PEMBERIAN NAMA ISMAIL. MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

 Pemberian Nama Ismail yang tepat kepada anak ketika memberi Nama Ismail



Ilustrasi Peristiwa Nabi Ibrahim Alaihi Salam Dengan Nabi Ismail Allaihi Salam





Dilarang Memberi Nama Anak Sama Persis Dengan Nama Nabi Ismail Alaihi Salam terutama dalam abjad Tulisan Arabnya harus Di bedakan, hal ini di sebabkan Nama Pertama dari Nabi Ismail Alaihi Salam  اسمعيل bermakna Orang Yang Di Korbankan maka gunakanlah kata nama Ismail tentang cerita إسماعيل yang lebih mengandung Nama Penganti  bahwa beliau Allah Gantikan dengan Domba sehingga lebih mengandung Makna Nabi Ibrahim Mengorbankan Domba Sebagai mewujudkan mimpinya. Sehingga makna dari إسماعيل, Mengorbankan sedang makna dari اسمعيل yang menjadi Korban dan عسمايل lebih mengandung makna orang yang mengeluarkan Korban, maka sekalipun tulisan larinya "ISMAIL" Maka sesuaikan tulisan Arabnya, sebab nama secara ghaib akan tetap berpengaruh terhadap pemilik nama tersebut

Dalam catatan Sejarah ada 124.000 nabi sedangkan yang bernama Ismail sekitar 7 orang dengan tulisan berbeda yaitu Iesmail. AS, Ismaail AS, Ismaela AS, Ismael AS, Iesmail AS dan Oesmaiela AS, mereka merupakan Nabi - Nabi yang termasuk dalam daftar 124.000 Nabi

Kemudian ada juga yang terdaftar dalam 313 Nabi dan terdapat 2 orang yang bernama Nabi Ismail AS yaitu : Quesmail AS dan Ouesmaaila AS bahasa Ibrani


Dan dalan 25 yang wajib di ketahui terdapat 1 Nama Ismail yaitu Nabi Ismail Alaihi Salam dan Alquran terdapat 2 kalimat yaitu 

اسمعيل yang di korbankan ketika sebelum peristiwa terjadi dan saat terjadi eksekusi terhadap Nabi Ismail Alaihi Salam

إسماعيل Yang Mengorbankan, atau nama baru setelah peristiwa terjadi dan menjadi sebuah buah bibir dan seterusnya menjadi sebuah sejarah yang termaktub di Dalam Alquran

عسماعيل Yang lebih mengarah kepada Makna orang yang mengeluarkan Korban

Maka dalam hal ini Maktab NanGq 1857 lebih cenderung mengunakan nama  Arab pada Poin Ke 3 dan Poin Ke 2









Ayat ini merupakan Ayat sebelum peristiwa Penyembelihan terjadi kepadya Nabi Ismail Alaihi Salam












Ayat ini merupakan dialog pelaksanaan Penyembelihan Ismail Alaihi Salam dengan Ayahnya Ibrahim Alaihi Salam sebagai bentuk ujian terberat kedua iman mereka  dan mereka Laksanakan, atas kuasa Allah kemudian Allah mengirim Malaikat Jibril untuk memberikan seeokor Doma yang Bagus, maka Allah perintahkan untuk menyembelihnya sebagai ganti Ismail Alaihi Salam




Setelah beberapa ribu tahun berikutnya Allah memberitakan kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam

Di mana nama إسماعيل mendapat tambahan huruf Alif yang merupakan kaedah Syaraf dalam Isim bahwa eksekusi tersebut telah di laksanakan dan Allah yang Maha Tinggal telah menganti Nabi Ismal dengan Seeokor Doma Putih, sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada keduanya yang tadinya 

اسمعيل mengadung makna Yang Di Korbankan menjadi

, إسماعيل Huruf Alif yang mengandung Makna mengorbankan sesuatu, karena dirinya telah di ganti Allah dengan seekor Domba, sehingga Ismail selamat hingga melahirkan keturunannya yang banyak, sehingga keturunan ini beberapa generasi sampai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada memberi nama anak - anak mereka dengan Nama Ismail (Sebuah Nama yang sangat Sakral dan di junjung Tinggi atas pengorbanan tersebut)  sebagaimana yang terdapat dalam beberapa Tafsir Qurtuby, Tafsir Al - Magrawi, sekalipun tidak di jelaskan secara rinci, memberi nama anak Ismail harus memperhatikan kaedah - kaedah tersebut

Sebab itulah 

Jika di telusuri

Dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam samapai  Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri tidak satupun nasab - nasab tersebut ada yang bernama Ismail termasuk anak - anak Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dari 67 istri dan 101 anak juga tidak terdapat nama Ismail, itu artinya Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri mengetahui tentang nama Ismail sangat sakral dan tidak di anjurkan untuk nama anak - anak beliau


Baru generasi di bawa Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri baru ada yang memberi nama anak - anaknya bernama Ismail, hal ini di sebabkan mereka kebanyakan tidak mengerti dan memahami tentang sebuah kaedah nama Ismail

Atas dasar inilah dalam penulisan nama keluarga Alkadri dan Ahlubaiat lainya yang terdaftar di Maktab NanGq 1857 lebih memilih Nama 

إسماعيل dan atau  عسماعيل 

Yang bermakna Berkorban dan Mengeluarkan Korban bukan nama اسمعيل yang di korbankan




Dalil ayat tersebut merupakan peristiwa penyembelihan tersebut sudah terjadi, sehingga menjadi sebuah kisah tauladan tentang adanya hari Raya Korban yang lebih di kenal sebagai Idul Adha


Dan mungkin saja nama kedua dan ketika menjadi bahan tertawa ketika seseorang melihat tulisan perbedaan tersebut karena di anggap tidak sesuai Kaedah Nahu Syaraf dan Isim sedangkan Ulama Tafsir terdahulu telah sepakat sebaiknya nama Ismail  اسمعيل tidak di gunakan karena bersipat sakrar yang  di junjung tinggi, sehingga tidak bisa di gunakan untuk sebuah nama anak - anak 

Sebab itu sangat di sarankan ketika mengunakan nama Ismail sebaiknya mengunakan Poin kedua atau Poin ketiga agar tidak memiliki Efek yang tidak di inginkan 


Sebab dari 124.000 Nabi, 313 Nabi dan Rasul serta 25 yang wajib di ketahui satu - satunya Nabi yang di korbankan dalam kisah Al - Qur'an hanyalah Nabi Ismail Alaihi Salam ( اسمعيل ) 


Akan tetapi dari jalur Sayidina Hasan justru sebaliknya ada beberapa generasi yang memakai nama Ismail mengambil nama poin ke 2 akan terapi nama - nama tersebut di Sisipi atau di tambah dengan nama tambahan Sayid / Sharif atau marga sehingga mengaburkan ma'na sebenar seperti Ismael Alkhotib ( إسماعيل الخطيب ) 
Hal ini bertujuan untuk setiap mendengar nama tersebut akan teringat dengan Pengorbanan Nabi Ismail Alaihi Salam, akan tetapi jika di teliti generasi yang mengunakan nama tersebut berselang hingga 300 tahun  sampai 700 tahun baru muncul nama tersebut

Saat sekarang jika di lihat banyak keluarga Alkadri benar - benar tidak mengerti nama sekali tentang nama Ismail dalam tulisan Arab yang boleh di bilang tidak boleh di gunakan menurut pandangan Ulama terdahulu berdasarkan Tafsir Al - Qur'an hal ini kurangnya ilmu pengetahuan tentang kitab - kitab tafsir bahkan jangan memahami kitab tafsir membaca Al - Qur'an saja mereka tidak bisa sehingga anak - anak mereka mereka beri nama Syarif Ismail Alkadri dan arabnya شريف اسمعيل القدري sehingga bagi Maktab NanGq 1857  tidak bisa menerbitkan buku Nasab mereka

Sebab konsekuensi ghaib itu bersipat nyata bagi Lembaga

Sekalipun nama tersebut telah di Sisipi Syarif dan Alkadri akan tetapi kalimat  اسمعيل yang tidak boleh di rubah menjadi إسماعيل sebagai patokan dasar mengambil poin ke 2

Sehingga mereka hanya terdaftar saja dan tidak bisa diterbitkan buku Nasab termasuklak Kartu Nasab mereka

Sekalipun tidak semua tafsir Al - Qur'an memasukan dalam tafsirnya terutama kitab - kitab Tafsir terbaru yang sudah banyak di revisi, sehingga ke murnian Tafsir ternodai, sehingga bagi Lembaga tetap mengunakan kitab Tafsir kuno / Kitab Tafsir Lama yang referensi sangat lengkap dan jelas dari setiap ayat-ayat dalam Surat Al - Qur'an sebab generasi Tafsir sekarang banyak yang tidak meyakini hal tersebut (Konsekuensi Ghaib adalah Takhayul menurut mereka) dangkalnya pemahaman tersebut karena sudah terkontaminasi Wahabiah dan Mu'taziliah sehingga mereka berusaha menghapusnya dari Tafsir Al - Qur'an dalam Mazhab 4 dan ini sangat mempengaruhi generasi Muda yang sedang menimba Ilmu Al - Qur'an yang sedang belajar Ilmu Tafsir, sehingga mereka lebih condong untuk menimba Ilmu di Luar Negeri Seperti Al - Azhar Kairo Mesir, Universitas Qing Abdul Azis Saudia Arabia 🇸🇦 yang Ilmu Tafsirnya mengunakan kitab - Kitaf Tafsir kuno tersebut walaupun berada di lingkungan Pemerintah yang berpahamkan Wahabi , tetapi Universitas ini tetap mempertahankan ciri khas Mazhab 4 dalam kurikulum Tafsir Al - Qur'an yang tidak terdapat di negara manapun

Contoh lain salah satu adik kandung Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri bernama Pangeran Perdana Syarif Ismael Alkadri satu ayah dan satu ibu, dalam dokumen tua peninggalan beliau tahun 1897 M tertulis فنغران فيردنا شريف إسماعيل القدري tetapi dari keturunan ini kemudian mereka mencoba bagaimana bentuk asli tulisan Arab Ismail sehingga membuka Alquran dan melihat satu ayat saja tertulis اسمعيل kemudian tulisan Asli Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri mereka anggap keliru tanpa membuka ayat - ayat selanjutnya apalagi melihat tafsirnya, pada hal yang benar adalah tulisan langsung Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri karena telah mengikuti rujukan Ulama - Ulama terdahulu, mungkin seperti inilah salah satu karakter jika seseorang kuang memahami suatu pakta sejarah tetapi ngotot dengan prinsip pribadi yang jauh dari kaedah - kaedah agama


Selain itu ada juga ada yang protes bukankah tulisan Arab إسماعيل latinya menjadi Ismaail bacaannya menjadi antara 2 sampai 3 harakat. Ya memang benar dengan demikian juga berubah penafsirannya dari menjadi Yang Di Korbankan menjadi Yang Mengorbankan sesuatu, mana yang lebih baik jika dia menjadi korban, kata jeleknya karena mengandung nama Sakral yang Menjadi Korban, misalnya menjadi korban kecelakaan darat laut atau udara, menjadi korban perampokan, menjadi korban pembunuhan, menjadi korban pelecehan, menjadi korban Pengeniayaan dan sebagaimanya, bukan kah yang terbaik mengorbankan sesuatu untuk membantu orang lain yang membutuhkan, mengorbankan kambing atau sapi di hari Raya Idul Adha, sebagaimana Nabi Ibrahim Alaihi Salam menyembelih Domba sebagai penganti  Nabi Ismail Alaihi salam sehingga setelah peristiwa tersebut Allah dalam firman yang mengunakan إسماعيل, secara logikah tentu lebih masuk akal ketimbang kita membantah dalil tersebut yang sudah ribuan tahun telah di tafsirkan oleh Ulama dengan sempurna, apa salahnya jika kita ikut tafsir ulama kuno yang hati mereka lebih bersih, tulus, ikhlas ketimbang Ulama sekarang yang bisa di atur Negara seenaknya saja dengan uang tanpa arah yang pasti, sehingga mereka masuk dalam golongan Ulama Shu,u (ulama yang di benci Allah) 


Berikut ini Keturunan Nabi Ismail Alaihi Dalam hingga Kerasullullah Shalallahu Alaihi Salam




30. Nabi Ismail Alaihi Salam Punya Anak 
29. Nabil  punya anak
28. Nasyud punya anak
27. Yarub punya anak 
26. Thairah Punya anak
25. Nahur punya anak
24. Muqowwim punya anak
23. Udat punya anak
22.  Adnan punya anak
21. Ma'ad punya anak
20. Nizar punya anak
19. Mondar punya anak
18. Nabi Ilyas Alaihi Salam (masuk dalann daftar 313 Nabi) punya anak
17. Nabi Mudrikah Alaihi Salam (masuk dalam daftar 124.000 Nab) punya anak
16. Khuzaimah punya anak
15. Qinanah punya anak
14. An - Nadhar punya anak
13. Qurais Fhir (Menurunkan Bani Hasyim) punya anak
12. Ghalib punya anak
11. Luay punya anak
10. Ka'ab punya anak
9. Murah punya anak
8. Qilab punya anak
7. Zurah punya anak
6. Qushay punya anak
5. Abdul Manaf punya anak
4. Hasyim punya anak
3. Abdul Muthalib punya anak
2. Abdullah punya anak
1. Nabiyullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam




30 generasi satupun keturunan Nabi Ismail Alaihi Salam tidak ada yang bernama Ismail seperti Leluhurnya Nabi Ismail Alaihi Salam
sebuah Penghargaan yang sangat tinggi kecintaan keturunan kepada leluhurnya Nabi Ismail Alaihi Salam


Berikut ini Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sayidina Husein dari  Jalur Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Pendiri Dan Sultan Pertama Kadriah Pontianak. Apakah ada nama Ismail dari nama - nama tersebut 




1. Nabiyullah Muhammad  Shalallahu Alaihi Wasallam punya anak
2. Sayidahtuh Fatimah Az - Zahara. Rha Punya Putra Kesayangan
3. Sayidina Husein punya anak
4. Sayidina Ali Jainal Abdin Asyajjad punya anak 
5. Sayid Muhammad Al - Bagir punya anak
6. Sayid Ja'far Ashodiq punya anak
7. Sayid Ali Al - Ureidha punya anak
8. Sayid Muhammad An - Nagib punya anak
9. Sayid Isa Arummi punya anak
10. Sayid Ahmad Al - Muhajir punya anak
11. Sayid Abdullah punya anak
12. Sayid Alwi Abdullah Awwal (awal munculnya Awaliyyin) / Bani Alawi) punya anak
13. Sayid Muhammad Alwi Assawma punya anak
14. Sayid Alwi Muhammad Ast - Stani (Tiga Bani Alawiyyin) punya anak
15. Sayid Ali Kholikosam punya anak
16. Sayid Muhammad Shohinul Mirbhat (Shohibul pertemuan 2 Keluarga Ahlulbait Keturunan Sayidina Husein dengan Dayidina Hasan Jalur Keturunan Syekh Abdul Qadir Aljeilani. RA) punya anak
17. Sayid Ali Shohibud Drak punya anak
18. Sayid Muhammad Faqih Al - Mugadam Punya anak
19. Sayid Ali Al - Mastur punya anak
20. Sayid Hasan At - Turabhi punya anak
21. Sayid Muhammad Ashadallah punya anak
22. Sayid Hasan Al - Mu'alim punya anak
23. Sayid Muhammad Al - Jamalullail punya anak
24. Sayid Ali Punya anak
25. Sayid Abdurrahman Al - Magrum punya anak
26. Sayid Ahmad punya anak
27. Sayid Salim punya anak
28. Sayid Muhammad punya anak
29. Sayid Abdullah punya anak
30. Sayid Salim punya anak
31. Sayid Muhammad Alkadri Jamalullail punya anak
32. Sayid Husein Punya anak
33. Sayid Ahmad punya anak
34. Sayid Husein Mufti Mempawah  punya anak
35. Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri Pendiri dan Sultan Pertama Kadriah Pontianak

 


Ternyata 35 generasi atau 1229 H juga tidak ada yang bernama Ismail Sebuah Penghargaan yang sangat tinggi dan Istimewa kepada Nama Ismail إسماعيل 

Menunjukkan leluhur terdahulu benar-benar sangat menjunjung tinggi nama Ismail إسماعيل  sehingga mereka tidak asal - asal dalam memberi nama putra - putra mereka,  ini juga menunjukkan mereka - mereka merupakan sosok Ulama yang mengerti Tafsir - Tafsir Al - Qur'an Kuno tertua sehingga sangat teliti dan berhati-hati dalam memberi nama putra - putra mereka


Berikut Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sayidina Hasan jalur Sultan Muhammad Sulaiman Syafeuddin I Albarakat Pendiri Dan Sultan Sambas Pertama,  apakah ada nama Ismail dari Nasab - Keturunan beliau 




1. Nabiyullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam punya anak
2. Sayidahtuh Fatimah Az Zahara. Rha punya Putra kesayangan
3. Sayidina Hasan punya anak
4. Sayidina Hasan Al - Mutsana punya anak
5. Sayid Abdullah Al - Mahdi Al - Kamil punya anak
6. Sayid Syekh Musa Al - Jun punya anak
7. Sayid Syekh Musa At - Tsani Al - Jun punya anak
8. Sayid Syekh Muhammad Ath - Thahir punya anak
9. Sayid Syekh Abdullah Al - Akbar punya anak
10. Sayid Syekh Abu Ja'far Muhammad punya anak
11. Sayid Syekh Abdullah punya anak
12. Sayid Syekh Ali punya anak
13. Sayid Syekh Sulaiman punya anak
14. Sayid Syekh Ali  punya anak
13. Sayid Syekh Sulaiman punya anak
14. Sayid Syekh  Al - Husein punya anak
15. Sayid Syekh Isa punya anak
16. Sayid Syekh Abdul Karem punya anak
17. Sayid Syekh Muta'in punya anak
18. Sayid Syekh Idris punya anak
19. Sayid Syekh Sharif Abu Azis Qatada Amir Mekah 1201 M punya anak
20. Sayid Syekh Sharif Ali Al - Akbar punya anak
21. Sayid Syekh Abu Sa'ad Al - Hasan Amir Mekah 1235 M punya anak
22. Sayid Syekh Sharif Muhammad Abu Nu'may  Al - Awwal Amir Mekah 1256 M punya anak
23. Sayid Syekh Sharif Rumaitha Amir Mekah 1301 M punya anak
24. Sayid Syekh Sharif Azlan Amir Mekah 1345 M punya anak
25. Sayid Syekh Sharif Ali Al - Barakat Thaif Kota Suci Mekah yang kemudian Hijrah ke Brunei Darussalam 🇧🇳 (Orang yang pertama kali memperkenalkan marga Al - Barakat Al - Hasani "" Yang Penuh Dengan Keberkahan dan Kemudahan) Sultan Brunei  🇧🇳 ke 3  1425 M. Sultan Brunei🇧🇳 ke 2 tidak punya anak laki-laki kemudian anak perempuan Sultan Brunei ke 2 menikah dengan beliau sejak saat itu Kesultanan Brunei🇧🇳 di Pimpin oleh Ahlulbait Marga Al - Barakat punya anak
26. Sultan Sharif  Sulaiman Al - Barakat Sultan ke 4 tahun 1432 M punya anak
27. Sultan Sharif Bolkiah Al - Barakat Sultan ke 5 tahun 1485 M punya anak
28. Sultan Sharif Abdul Kahar Al - Barakat Sultan ke 6 Brunei 🇧🇳 tahun 1524 M  punya anak
29. Sultan Sharif Syaiful Rizal Al - Barakat Sultan Ke 7 Brunei 🇧🇳 tahun 1533 M punya anak
30. Sultan Sharif Muhammad Hasan Al - Barakat Sultan Ke 8 Brunei🇧🇳 tahun  1582 M punya anak
31. Sultan  Tengah Sharif Muhammad Ibrahim Ali Omar Syah Al - Barakat Pendiri Kesultanan Serawak dan Sultan Ke 1 Serawak tahun 1629 M punya anak
32. Sultan Sharif Muhammad Sulaiman Syafiuddin I Al - Barakat Pendiri dan Sultan Pertama Sambas 1675 M - 1685 M 

Al - Fatihah




Ternyata juga tidak ada nama Ismail إسماعيل, ini menunjukkan sebuah Penghargaan dan penghormatan yang sangat istimewa dengan nama tersebut, bukti leluhur Al - Hasani adalah Ulama - Ulama sekaligus Amir di Mekah yang menjunjung tinggi nama Ismail إسماعيل hingga hampir 7000 Tahun dari Nabi Ismail Alaihi Salam mereka tidak mengunakan nama Ismail  , إسماعيل kepada putra - putra mereka, ini bukanlah suatu kebetulan melainkan mereka sangat mengistimewakan pengorbanan Nabi Ismail Alaihi Salam


Lantas bagaimana Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam generasi sekarang masihkah ada yang mengistimewakan nama Nabi Ismail Alaihi Salam sebagaimana leluhur terdahulu, rasanya sudah hampir hilang Pengharagaan Istimewa tersebut karena nama Ismail sudah berkeliaran terutama di Marga Alkadri yang ada di Indonesia, padahal leluhur mereka Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri dari 67 istri dengan jumlah 101 anak tidak satupun anak beliau bernama Ismail إسماعيل, jadi perlu menjadi bahan renungan jika suatu saat muncul keturunan yang menamakan dirinya sebagai keturunan Ismail Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bearti adalah keturunan tidak Shohe karena memang tidak ada nama anak - anak Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri bernama Syarif  Ismail Alkadri شريف إسماعيل القدري 

Terkecuali dari cucu - cicit keturunan beliau banyak yang mengunakan nama Syarif Ismail Alkadri شريف اسمعيل القدري  karena ketidak pahaman mereka, yang oleh Pangeran Bendahara Ahmad Bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri di tulis dengan شريف إسماعيل القدري dengan mengunakan poin ke 2 yang bearti mengorbankan sesuatu


Sekalipun kita tau bahwa dalam kaedah bahasa Arab kata Ismail berasal dari kata Isma' اسماء yang bearti mendengar sedang Isim dari kata Ismail اسمعيل yang bearti  "Allah Mendengar" Atau Allah Telah Mendengar kan Do"a, yang ternyata di jadikan dasar sebuah nama sebagian keluarga Alkadri, bukan berasal dari makna yang terkandung dalam pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Nabi Ismail Alaihi Salam, sehingga mereka dengan mudah mengunakan nama tersebut karena mengambil arti dari bahasa Arab dan bukan dari makna yang di kandungi dari nama Ismail اسمعيل  sebagai sebuah peristiwa sejarah tersebut

Perlu di ketahui para Mufasirin terdahulu atau Ulama Tafsir Kuno Menafsirkan dengan 2 metode sesuai dengan kejadian Fakta yang Valid dari Sejarah tentang kisah Nabi Ibrahim Alaihi Salam, yang sudah berusia lanjut 90 tahun bersama istrinya Hajar menginginkan anak, yang kalau secara logika mereka berdua yang usia keduanya di atas 89 tahun sangat mustahil akan memiliki anak, sehingga nabi Ibrahim Alaihi Salam, siang malam berdo'a agar di beri keturunan

Dalam keputus asaan tetapi keyakinan yang mendalam sehingga Allah Subhanahu Wa'taala Ismail اسمعيل "" Mendengakan Do'a - Do'a Nabi Ibrahim Alaihi Salam "" Sehingga lahirlah seorang anak yang kemudian di beri Nama Ismail اسمعيل (Allah Mendengarkan Do'a - Do"a Nabi Ibrahim Alaihi Salam, Sehingga mengabulkanya) 

Jadi menurut Ulama terdahulu yang hatinya Suci, bersih dan ihklas nama tersebut memang tidak bisa di gunakan karena di kuhsuskan untuk Nabi Ibrahim Alaihi Salam saja sebab itulah merupakan usaha iktiar dan Pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam, sehingga Alloh di dalam Alquran memiliki 2 Nama tentang nama Nabi Ismail yaitu  اسمعيل  anak yang di korbankan Makna Peristiwa Sejarah dan إسماعيل anak yang terbebas menjadi korban bahasa Ulama terdahulu mengatakan Ismail yang mengorbankan sesuatu, hal ini dalam fakta sejarah setiap tahun Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan anaknya setelah Peristiwa tersebut terus mengorbankan Kambing / Lembu hingga tembus 1.000 ekor

Sedangkan nama yang kedua إسماعيل boleh di gunakan dengan catatan harus ada tambahan, sehingga tidak Ismail saja, karena kedua nama baik اسمعيل maupun إسماعيل adalah satu orang dan satu peristiwa, atas dasar ini banyak Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terdahulu tidak memberi nama putra - putranya bernama Ismail dan hanya segelintir saja mungkin mereka termasuk Ahlulbait Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang awam / tidak paham sejarah dan penafsiran dari Ulama Tafsir terdahulu

Pakta kedua dalam sejarah nabi Ibrahim Alaihi Salam sebelum peristiwa terjadinya penyembelihan dalam sejarah yang falid beliau juga sudah sering juga berkorban hingga ratusan sampai ribuan ekor domba sehingga pada suatu waktu ada Sahabat yang bertanya Wahai Nabiyallah Ibrahim Alaihi Salam mengapa tuan berkorban begitu banyak kambing bukankah itu sangat merugikan bahkan membuat harta mu habis, Nabi Ibrahim Alaihi Salam menjawab dengan enteng secara tiba - tiba atau Spontanitas, jangankan seribu ekor lembu demi membahagiakan Tuhanku dan umatku, jika aku Ibrahim memiliki anak dan Allah menghendakinya untuk di korbankan, aku pun ridho untuk itu, pada saat itu itu tiba - tiba atau langit berguruh mengeluarkan petir menyambar pertanda Allah mendengarkan Nazar Nabi Ibrahim Alaihi Salam, jadi peristiwa korban menurut ulana Tafsir terdahulu memang ada hubungannya dengan ucapan nabi Ibrahim Alaihi Salam, sebagai contoh / iktibar agar ketika berbicara hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga ketika Allah Subhanahu Wa'taala mengabulkan Do'a Nabi Ibrahim Alaihi Salam untuk memiliki anak dan Allah juga menagih Nazar yang di Ucapkan Nabi Ibrahim Alaihi Salam

Sebab itulah dalam penafsiran sebuah ayat Al - Qur'an selain berdasarkan kaidah hukum Tata Bahasa Arab, Nahu Syorof, Muhadatsah termasuk juga Asbabul Nujul dan Fakta Manaqib dari sebuah sejarah sehingga menjadi komplek, selain itu juga harus memperhatikan hukum Nasik dan Mansuk, apakah ayat tersebut di Nasak Hadist atau apakah Asbabul nuzulnunya hadist di Nasak oleh ayat, dan  ulama terdahulu tidak akan menafsirkan ayat-ayat Al - Qur'an yang bersipat Muthasabihat karena memang di larang untuk di tafsirkan karena merupakan hak dan wewenang Allah saja yang mengetahui dan ayat tersebut juga bersipat Sir (Rahasia) seperti ألم dan sejenisnya, sedangkan ayat-ayat yang bersipat kisa para Nabi dan Rasul 99 % merupakan ayat yang bersipat Mukamat jelas dan terang serta terdapat Asbabul Nujul dan Fakta Sejarah di sertai dukungan dalil Hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi sebagaimana peristiwa Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan anaknya Nabi Ismail Alaihi Salam dalam berbagai rujukan dari Tafsir - tagsir Al - Qur'an dan kisah Sejarahnya dalam bentuk Manuskrip - manuskrip Kuno untuk membuktikan kebenaran sebuah Sejarah Nabi Ibrahim Alaihi Salam dan Anak-Nya yang terdapat dalam Al - Qur'an 

Mereka ulama - ulama Kuno / Sufi selain mengandalkan apa yang sudah tersurat dari Al - Qur'an dan Hadist juga mengambil sampel - sampel berupa Manuskrip termasuk sejarah tempat terjadinya selain itu juga peranan Arwah / ilmu leluhur juga menjadi tolok ukur yang paling utama, sehingga Khobar / berita yang simpang siur dapat di luruskan berdasarkan pakta sejarah yang Valid, maka benarlah Al - Qur'an sebagai sumber yang wajib menjadi pegangan utama dalam suatu perkara yang di ridho Allah

Termasuklah di dalamnya tentang pengunaan sebuah nama yang menjadi salah satu dasar sebagai Rukun Islam tentang hari Raya Idul Kurban / Idul Adha yang di laksanakan umat muslim di seluruh Dunia

Dari kisah ini yang menjadi tolok ukur ketika memiliki anak telitilah dalam memberi nama dan jika ingin memberi nama Ismail perhatikanlah Tulisan Arab yang di ijinkan / di sebab setiap nama masing-masing ada pengaruh ghaib di sisi Allah Subhanahu Wa'taala yang semua itu akan terjadi tanpa kita sadari sekalipun manusia menganggapnya sebuah ke Tahyulan  yang tidak boleh dipercaya karena pikiran yang menempel hanyalah ilmu praktis atau ikuti leluhur terdahulu itu lebih mudah dan simpel di mana satu pun tidak ada mengunakan nama anak dan keturunan mereka dengan nama Ismail hingga ribuan tahun, karena merupakan sebuah Penghargaan yang paling di istemewakan dengan nama tersebut


Wala hu a'lam bisawab hanya Allah Yang Maha Mengetahui Setiap Sesuatu Dan Allah juga yang mendatangkan kemudian Allah juga yang mengambilnya


MAKTAB NANGQ 1857
Kantor Pemeliharaan Dan Statistics Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Alkadri Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak

Pontianak, Rabu 3 Juni 2026 M / 17 Dzulhijjah 1447 H












Setting Louyat Dan Hak Cipta Ada Pada

 Maktab NanGq 1857

Di Lindungi Undang - Undang

Waktu Masuk Blog : 03 : 19 WIB




Postingan populer dari blog ini

MANAQIB PANGERAN LAKSAMANA TUANKU JAKSA II SYARIF ALI MUHAMMAD ALKADRI. MAKTAB NANGQ 1857 PANGERAN BENDAHARA TUA SYARIF JAFAR BIN SULTAN SYARIF HAMID I ALKADRI KESULTANAN KADRIAH PONTIANAK.., JALAN SELIUNG

BLOG I SAYID HUSEIN DAN KETURUNANYA.. MAKTAB NANGQ 1857 Kantor Pemeliharaan Dan Statistik Sejarah Ahlulbait Pangeran Bendahara Tua Syarif Ja'far Bin Sultan Syarif Hamid I Alkadri Kesultanan Kadriah Pontianak. Kantor Pusat Jalan Seliung 78353

PENGURUS MAKTAB NANGQ 1857 PUSAT - WILAYAH - KAB/KOTA - LUAR NEGERI