, dijamanya beliau terkenal sebagai Tuan Datok Langsat. 

Telaga Langsat Sekarang merupakan penghasil terbaikl buah durian, Telaga Langsat dulu merupakan sebuah Kampung atau Dusun terpencil sekitar tahun 1770 M terkenal sangat banyak pohon Langsat, saking banyaknya sehingga tidak dapat terpungut dan terinjak - injak hingga airnya membasahi tergenang seperti telaga, sehingga ada ungkapan orang-orang Banjar saat itu dengan Kalimat seperti ini

"Uma na  bua Langsat Tajajaki babanyu bilang kaya Talaga"  

Dan kalimat ini menjadi abadi sepanjang sejarah Telaga Langsat

Ilustrasi Buah Langsat Di Kampung Telaga Langsat Di Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel

Beliau Sayid Ahmad  Alquds (Tuan Datok Langsat sebagian  juga di kenal sebagai Tuan Datok Telaga merupakan orang pertama yang membawa Biji Langsat dari Kalimantan Barat bersama ayahnya Sayid Muhammad Alquds (Tuan Datok Marang) 

Dalam beberapa literatur Sejarah buah biji Langsat yang di tanam tumbuh dengan subur sehingga menjadi sebuah dusun Langsat kemudian berkembang menjadi Perkampungan Langsat

Karena kesuburan dan banyaknya buah tersebut sehingga berguguran dan tidak dapat di perjual belikan karena hampir tidak memiliki harga (terlalu murah) sehingga di biarkan begitu saja dan terinjak mengeluarkan percikan air Langsat yang  membentuk sebuah Telaga kemudian oleh Masyarakat kampung tersebut di sebut "" Telaga Langsat " 

Konon dalam literatur sejarah  Bibit - bibit Langsat tersebut di bawah dari kalimantan Barat di sebuah Kampung bernama Punggur 1770 M  (Sekarang Desa Punggur  di Kecamatan Kakap Kalbar) karena merupakan Penghasil buah Langsat terbesar sejak tahun 1760 M) 

Sayid Ahmad Alquds (Tuan Datok Langsat) bin Sayid Muhammad Alquds (Tuan Datok Marang) adalah salah satu ulama kampung di Jamanya di Kampung Telaga Langsat beliau memiliki 3 orang anak 2 laki-laki dan 1 Perempuan

Diantara nya adalah :

1. Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Datok Rangga yang lahir dan menetap di Kandangan Hulu dalam riwayat beliau lahir di kandangan  Hulu sebab saat itu ayah dan ibunya berkunjung di ks dangan Hulu untuk berda'wsh di Kandangan Hulu hingga le ih dari 1 bulan, setelah berumur Tengku Sayid Muhaimin Alquds (Tuan Datok Rangga) menikah dengan wanita Kandangan Hulu Saedah binti Ahmad Al-Banjari asal Martapura kemudian menetap di Kandangan Hulu hingga wafat tahun 1883 M

Sementara kedua orang tuanya tetap tinggal di Kampung Telaga Langsat hingga Wafat di Telaga Langsat di Pemakaman Tua Telaga Langsat saat itu

Tuan Datok Rangga Tengku Sayid Muhaimin Alquds merupakan seorang ulama Kampung yang hanya berda'wah di Kandangan Hulu saja sebagai Ulama Organik (Ulama Kampung) sehingga perjuangan dan perjalanan hidup beliau tidak terlalu di kenal di Kalsel bahkan jejaknya juga tidak terlalu di kenal hanya saja masarakat Kandangan Hulu hanya mendengar beliau di pangil sebagai (Tuan Datuk Rangga) ada juga di kaitkan dengan Tuan Datok Ranggalana,  berdasarkan penuturan masyarakat setempat  terdapat Makam tua di Kandangan Hulu bernama Tuan Datuk Ranggalana, ketika anak cucu Cicit Buyut keturunan Beliau mencari makamnya di Kandangan Hulu berdasarkan petunjuk Pengurus Maktab NanGq 1857 saat itu, sebab sebelum pada tahun 1979 M Pangeran Bendahara Tua V Syarif Ibrahim Bin Pangeran Bendahara Tua IV Syarif Ahmad Alkadri (Ahmad Kampak) pernah melakukan penelusuran dan bertemu Makam tua tersebut di Kandangan Hulu yang hanya tersisa 2 batu Nisan dari Kayu Ulin (Belian) yang sudah keropos dan pinggiran terbuat dari bata merah yang kondisinya juga sudah hancur, dan mungkin saat ini Liang lahat atau batu Bisanya juga di pastikan sudah habis  di makan waktu karena sudah berlalu hampir 50 tahun yang lalu

Penelusuran di hentikan karena berdasarkan bukti penelusuran tahun 1979 M dan di kuatkan dengan kehadiran dari leluhur Tuan Datok Rangga Tengku Sayid Muhaimin Alquds bahwa Makam tersebut sesuai dengan titik koordinat tua dan beliau sendiri yang menshohekanya, sebab beliau lebih paham dengan makan beliau sendiri dan disinilah titik ketika Arwah beliau keluar untuk menemui cicit - cicitnya guna memberikan petunjuk dan Ilamat berturut-turut hingga lebih dari 3 kali agar mudah di temukan letak yang sebenarnya







MAKTAB NANGQ 1857 Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif  Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak

Pontianak, Jum'at 27 Maret 2026 M /  8 Syawal 1447 H 14 : 35 WIB

Seting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada :
MAKTAB NANGQ 1857 
Di Lindungi Undang-Undang

Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI